Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PKB Ancam Walk Out Jika Parliamentary Threshold Dipaksakan 4 Persen

Posted on December 5, 2012

JAKARTA–Dewan Pimpinan Pusat Partai Kebangkitan Bangsa mengancam akan melakukan aksi “walk out” dalam persoalan “parliamentary threshold” atau ambang batas perolehan kursi parlemen.

“Kami sepakat dengan ambang batas 3 persen untuk mengakomodasi partai tengah dan bawah, tapi kalau partai-partai besar memaksakan 4 persen atau lebih, kami akan WO,” kata Sekjen DPP PKB, H Imam Nahrawi SAg, di Surabaya, Senin.

Setelah memberi keterangan resmi tentang sanksi pemberhentian Sekretaris FKB DPRD Jatim Ahmad Nawardi, Imam Nahrawi yang juga merangkap Ketua DPW PKB Jatim itu, menjelaskan, PKB mematok parliamentary threshold (PT) sebesar 3 persen juga untuk mengantisipasi hangusnya jutaan suara rakyat.

“Pemilu tahun lalu saja ada 15 jutaan suara rakyat yang hangus, kalau sekarang dipaksakan 4 persen, akan ada 30 jutaan lebih suara rakyat yang hangus. Kami tak ingin hal itu terjadi, kami akan mengakomodasi itu,” katanya.

Menurut dia, upaya parpol besar yang memaksakan PT sebesar 4 persen atau lebih itu akan kontraproduktif dengan upaya untuk mengembalikan kepercayaan rakyat kepada parpol yang kini diupayakan PKB, karena itu kekuasaan tidak boleh memberangus kepercayaan rakyat.

“Kalau ada yang berniat mengurangi jumlah parpol, saya kira revisi itu tidak perlu, namun pemerintah cukup mengeluarkan Perppu untuk pengakuan pada 2-3 parpol,” katanya.
Misalnya, dua parpol yakni parpol penguasa dan parpol oposisi atau tiga parpol yakni parpol penguasa, oposisi, dan parpol Islam.

“Bisa juga pemerintah mengeluarkan Perppu tentang fusi parpol, sehingga parpol akan dibatasi menjadi lima, enam, atau tujuh parpol saja. Jadi, jangan merevisi UU parpol untuk kepentingan politis,” katanya.

Politisi muda PKB itu menambahkan, PT hendaknya memiliki tujuan yang mendasar dan bukan hanya didasarkan pada persentase semata untuk memangkas jumlah parpol.

“Jumlah parpol yang terlalu banyak memang perlu dipangkas atau dikurangi dengan menaikkan persentase, tapi menaikkan persentase dengan tujuan politis dan tujuan stabilisasi demokrasi itu berbeda,” katanya. Sumber: Republika

Terbaru

  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • Inilah Cara Mendapatkan Witherbloom di Fisch Roblox, Rahasia Menangkap Ikan Paling Sulit di Toxic Grove!
  • Kenapa Indomart Point Bisa Kalahkan Bisnis Kafe?
  • Inilah Cara Mendapatkan Rotten Seed di Fisch Roblox, Lokasi Rahasia di Toxic Grove Buat Unlock Toxic Lotus!
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • Why Does the VirtualBox System Service Terminate Unexpectedly? Here is the Full Definition
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme