Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

PKB: Kami Siap Pemilu Dengan Sistem Proporsional Terbuka

Posted on April 11, 2012

JAKARTA – Mayoritas anggota sekretariat gabungan (setgab) koalisi pendukung pemerintah sepakat untuk mengusung sistem pemilu terbuka. Antara lain yaitu, Demokrat, Golkar, PAN, PPP dan PKB. Ini didukung juga oleh dua partai non-koalisi, Gerindra dan Hanura.

Kesepahaman ini pun memperlihatkan perubahan sikap Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) yang sebelumnya mengusung sistem proporsional tertutup. ”Kita memilih yang terbaik dari yang baik. Itu sikap kita semalam. Karena semangat rapat setgab itu untuk memformulasikan yang terbaik,” kata anggota pansus RUU Pemilu dari fraksi PKB, Anna Muawanah, di gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/4).

Ia menjelaskan, perubahan sikap ini tidak terjadi tiba-tiba. Pasalnya, partai hijau tersebut memandang dua sistem itu sebagai pilihan yang sama baik. Ini pun tergambar dalam pandangan akhir mini fraksi pada rapat pengambilan keputusan tingkat satu di pansus Selasa (10/4) malam, PKB masih mengusung sistem tertutup. Namun, membuka diri untuk terbuka.

PKB memang lebih memprioritaskan sistem tertutup karena dianggapnya lebih sederhana dan murah. Partai pun dapat menempatkan kader terbaiknya untuk maju menjadi anggota legislatif.

Sementara untuk sistem terbuka dianggapnya lebih rawan politik uang dan biaya politik yang mahal. Ini melihat pengalaman pada pelaksanaan pemilu 2009.

Karenanya, kata Ana, kalau pun DPR memutuskan menggunakan sistem terbuka, PKB meminta ada pasal yang mengatur pembatasan dana kampanye tiap calon. Sehingga tidak berlebihan seperti pemilu lalu.

”Untuk tingkat nasional kita minta dibatasi sebesar Rp 500 juta, provinsi Rp 250 juta, dan kabupaten/kota Rp 150 juta. Kita inginnya jangan terlalu besar, sehingga yang tak punya uang bisa juga ikut maju,” papar dia.

Dengan perubahan sikap ini, maka pengusung sistem proporsional tertutup menjadi berkurang. Yaitu, tinggal PDI Perjuangan dan PKS. Dengan kata lain, kesempatan pemilu dapat menerapkan sistem proporsional tertutup menjadi lebih kecil.

smber: Republika

Terbaru

  • Inilah Syarat Dokumen SSU ITB 2024-2026 yang Wajib Kalian Siapkan Supaya Nggak Gagal Seleksi Administrasi
  • Inilah Episyrphus Balteatus, Lalat Unik Penyamar yang Sangat Bermanfaat bagi Taman Kalian
  • Inilah Cara Lolos Seleksi Siswa Unggul ITB Lewat Jalur Tes Tulis Biar Jadi Mahasiswa Ganesha
  • Inilah Penemuan Fosil Hadrosaurus yang Ungkap Bahwa Penyakit Langka Manusia Sudah Ada Sejak Zaman Prasejarah
  • Inilah Penemuan Terbaru yang Mengungkap Bahwa Sunburn Ternyata Disebabkan Oleh Kerusakan RNA
  • Inilah Alasan Kenapa Manusia Lebih Sering Hamil Satu Bayi daripada Kembar Menurut Penelitian Terbaru
  • Inilah Syarat dan Cara Pendaftaran IMEI Internasional Mulai Mei 2026
  • Bocoran Spek Samsung Galaxy S27 Ultra Nih, Kamera 3X Hilang + Teknologi AI
  • Inilah Perbedaan Motorola G47 dan Motorola G45, Cuma Kamera 108 Megapiksel Doang?
  • Update Baru Google Gemini: Bisa Bikin File Word, PDF, Excel secara Otomatis
  • Rekomendasi Motor Listrik 2026 Anti Mogok!
  • Ini Loh Honda Vision 110, Motor Baru Seharga Beat & Rangka eSAF Khusus Pasar Eropa
  • Inilah Mobil-Mobil Paling Cocok Transisi ke Bioetanol E20 dan Biodiesel B50!
  • Inilah Ternyata Batas Minimal Daya Cas Mobil Listrik di Rumah
  • DJP Geser Batas Akhir Lapor Pajak Sampai 31 Mei 2026
  • PKB Tanggapi Dingin Usul Yusril Ihza Mahendra Soal Parliamentary Treshold 13 Kursi
  • LPTNU Kritik Keras Rencana Penutupan Prodi: Kenapa Tidak Komprehensi & Berbasis Problematika Nyata?
  • Gus Rozin PWNU Jawa Tengah Setuju Cak Imin, Konflik PBNU bikin Warga Kesal dan Tidak Produktif
  • Pengamat: Prabowo Harus Benahi KAI, Aktifkan juga Jalur Kereta Lama & Baru
  • Sekjend PBNU: Jadwal Muktamar Usulan PWNU Sejalan Hasil Rapat Pleno & Rais Aam
  • PKB Desak Hukuman Maksimal Kasus Little Aresha & Evaluasi Total Sistem Penitipan Anak secara Nasional
  • PKB Usul Modernisasi Sistem Kereta dan CCTV di Kabin Masinis, Setuju?
  • Menteri PPA Arifah Fauzi Minta Maaf Soal Polemik Pindah Gerbong Wanita di KRL
  • Cara Kirim Robux Mudah di Roblox Beli Skin Shirt Preview
  • Kronologi kasus dugaan penyebaran konten asusila oleh anak anggota DPRD Kutai Barat?
  • Inilah Alasan Kenapa Gelembung Air di Luar Angkasa Bisa Jadi Eksperimen Fisika yang Keren Banget
  • Inilah Contoh Naskah Doa Upacara Hardiknas 2026 yang Syahdu dan Penuh Makna
  • Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru
  • Inilah Cara Download FF Beta Versi Terbaru 2026, Lengkap Dengan Cara Daftar Advanced Server Resmi
  • Inilah Cara Menghilangkan YouTube Shorts di Beranda Biar Nggak Menghambat Scrolling Kalian!
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Use DeepSeek V4 Pro for Insane Coding Performance
  • How to Deploy the NVIDIA CuOpt Supply Chain Agent for Rapid Optimization
  • How to Build Your Own AI Workforce with Ruflo
  • How to Run a Fully Multimodal AI Agent Locally for Free (Hermes Agent + Nemotron)
  • How to Manage AI Agents Like a Pro with OpenAI Symphony
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme