Perintah split di Linux adalah alat yang berguna untuk membagi file besar menjadi bagian yang lebih kecil. Ini berguna saat menangani file besar yang terlalu besar untuk ditransfer atau dikelola dengan mudah. Perintah split dapat digunakan untuk membagi file berdasarkan ukuran atau jumlah baris tertentu, menjadikannya alat yang ideal untuk memecah file besar menjadi bagian yang lebih mudah dikelola.
Advertisement
Dalam tutorial ini, kita akan membahas dasar-dasar perintah split, termasuk sintaks dan opsi, untuk membantu Anda memahami cara kerjanya dan cara menggunakannya secara efektif.
Sintaks
Sintaks dasar untuk perintah split adalah sebagai berikut:
split [opsi] [file input] [awalan]1split [opsi] [file input ] [awalan]
Di sini:
`[opsi]`: Opsi menentukan bagaimana file harus dipisah, seperti ukuran atau jumlah baris untuk setiap file yang dipisah. `[input-file]`: File input adalah file yang ingin Anda pisahkan. `[awalan]`: Awalan adalah nama yang akan diberikan ke file yang dipisahkan, diikuti dengan akhiran (misalnya xaa, xab, dll.).
Options: Berikut adalah beberapa opsi yang paling sering digunakan untuk perintah split:
-b size: Menentukan ukuran setiap file split, dalam byte. Misalnya, -b 100M akan membagi file menjadi 100 MB bagian. -l lines: Menentukan jumlah baris di setiap file yang dipisah. Misalnya, -l 1000 akan membagi file menjadi beberapa bagian dengan masing-masing 1000 baris. -a suffix_length: Menentukan panjang akhiran yang digunakan untuk file yang dipisah. Panjang akhiran default adalah 2. Contoh
Mari kita telusuri beberapa contoh untuk melihat cara kerja perintah split dalam praktik.
Membagi file menjadi 100 MB parts
split -b 100M file.txt split_
Perintah ini akan membagi file file.txt menjadi beberapa bagian dengan ukuran maksimum masing-masing 100 MB, dan file yang dipisah akan diberi nama split_aa, split_ab, dll. Pisahkan file menjadi 1000 baris parts
split -l 1000 file.txt split_ ] pre
Perintah ini akan membagi file file.txt menjadi beberapa bagian dengan maksimum masing-masing 1000 baris, dan file yang dipisahkan akan diberi nama split_aa, split_ab, dll. Ubah akhiran lengthsplit -a 3 -b 100M file .txt split_
Perintah ini akan membagi file file.txt menjadi beberapa bagian dengan ukuran maksimum masing-masing 100 MB, dan panjang akhiran akan menjadi 3 karakter. File split akan diberi nama split_aaa, split_aab, dll. Ubah file prefixsplit -a 3 -b 100M file.txt backup_
Perintah ini akan membuat file splitter, nama tersebut akan dimulai dengan “backup_” awalan. Anda dapat mengubahnya dengan string pilihan Anda. Yang akan digunakan sebagai pengenal file.
Kesimpulan
Kesimpulannya, perintah split di Linux adalah alat serbaguna dan berguna untuk memecah file besar menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Dengan memahami sintaks dan opsinya, Anda dapat membagi file secara efektif berdasarkan ukuran atau jumlah baris, membuatnya lebih mudah untuk mengelola dan mentransfer file besar. Baik Anda mencadangkan data atau mentransfer data dalam jumlah besar antar sistem, perintah split adalah alat yang berharga untuk dimiliki di perangkat Linux Anda.
Referensi tecadmin.com