Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Telkomsel Gelar Frekuensi 4G Gratis Di Bali Selama KTT APEC

Posted on July 3, 2013

Solo – Telkomsel akan membuka lebar akses seluler 4G dengan teknologi LTE secara gratis di Bali selama berlangsungnya ajang KTT Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) pada 1-8 Oktober 2013.

“Kami akan trial LTE saat APEC berlangsung. Ini kesempatan bagus untuk menguji langsung LTE di hadapan delegasi yang datang. Dengan trial ini harapan kami testing trafiknya benar-benar real. Karena peserta APEC ini kan ribuan,” kata Direktur Utama Telkomsel, Alex Janangkih Sinaga, di Solo, Jumat (28/6/2013).

Hampir 200 negara yang akan hadir dalam ajang APEC, dan 92 negara itu sudah mengkomersilkan LTE. “Mereka pasti bawa handset yang enable 4G LTE. Mayoritas menggunakan 1.800 MHz, dan kami juga akan trial di frekuensi itu,” katanya.

Melalui uji coba LTE ini pula Indonesia bisa belajar bagaimana negara lain memulainya. Disebutkan, Amerika Utara merupakan negara yang paling banyak penggunanya dan sudah lebih dulu mengkomersilkan LTE.

“Kalau di Amerika Utara sana sudah LTE, pasti dilirik pabrik handset. Soal handset pasti sudah ready, tinggal kapasitasnya saja ditambah. Jadi di 2014 tidak mulai dari nol untuk supply ke Indonesia. Ada untungnya juga kita belakangan, sebab entry barrier kita sudah dipatahkan negara lain,” pungkas Alex.

Dijelaskan, trial ini non-komersial alias gratis buat siapa saja di Bali. Nokia Siemens Network sebagai vendor, kata Alex akan menyediakan jaringan untuk trial gratis, sehingga ke pengguna juga bisa gratis. Dari hasil uji coba ini Telkomsel akan melakukan evaluasi dan melaporkannya ke Kementerian Kominfo.

“Nanti kita laporkan ke Kominfo untuk mengkaji kesiapan para operator dalam menggelar layanan 4G. Ini juga jadi masukan bagi Kominfo untuk buat keputusan tentang LTE,” jelas Alex.

Telkomsel sendiri akan menggunakan spektrum frekuensi di 1.800 MHz untuk trial LTE. Frekuensi selebar 22,5 MHz ini juga akan diajukan untuk refarming untuk penggunaan LTE saat dibolehkan komersial nanti.

“Kami punya 22,5 MHz di 1.800 MHz, tapi terpisah 7,5 MHz dan 15 MHz. Nanti sebelum komersial pasti ada penataan ulang dulu, re-arrangement karena slotnya terpisah,” papar Alex.

Saat ini, spektrum Telkomsel di 1.800 MHz masih digunakan untuk melayani trafik 2G GSM untuk voice dan SMS. “Namun dengan menurunnya tren 2G, harapan kita timing-nya sudah pas untuk gunakan frekuensi itu ke LTE. 2G sendiri ending-nya di 2022,” pungkasnya.

Sumber: detikINET

Terbaru

  • Inilah 7 Ide Channel YouTube Aneh Tapi Sederhana yang Bisa Kalian Mulai Sekarang Juga!
  • Apa itu Umroh & Keutamaannya: Inspirasi dari pergiumroh.com
  • Belum Tahu? Gini Caranya Dapat Bisnis Sukses Cuma dari Clipping Video Pake AI
  • Inilah Rahasia Perbaiki Algoritma Video YouTube yang Mulai Sepi
  • Kenapa Cicilan di Bank Syariah Itu Tetap?
  • Inilah 7 Produk Digital Paling Realistis untuk Kalian yang Mau Jualan Online Tahun Ini!
  • Inilah 4 Strategi Memilih Niche SEO Terbaik Supaya Blog Kalian Cepat Ranking
  • Ini Trik Supaya Pengunjung Toko Online Kalian Jadi Pembeli Setia Pakai Omnisend!
  • 3 Strategi AI Terbukti Biar Bisnis E-Commerce Kalian Makin Cuan 2026!
  • Inilah 6 Langkah Tembus 5.000 Follower di X, Gini Caranya Supaya Akun Kalian Nggak Stuck Lagi!
  • SEO LinkedIn: Inilah Alasan Kenapa LinkedIn Ads Lebih Efektif Buat Bisnis B2B Dibanding Platform Lain
  • Inilah Alasan Kenapa Kolom Komentar YouTube Kalian Sering Menghilang Secara Misterius!
  • Cara Kelola Auto-Posting Semua Media Sosial Kalian Pakai Metricool
  • Studi Kasus Sukses Instagram Maria Wendt Dapat 12 Juta View Instagram Per Bulan
  • ZenBook S16, Vivobook Pro 15 OLED, ProArt PX13, dan ROG Zephyrus G14, Laptop Bagus dengan Layar OLED!
  • Caranya Ngebangun Website Directory dengan Traffic Tinggi dalam Seminggu!
  • Cara Mengembangkan Channel YouTube Shorts Tanpa Wajah
  • Inilah Cara Menghitung Diskon Baju Lebaran Biar Nggak Bingung Saat Belanja di Mall!
  • Cara Jitu Ngebangun Bisnis SaaS di Era AI Pakai Strategi Agentic Workflow
  • Inilah Rincian Gaji Polri Lulusan Baru 2026, Cek Perbedaan Jalur Akpol, Bintara, dan Tamtama Sebelum Daftar!
  • Inilah 5 Channel YouTube Membosankan yang Diam-diam Menghasilkan Banyak Uang
  • Inilah Cara Pakai Google Maps Offline Biar Mudik Lebaran 2026 Nggak Nyasar Meski Tanpa Sinyal!
  • Inilah Alasan Mahkamah Agung Tolak Kasasi Google, Denda Rp202,5 Miliar Resmi Menanti Akibat Praktik Monopoli
  • Inilah Cara Daftar dan Syarat SPMB SMK Boarding Jawa Tengah 2026, Sekolah Gratis Sampai Lulus!
  • Inilah Daftar Sekolah Kedinasan 2026 untuk Lulusan SMK, Bisa Kuliah Gratis dan Berpeluang Besar Langsung Jadi CPNS!
  • Inilah Pajak TER: Skema Baru PPh 21 yang Nggak Bikin Pusing, Begini Cara Hitungnya!
  • Inilah Jadwal Resmi Jam Buka Tol Jogja-Solo Segmen Prambanan-Purwomartani Saat Mudik Lebaran 2026
  • Inilah Cara Mendapatkan Witherbloom di Fisch Roblox, Rahasia Menangkap Ikan Paling Sulit di Toxic Grove!
  • Kenapa Indomart Point Bisa Kalahkan Bisnis Kafe?
  • Inilah Cara Mendapatkan Rotten Seed di Fisch Roblox, Lokasi Rahasia di Toxic Grove Buat Unlock Toxic Lotus!
  • How to Fix VMSp Service Failed to Start on Windows 10/11
  • How to Fix Taskbar Icon Order in Windows 11/10
  • How to Disable Personalized Ads in Copilot on Windows 11
  • What is the Microsoft Teams Error “We Couldn’t Connect the Call” Error?
  • Why Does the VirtualBox System Service Terminate Unexpectedly? Here is the Full Definition
  • How to Use Orbax Checkpointing with Keras and JAX for Robust Training
  • How to Automate Any PDF Form Using the Power of Manus AI
  • How to Training Your Own YOLO26 Object Detection Model!
  • How to Build a Full-Stack Mobile App in Minutes with YouWare AI
  • How to Create Consistent Characters and Cinematic AI Video Production with Seedance
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme