Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tiga Program Fatayat Mesti Dijalankan dari Pusat Sampai Ranting

Posted on November 29, 2015

Banda Aceh,
Fatayat Nahdlatul Ulama memiliki berbagai program pemberdayaan perempuan. Hal tersebut sebagai amanah organisasi yang harus dilakukan, baik di tingkat pusat hingga cabang dan ranting di tingkat desa atau gampong.

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Wilayah Fatayat NU Aceh, Jumat Malam (27/11) di Aula Balai Kota Banda Aceh.

“Diharapkan kepada pengurus Fatayat NU ke depan bagaimana caranya membuat organisasi ini agar lebih nyaman bagi kader dan anggotanya. Kemudian baru melakukan agara menarik minat masyarakat untuk bergabung dengan Fatayat, bukan sebaliknya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara menciptakan segmentasi garapan, yaitu para ibu atau perempuan muda di sekeliling kita serta harus melihat pada permasalah apa yang dihadapinya, dan Fatayat harus mendampinginya,” ujarnya.

Margaret menyebutkan, ada tiga hal yang utama harus diprogramkan oleh Pengurus Wilayah Fatayat NU Aceh. Pertama dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mandiri, kesehatan reproduksi bagi perempuan muda, dan peningkatan pendidikan perempaun, khususnya di Aceh yang tentu saja memiliki kekhususan.

Terkait dengan kemandirian ekonomi, Fatayat NU Aceh dituntut bagai mana caranya dapat mencetak kader atau anggota Fatayat yang mandiri secara ekonomi, sehingga dapat mengempangkan program ini kepada masyarakat. Saat ini di Fatayat Pusat telah digalakan pendirian koperasi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

“Perlu diketahui, kenapa ekonomi ini sangat penting, bahwa akhir 2015 ini kita Indonesia akan mengahadi masyarakat ekonomi (MEA) dimana orang luar negeri dapat menginvestasi dan bekerja di negara kita dengan bebas. Jika saat ini perempuan muda tidak memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi, maka tentu saja akan mengalami keterpurukan ekonomi,” jelasnya.

Ditambahkan, persoalan lain yang sering dihadapi oleh perempuan terkait dengan kesehatan reproduksi, tentu saja semua perempuan mengalaminya. Oleh karena itu kita berharap Fatayat NU Aceh harus memasukkan program ini ke dalam program kerja PW Fatayat NU Aceh.

Selanjutnya persoalan pendidikan yang saat ini juga telah dibahas di beberapa pertemuan, bagaimana memberikan pendidikan kepada perempuan, karena para ibu-ibulah yang mendidik anak-anaknya, karena ibu akan mencetak hgenerasi penerus yang berkualitas untuk masa depan bangsa.

Tentu untuk mencapai itu, Fatayat NU harus memiliki kader yang kuat dan berkulaitas, kita mengharapkan pengurus Fatayat NU Aceh akan terus melakukan kaderisasi untuk melanjutkan amanah umat ini untuk memajukan lembaga dan mendidik masyarakat. Hal ini penting disampaikan, sebagai inovasi program-program Fatayat NU di provinsi Aceh di masa mendatang yang kadang sering kali terlupakan.

“Dalam konferensi ini saya tekankan bahwa, yang harus dipikirkan apa yang akan dirumuskan untuk kepengurusan lima tahun mendatang, agar lebih baik dari sebelumnya, minimal tidak lebih jelek dari sebelumnya,” pungkas Margaret.

Ketua PW Fatayat NU Aceh Hj. Abriati Yusuf, SE mengatakan, Fatyat NU ini merupakan organisasi sosial (badan otomom Nahdlatul Ulama) yang bersifat keagamaan, kemasyarakatan dan kekeluargaan yang berangotaan perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia.

Dia menyebutkan, dalam konteks Konferensi Wilayah ke-X Fatayat NU Aceh memiliki makna penting dan strategis, forum ini diharapkan dapat memikirkan persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia khususnya di Aceh. Di antaranya permasalahan aktual yang dapat memberi danpak kepada perempaun terkait adanya komitmen negara-negara Asia Tenggara untuk untuk membentuk perdagangan bebas yang dikenal dengan MEA.

Abriati menambahkan, Kenferwil PW Fatayat NU Aceh dilakasanakan pada 27-29 November 2015 diikuti oleh seluruh pengurus cabang tingkat kabupaten kota di Seluruh Aceh, pada pembukaan Konferwil hadir Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali, Sekretaris PWNU Aceh Asnawi M Amin dan para pengurus NU Aceh. Selain itu hadir juga Kepala Badan Daya Provinsi Aceh Dr. Bustami Usman mewakili Wakil Gubernur Aceh untuk menyampaikan arahan.

Sementara itu, pada Sabtu (28/11) Ketua PW Fatayat NU Aceh Hj. Abriati Yusuf bersama Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali meresmikan Sekretariat Pengurus Wilayah Fatayat NU Aceh di jalan Cendana III No. 10 Jeulingke Banda Aceh. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta turut disaksikan oleh Sekum PP Fatayat Margaret, Ketua cabang Fatayat NU se-Aceh serta perangkat desa setempat.

Wakil Ketua PWNU Aceh Abdullah Basyah dalam taushiahnya mengharapkan, sekretariat Fatayat NU ini agar dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk jalannya rada organisasi serta juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ke dapan akan diupayakan membangun aula di lantai 2, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan organisasi dan masyarakat sekitar. [Nat Riwat/Abdullah Alawi]

<

div id=”_mcePaste” class=”mcePaste” style=”width: 1px;height: 1px;overflow: hidden”>

Fatayat NU Harus Perkuat Ekonomi Mandiri Masyarakat 

 

Banda Aceh,

Fatayat Nahdlatul Ulama memiliki berbagai program pemberdayaan perempuan. Hal tersebut sebagai amanah organisasi yang harus dilakukan, baik di tingkat pusat hingga cabang dan ranting dictingkat desa atau gampong.

 

Hal itu disampaikan Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Fatayat NU Hj. Margaret Aliyatul Maimunah dalam sambutannya pada pembukaan Konferensi Wilayah Fatayat NU Aceh, Jumat Malam (27/11) di Aula Balai Kota Banda Aceh.

 

“Diharapkan kepada pengurus Fatayat NU ke depan bagaimana caranya membuat organisasi ini agar lebih nyaman bagi kader dan anggotanya. Kemudian baru melakukan agara  menarik minat masyarakat untuk bergabung dengan Fatayat, bukan sebaliknya. Hal ini dapat dilaksanakan dengan cara menciptakan segmentasi garapan, yaitu para ibu atau perempuan muda di sekeliling kita serta harus melihat pada permasalah apa yang dihadapinya, dan Fatayat harus mendampinginya,” ujarnya.

 

Margaret menyebutkan, ada tiga hal yang utama harus diprogramkan oleh Pengurus Wilayah Fatayat NU Aceh. Pertama dengan program pemberdayaan ekonomi masyarakat yang mandiri, kesehatan reproduksi bagi perempuan muda dan peningkatan pendidikan perempaun, khususnya di Aceh yang tentu saja memiliki kekhususan.

 

Terkait dengan kemandirian ekonomi, Fatayat NU Aceh dituntut bagai mana caranya dapat mencetak kader atau anggota Fatayat yang mandiri secara ekonomi, sehingga dapat mengempangkan program ini kepada masyarakat. Saat ini di Fatayat Pusat telah digalakan pendirian koperasi sebagai bagian dari pemberdayaan ekonomi masyarakat.

 

“Perlu diketahui, kenapa ekonomi ini sangat penting, bahwa akhir 2015 ini kita Indonesia akan mengahadi masyarakat ekonomi (MEA) dimana orang luar negeri dapat menginvestasi dan bekerja di negara kita dengan bebas. Jika saat ini perempuan muda tidak memiliki keterampilan dan kemandirian ekonomi, maka tentu saja akan mengalami keterpurukan ekonomi,” jelasnya.

 

Ditambahkan, persoalan lain yang sering dihadapi oleh perempuan terkait dengan kesehatan reproduksi, tentu saja semua perempuan mengalaminya. Oleh karena itu kita berharap Fatayat NU Aceh harus memasukkan program ini ke dalam program kerja PW Fatayat NU Aceh.

 

Selanjutnya persoalan pendidikan yang saat ini juga telah dibahas di beberapa pertemuan, bagaimana memberikan pendidikan kepada perempuan, karena para ibu-ibulah yang mendidik anak-anaknya, karena ibu akan mencetak hgenerasi penerus yang berkualitas untuk masa depan bangsa.

 

Tentu untuk mencapai itu, Fatayat NU harus memiliki kader yang kuat dan berkulaitas, kita mengharapkan pengurus Fatayat NU Aceh akan terus melakukan kaderisasi untuk melanjutkan amanah umat ini untuk memajukan lembaga dan mendidik masyarakat. Hal ini penting disampaikan, sebagai inovasi program-program Fatayat NU di provinsi Aceh di masa mendatang yang kadang sering kali terlupakan.

 

“Dalam konferensi ini saya tekankan bahwa, yang harus dipikirkan apa yang akan dirumuskan untuk kepengurusan lima tahun mendatang, agar lebih baik dari sebelumnya, minimal tidak lebih jelek dari sebelumnya,” pungkas Margaret.

 

Ketua PW Fatayat NU Aceh Hj. Abriati Yusuf, SE mengatakan, Fatyat NU ini merupakan organisasi sosial (badan otomom Nahdlatul Ulama) yang bersifat keagamaan, kemasyarakatan dan kekeluargaan yang berangotaan perempuan yang tersebar di seluruh Indonesia.

 

Dia menyebutkan, dalam konteks Konferensi Wilayah ke-X Fatayat NU Aceh memiliki makna penting dan strategis, forum ini diharapkan dapat memikirkan persoalan yang sedang dihadapi oleh masyarakat Indonesia khususnya di Aceh. Di antaranya permasalahan aktual yang dapat memberi danpak kepada perempaun terkait adanya komitmen negara-negara Asia Tenggara untuk untuk membentuk perdagangan bebas yang dikenal dengan MEA.

 

Abriati menambahkan, Kenferwil PW Fatayat NU Aceh dilakasanakan pada 27-29 November 2015 diikuti oleh seluruh pengurus cabang tingkat kabupaten kota di Seluruh Aceh, pada pembukaan Konferwil hadir Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali, Sekretaris PWNU Aceh Asnawi M Amin dan para pengurus NU Aceh. Selain itu hadir juga Kepala Badan Daya Provinsi Aceh Dr. Bustami Usman mewakili Wakil Gubernur Aceh untuk menyampaikan arahan.

 

Sementara itu, pada Sabtu (28/11) Ketua PW Fatayat NU Aceh Hj. Abriati Yusuf bersama Ketua PWNU Aceh Tgk. H. Faisal Ali meresmikan Sekretariat Pengurus Wilayah Fatayat NU Aceh di jalan Cendana III No. 10 Jeulingke Banda Aceh. Peresmian ditandai dengan penandatanganan prasasti serta turut disaksikan oleh Sekum PP Fatayat Margaret, Ketua cabang Fatayat NU se-Aceh serta perangkat desa setempat.

 

Wakil Ketua PWNU Aceh Abdullah Basyah dalam taushiahnya mengharapkan, sekretariat Fatayat NU ini agar dimanfaatkan dengan baik, terutama untuk jalannya rada organisasi serta juga dapat bermanfaat bagi masyarakat sekitar. Ke dapan akan diupayakan membangun aula di lantai 2, diharapkan dapat dimanfaatkan untuk kegiatan-kegiatan organisasi dan masyarakat sekitar. [Nat Riwat/Abdullah Alawi]

 

 

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Hasil Penelitian: Boneka Melatih Kecerdasan Emosional Anak
  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme