Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Wujudkan Pusat Kajian Islam Dunia, Kemenag Gelar Konferensi Guru Besar

Posted on November 27, 2015

Jakarta, Direktorat Pendidikan Tinggi Islam (Diktis) Kementerian Agama RI terus berupaya meningkatkan produktivitas akademik para dosen dan guru besarnya untuk melakukan berbagai penelitian dan temuan. Hal ini dilakukan dalam rangka mewujudkan visi Direktorat Pendidikan Islam Kemenag RI, yakni menjadikan Indonesia sebagai destinasi (tujuan) kajian Islam dunia. Oleh Karena itu, pihaknya menggelar Konferensi Guru Besar.

Hal ini disampaikan oleh Prof Dr Phil Kamaruddin Amin dalam jumpa pers, Jumat (27/11) di Kantor Kemenag Pusat Jl Lapangan Banteng, Jakarta. Jumpa pers dilakukan untuk mengawali kegiatan Konferensi Guru Besar yang akan dilaksanakan Ahad-Selasa (29/11-01/12) di Hotel The Media, Jl Gunung Sahari, Jakarta Pusat.

Dalam kegiatan bertajuk ‘Meningkatkan Integritas dan Reputasi Akademik Guru Besar PTKI’ ini, Kamaruddin menerangkan, bahwa Guru Besar atau seorang Profesor merupakan halaman awal atau gerbang pertama dalam sebuah perguruan tinggi. Dengan kata lain, lanjutnya, reputasi bagus sebuah perguruan tinggi sangat ditentukan oleh seorang Profesor dan para dosennya.

“Sebanyak 415 guru besar di lingkungan PTKI (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam) akan duduk bersama dan mengajak mereka untuk merancang berbagai hal terkait pendidikan, penelitian, dan inovasi pendidikan,” ujar Kamaruddin.

Dia menjelaskan, ratusan guru besar dari berbagai disiplin keilmuan tersebut akan didorong agar lebih produktif lagi dalam menghasilkan berbagai karya penelitian akademik sehingga visi Indonesia sebagai pusat kajian Islam dunia dapat terwujud. Selain itu, katanya, para guru besar juga dituntut agar perguruan tinggi sebagai pusat kajian akademik menjadi menarik dalam berbagai disiplin keilmuan.

“Apa yang dilakukan oleh Kemenag ini adalah untuk memfasilitasi para guru besar untuk mengaktualisasikan diri secara akademik dengan karya-karya produktif,” terang Guru Besar UIN Sultan Alauddin Makassar ini.

Kamaruddin juga menerangkan, bahwa selama 60 tahun berdiri, PTKI baru pertama kali menyelenggarakan Konferensi Guru Besar di tahun 2015 ini. Pertemuan ini akan difokuskan untuk melahirkan gagasan produktif dan cemerlang. Hal ini juga dilakukan, karena belakangan ini integritas dan reputasi akademik profesor sedang diperbincangkan. “Sebab itu, sudah saatnya para profesor menjawabnya dengan beberapa aksi nyata,” jelasnya.

Untuk mewujudkan aksi nyata tersebut, tambahnya, dalam konferensi itu akan dibahas eman tema utama, yaitu: pertama, perumusan kembali konsorsium keilmuan PTKI dengan membentuk konsorsium-konsorsium keilmuan Islam. Kedua, membincang ulang peran akademik profesor pada PTKI. Ketiga, internasionalisasi dan networking karya-karya akdemik PTKI. Keempat, evaluasi dan kategorisasi rumpun ilmu dan program studi Islamic Studies pada PTKI.

“Kemudian kelima, mainstreaming integrasi keilmuan sebagai distingsi (pembeda, red) PTKI, dan keenam, membincang kapita selekta penyelenggaraan pendidikan pada PTKI, seperti beban kerja dosen, disiplin pegawai, pengembangan karir dosen, dan materi-materi penting lain,” papar Kamaruddin.

Senada dengan Kamaruddin, Direktur Diktis Kemenag RI, Prof Dr Amsal Bachtiar mengatakan, Konferensi Guru Besar ini dimaksudkan untuk merajut gagasan cemerlang yang selama UIN/IAIN berdiri, baru pertama kali diselenggarakan.

“Selain itu, pertemuan ini juga dimaksudkan untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapi oleh PTKI, seperti KKNI (Kerangka Kualifikasi Nasional Indonesia) dan tantanga kompetisi perguruan tinggi secara global sehingga PT kita menjadi kompetitif di secara global untuk mewujudkan Indonesia sebagai pusat kajian Islam dunia,” tandasnya. 

Dalam jumpa pers ini, hadir pula Kasubdit Ketenagaan Diktis Kemenag RI, Prof Dr Imam Syafe’i dan para wartawan dari berbagai media online, cetak, dan televisi. (Fathoni) 

Sumber: NU Online

Terbaru

  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • Polisi Polda Sumut Resmi Dipecat: Dari Video Viral Sampai Sidang Etik Ini Kronologinya
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme