Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kapitayan yang Tak Pernah Hilang

Posted on April 23, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Heru Harjo Hutomo

Dalam kebudayaan Jawa waktu tak pernah dipahami secara linear sebagaimana dalam kebudayaan lainnya, semisal kebudayaan Barat maupun Arab. Memahami konsep waktu dalam kebudayaan Jawa merupakan suatu hal yang pokok untuk memahami bagaimana orang-orang Jawa, khususnya di masa silam, melakoni kehidupannya. Ketika waktu dipahami secara sirkular, yang konon selalu diidentikkan dengan senjata cakra yang berbentuk lingkaran, maka kehidupan ini seperti dijalani laiknya menonton pagelaran wayang purwa: reflektif dan penuh penghayatan. Bukankah rahasia orang Jawa yang betah dijajah selama 350 tahun erat kaitannya dengan konsep waktu sirkular ini, tanpa menilainya sebagai baik ataupun buruk?

Menonton, dalam konteks pagelaran wayang purwa, bukanlah sebentuk aktifitas yang seperti halnya melihat pertunjukan kesenian biasa. Menonton pagelaran wayang purwa adalah juga sebentuk laku untuk memahami diri kita sendiri dalam kaitannya dengan proses sangkan-paran. Karena itulah pagelaran wayang purwa kerap diistilahkan sebagai “wayangan” yang merupakan turunan dari istilah “ma-hyang” dimana kemudian istilah “wayang” berasal. Secara semantis dan historis, istilah “ma-hyang” diturunkan dari istilah “Hyang” yang berarti leluhur dan juga untuk penyebutan Tuhan sebagaimana yang termaktub dalam ungkapan “Sang Hyang.” Maka, di masa silam, dan bahkan sampai kini dalam bentuk pagelaran wayang ruwat, pagelaran wayang purwa pada dasarnya adalah sebentuk ritual, sebentuk laku.

Dengan menyeksamai perkembangan pagelaran wayang purwa, yang identik dengan laku kepada Tuhan Yang Esa, orang pun akan dapat meragukan teori-teori kelahiran agama yang selama ini diyakini, bahwa perkembangan agama bermula dari bentuk animisme-dinamisme, politeisme dan kemudian teisme. Dalam berbagai literatur yang mengungkapkan sejarah Jawa banyak disebutkan bahwa agama atau kepercayaan yang dianut oleh orang Jawa, sebelum agama-agama besar datang, adalah agama Budi.

Dalam Serat Dharmagandul dikisahkan bahwa konon Sabdapalon akan datang kembali bersama agama budi-nya yang 500 tahun sempat tersisih oleh agama Islam. Hal ini senada pula dengan Serat Jangka Seh Bakir yang pernah menyatakan bahwa umur tanah Jawa adalah selama 2100 tahun. Serat Jangka Seh Bakir sendiri mengisahkah pertemuan antara Syekh Subakir dengan Dahyang pulau Jawa: Semar dan Togog.
Baca juga:  Kisah-Kisah Almanak: dari Mulai Planet hingga Perang Salib
Pertemuan itu adalah dalam rangka babad tanah Jawa yang disertai oleh “jangka” atau siklus waktu yang terjadi di tanah Jawa. Seusai pertemuan antara Syekh Subakir dengan Semar dan Togog, 100 tahun kemudian berdiri sebuah kerajaan yang bernama Gilingwesi yang terletak di Pranaraga. Raja yang bertahta bernama Prabu Selaarga yang untuk kali pertamanya menganut agama Budi dengan menyebut nama Tuhannya sebagai “Dewa Bathara.” Pada masa ini kerajaan Gilingwesi dikabarkan sudah menyembah Tuhannya yang disifati sebagai yang menguasai alam seisinya (Hyang Kang Murbeng Ngalam). Tak jelas benar apakah kerajaan Gilingwesi yang dikabarkan oleh Serat Jangka Seh Bakir merujuk pada daerah Ponorogo kini yang dahulu pernah pula bernama Pranaraga atau daerah lainnya, yang terang pada masa kerajaan Gilingwesi inilah orang Jawa dikabarkan sudah bertuhan sebagaimana yang banyak diyakini kini.

Lelakone tanah Jawa iki

Wus tinakdir benjang sirnanira

Rong ewu satus warsane

Wiwit iki ing taun satus warsa tanpa narpati

Maksih kadya kukila

Durung ana ratu

Miwah durung ana tata

Yen wus jangkep satus warsa karseng Widhi

Nulya kang narendra

 

Gilingwesi arane nagari

Akalawan Pranaraga iki

Wiwit ana narendrane

Jejuluk sang Prabu

Selaarga ingkang wewangi

Ing kono sira monga

Awora janmeku

Iku wiwit ana tata

Sri narendra murwani agama Budi

Nebut dewa bathara

 

Tancep tuhu manembah dewa di

Wus inganggep Hyang Kang Murbeng Ngalam

Kang karyeng rat saisine

Pinetang laminipun

Satus warsa sirnaneng nagri

 
Baca juga:  Kepribadian Mulia Rasulullah Sebelum Menjadi Nabi
Kisah tanah Jawa ini

Sudah ditakdirkan esok sirnanya

Dua ribu seratus tahunnya

Seratus tahun dari sekarang tanpa raja

Masih seperti burung

Belum ada raja

Juga belum ada aturan

Ketika genap seratus tahun kehendak Tuhan

Lantas muncullah rajanya

 

Gilingwesi nama kerajaannya

Yang terletak di Pranaraga

Mulailah ada rajanya

Yang bergelar Sang Prabu

Selaarga namanya

Ketika itu engkau momonglah

Dan berbaur dengan manusia

Ketika itulah tatanan berada

Sang Raja memulai agama Budi

Dengan menyebut Tuhannnya Dewa Bathara

 

Sungguh menghunjam keyakinannya akan Tuhan

Sudah dianggap sebagai Yang Menguasai Alam

Yang menciptakan jagat seisinya

Hitungan lamanya

Seratus tahun sirnanya negeri

 

Tentu, kepercayaan dan penyembahan pada Tuhan yang menguasai alam seisinya bukanlah sebentuk animisme-dinamisme. Justru, kepercayaan ini adalah sejenis kepercayaan pada Tuhan Yang Maha Esa yang dahulu dinamakan sebagai kapitayan. Saya sendiri memandang bahwa animisme-dinamisme datang sesudah kapitayan atau dalam Serat Dharmagandul dan Serat Jangka Seh Bakir dikenal pula sebagai agama Budi. Bukankah dalam kepercayaan sufisme terdapat anggapan bahwa Nur Muhammad lebih dahulu ada daripada Nabi Ibrahim yang dikenal sebagai bapak monotesime?

Kepercayaan akan Nur Muhammad ini penting untuk saya utarakan mengingat kapitayan maupun agama Budi tak semata berkembang di Jawa. Mereka semua adalah sejenis kearifan-kearifan purba yang lazim ada dalam kebudayaan apapun. Dalam kajian filsafat, hal ini popular dengan istilah filsafat perenial.

Namun tak sebagaimana Serat Jangka Seh Bakir yang menyatakan agama Budi digantikan oleh agama Islam pada masa Demak. Dengan merujuk pada literatur-literatur sufisme, agama Budi atau kapitayan tetap hidup meskipun menjadi ancaman bagi pihak penguasa dalam bentuk doktrin tasawuf-filsafati Syekh Siti Jenar, atau samar dalam bentuk tasawuf-kultural Sunan Kalijaga.
Baca juga:  Lukisan Nabi Muhammad dalam Lintasan Sejarah
Anenggih ing nagri Demak

Apan kathah sagunging para wali

Saking Arab wijilipun

Prasami amemulang

Ngelmu becik sarengate nabi rasul

Sirnane agama Buda

Ginanti Islam agami

 

Demikianlah di negeri Demak

Sungguh banyaklah para wali

Yang berasal dari Arab

Sama-sama mengajari

Ilmu baik syariatnya para nabi dan rasul

Agama Budi menjadi sirna

Digantikan agama Islam

 

Banyak yang memahami bahwa agama Budi ini berkaitan dengan istilah budi pekerti atau secara sempit dimaknai sebagai akhlaq. Meskipun budi pekerti adalah salah satu output dari olah budi, tapi sebenarnya titik-berat agama Budi adalah pada cara berketuhanan yang mengkombinasikan nalar dan rasa yang acap dikenal sebagai “manggalih” atau kata bendanya disebut sebagai “panggalih” yang berbeda dengan “pamikir” dan “pangrasa.” Seandainya panggalih berkaitan dengan galih yang setara dengan istilah nous dalam filsafat Yunani kuno, pamikir berkaitan dengan pikiran dan pangrasa berkaitan dengan rasa. Bukankah Sunan Kalijaga banyak mewariskan ungkapan-ungkapan yang bukanlah merupakan santapan pikiran atau rasa belaka: “tanggal pisan kapurnaman” (masih tanggal 1 sudah purnama), “sonteg pisan anigasi,” (sekejap yang menuntaskan), dst. Dengan demikian, pada dasarnya, ketika kerajaan Demak berkuasa, agama Budi atau juga kapitayan tak benar-benar hilang. Mereka hidup di ruang redup agama-agama atau warisan-warisan kebudayaan yang selama ini ada di tanah Jawa yang acap dilabeli bid’ah atau bahkan sesat bagi orang-orang pandir.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Ini Arti Kode Error FP26EV dan FP27EV di Aplikasi BriMO Serta Cara Mengatasinya!
  • Cara Jadi Clipper Modal Ngedit Video di TryBuzzer, Cocok Banget Buat Pemula!
  • Cara Pakai Beb6 Wifi Password Untuk Cek Jaringan di Sekitar Kalian
  • Inilah Review Lengkap Apakah Turbo VPN Extension Aman
  • Apa itu Toko Biru? Ini Istilah Olshop yang Perlu Kamu Tahu
  • Adswerve Inc Penipu? Ini Fakta di Balik Konsultan Digital Terkemuka Dunia!
  • Sering Ditelepon 08111? Simak Apakah Ini Penipuan atau Marketing Resmi Telkomsel
  • Inilah Cara Daftar dan Login Subsidi Tepat LPG 3 kg di Merchant Apps MyPertamina!
  • Akademi Crypto Penipu?
  • Belum Tahu Arti Paket Sedang Transit di TikTok Shop? Ternyata Ini Maksudnya Biar Kalian Nggak Panik!
  • Akun Paylater Tiba-tiba Diblokir? Jangan Panik, Gini Cara Mengatasinya Biar Lancar Jaya!
  • HP Vivo Sering Mati Sendiri Padahal Baterai Masih Banyak? Ini Penyebab dan Solusinya!
  • Inilah Cara Mengatasi BNI Mobile Banking Transaksi Tidak Dapat Dilanjutkan dan Penjelasan Kode Errornya!
  • Inilah Daftar Lengkap Tempat OVO PayLater Bisa Digunakan
  • Gini Caranya Biar Nggak Mati Topik Pas Lagi Main RP Role Play
  • Gini Caranya Atasi Kontak yang Sudah Dihapus Tapi Masih Ada di WA, Dijamin Ampuh!
  • Cara Mengatasi DJP Online Error 403 atau 405 dengan Mudah
  • Sering Lihat Kata Puqi di TikTok? Jangan Asal Tulis, Ternyata Ini Artinya!
  • Apa Itu HP Refurbished?
  • Cara Backup WhatsappGB Tanpa Hilangkan Chat
  • Belum Tahu? Ini Trik Dapat Battle Emote Ejen Ali Mobile Legends Gratis Permanen!
  • Kelebihan dan Kekurangan Paypal Indonesia 2026
  • Inilah Fungsi Web Browser Terbaru yang Bikin Internetan Kalian Jauh Lebih Aman!
  • Ini Cara Pinjaman Online Bank Mandiri Langsung Cair via Livin Tanpa Ribet
  • Gagal Tukar Pengguna Dapodik? Jangan Panik, Ini Trik Ampuh Buat Jenjang PAUD dan SD!
  • Game Terasa Berat Padahal HP Bagus? Ini Trik Setting WebView yang Jarang Orang Tahu!
  • Cara Simpan Video FreeReels ke Galeri Tanpa Watermark, Dijamin Aman dan Resmi!
  • Capek Mancing Terus? Coba Trik AFK Fish It Roblox 2026 Ini, 100% Gratis Tanpa Langganan!
  • Profil Andy Dahananto, Pilot Pesawat ATR Indonesia Air Yang Jatuh di Maros, Sulawesi Selatan
  • Update Pencarian Pesawat IAT: Suara Ledakan di Maros Bikin Geger, Ini Fakta Terbarunya!
  • Grain DataLoader Python Library Explained for Beginners
  • Controlling Ansible with AI: The New MCP Server Explained for Beginners
  • Is Your Headset Safe? The Scary Truth Bluetooth Vulnerability WhisperPair
  • Dockhand Explained, Manage Docker Containers for Beginners
  • Claude Co-Work Explained: How AI Can Control Your Computer to Finish Tasks
  • Tutorial Langfuse: Pantau & Optimasi Aplikasi LLM
  • Begini Teknik KV Caching dan Hemat Memori GPU saat Menjalankan LLM
  • Apa itu State Space Models (SSM) dalam AI?
  • Begini Cara Mencegah Output Agen AI Melenceng Menggunakan Task Guardrails di CrewAI
  • Tutorial AI Lengkap Strategi Indexing RAG
  • Apa itu Skandal BlackCat Ransomware?
  • Apa itu ToneShell? Backdoor atau Malware Biasa?
  • Apa itu Parrot OS 7? Ini Review dan Update Terbesarnya
  • Clipper Malware? Ini Pengertian dan Bahaya yang Mengintai Kalian
  • Kronologi Serangan Gentlemen Ransomware di Oltenia Energy
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme