Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Untuk Windows 12, INILAH TUJUH Fitur Keren Linux yang Wajib Diadopsi!

Posted on May 28, 2024

Pengguna Windows 12, merapat! Meskipun Windows 12 masih dalam pengembangan, tak ada salahnya kita berharap dan meminta fitur-fitur keren. Mari kita intip ke dunia Linux, sang “underdog” di ranah sistem operasi desktop, untuk melihat fitur-fitur yang bisa diadopsi Windows 12!

1. Bebas Iklan di Antarmuka Pengguna

Baru-baru ini, Microsoft mulai menguji iklan di Start Menu Windows 11. Alasannya? Iklan dan rekomendasi bisa membantu pengguna menemukan aplikasi dan produk yang bagus. Terlepas dari efektivitasnya, kehadiran iklan di antarmuka pengguna (UI) bisa mengganggu dan merusak fokus. Ini adalah salah satu alasan utama mengapa banyak orang beralih ke Linux untuk pekerjaan mereka, sementara Windows tetap digunakan untuk bermain game dan hiburan.

Bandingkan dengan Linux yang menawarkan ruang kerja yang jauh lebih profesional. UI Linux sangat bisa disesuaikan, sehingga Anda dapat membuatnya sesuai alur kerja. Sistem operasi ini tidak akan pernah mengganggu Anda dengan rekomendasi aplikasi atau dorongan untuk membeli layanan lain saat Anda menggunakannya.

Namun, jika Anda memang menginginkan rekomendasi, Anda bisa mendapatkannya di app store dalam bentuk daftar “Aplikasi Unggulan” atau “Pilihan Editor”. Intinya, rekomendasi tersebut tidak mengganggu dan fokus utamanya adalah membantu Anda menemukan aplikasi yang Anda cari.

Jadi, fitur pertama yang harus “dicuri” Windows 12 dari Linux adalah pengalaman pengguna yang tidak terganggu iklan. Idealnya, iklan dihilangkan sepenuhnya. Namun, opsi “opt-in” untuk menampilkan iklan akan memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik daripada pengaturan default “aktif” seperti saat ini.

2. Variasi Start Menu yang Lebih Banyak

Sekarang, mari kita bahas hal yang menyenangkan! Apa yang biasanya diubah pada setiap rilis Windows baru? Ya, desain Start Menu! Untuk Windows 12, bagaimana kalau pengguna diberi kebebasan memilih atau menyesuaikan Start Menu mereka sendiri?

Start Menu Windows 7 disukai banyak orang. Start Menu Windows 8 adalah fase yang ingin kita lupakan, baik kita maupun Microsoft. Start Menu Windows 10 menuai berbagai kritik, tetapi saya pribadi menyukainya. Start Menu Windows 11 memiliki lebih banyak penggemar, tetapi saya bukan penggemar berat.

Daripada membuat perubahan UI yang memecah belah ini, mengapa tidak mengizinkan pengguna untuk menyesuaikan Start Menu sesuai keinginan mereka?

Sebagai contoh, Kubuntu yang menggunakan KDE Plasma menawarkan berbagai jenis variasi peluncur untuk Menu Aplikasi (setara dengan Start Menu Windows).

Sementara di Ubuntu, Anda dapat memasang ekstensi bernama Arc Menu, yang menyediakan puluhan variasi menu aplikasi dengan opsi penyesuaian yang luas.

3. Widget di Desktop

Windows 7 dulu memiliki widget dan itu luar biasa. Sayangnya, Microsoft menghapusnya karena masalah keamanan, namun widget (semacamnya) hadir kembali di Windows 11. Masalahnya, widget Windows 11 tersembunyi di panel terpisah dan tidak tertanam langsung di desktop.

Akan sangat menyenangkan jika Windows 12 menerapkan widget desktop secara tepat, seperti yang bisa Anda lihat di Kubuntu:

Dengan widget desktop, Anda memiliki akses langsung ke informasi bermanfaat seperti pengingat, daftar tugas, pembaruan cuaca, jam dunia, dan banyak lagi, tanpa perlu membuka banyak aplikasi.

4. Penataan Jendela Otomatis

“Penataan Jendela Otomatis” (Window Tiling) adalah istilah teknis untuk mengatur semua jendela yang terbuka di layar Anda agar tidak saling tumpang tindih. Ini dapat membuat desktop Anda lebih rapi dan produktif.

Microsoft sebetulnya telah membuat langkah maju yang signifikan dalam hal ini. Fitur seperti Snap Assist dan PowerToys Fancy Zones memungkinkan Anda untuk mengatur semua jendela terbuka secara manual. Selain itu, Windows 11 memiliki Window Snap, yang memungkinkan Anda mengarahkan kursor ke tombol maksimalkan untuk mengatur posisi jendela ke area tertentu di layar.

Mari kita sempurnakan ini di Windows 12 dengan dukungan untuk penataan jendela otomatis. Tentu saja, ini akan menjadi fitur opsional yang dapat Anda aktifkan/nonaktifkan. Jika diaktifkan, setiap kali Anda membuka jendela baru, jendela tersebut akan secara otomatis diatur dalam pola persegi yang tidak tumpang tindih. Jadi, satu aplikasi bisa membuka layar penuh, dua aplikasi berbagi layar 50/50, dan aplikasi lainnya akan membagi layar secara proporsional (dengan cara yang telah ditentukan) tanpa tumpang tindih. Linux sudah lama memiliki fitur ini. Inilah tampilan penataan otomatis di Pop_OS!

5. Opsi untuk Menyesuaikan Taskbar

Windows 10 menawarkan opsi penyesuaian yang layak untuk Taskbar. Sayangnya, Windows 11 sangat mengurangi opsi tersebut hingga Taskbar sekarang terpaku di bagian bawah layar; Anda tidak dapat memindahkannya ke kiri, kanan, atau atas.

6. Pengalaman Desktop Virtual yang Lebih Terintegrasi

Desktop virtual adalah cara yang bagus untuk mengatur aplikasi yang terbuka dan meningkatkan produktivitas. Microsoft memperkenalkannya di Windows 10 dan meningkatkan pengalamannya secara keseluruhan dengan Windows 11.

Untuk meningkatkan fitur ini di Windows 12, akan sangat luar biasa jika ada opsi untuk memvisualisasikan dan mengelola semua desktop virtual langsung dari Taskbar. Selain itu, opsi untuk meluncurkan aplikasi ke desktop yang berbeda dari Task View akan menjadi game-changer. Lihat Ubuntu’s Activities Overview (setara dengan Task View Windows 11) untuk memahami maksud saya.

Di bagian atas, terdapat deretan jendela mini untuk semua desktop virtual yang terbuka (Workspaces). Anda dapat mengkliknya untuk beralih antar desktop. Bagian tengah menunjukkan desktop Anda saat ini dengan semua aplikasi yang terbuka. Di sebelah kiri, Ubuntu Dash (mirip dengan Taskbar Windows) memungkinkan Anda menyeret dan melepas aplikasi ke desktop virtual mana pun.

Selain itu, ekstensi Workspace Indicator menambahkan sakelar desktop virtual ke panel, memungkinkan Anda beralih dan memindahkan aplikasi antar desktop langsung dari panel tanpa membuka Activities Overview.

7. KDE Activities

Kebanyakan orang menggunakan PC Windows tunggal untuk berbagai tugas seperti bekerja, bermain game, bersantai, dan belajar. Sayangnya, Windows tidak menyediakan cara yang berarti untuk memisahkan berbagai kasus penggunaan ini.

Namun, Anda dapat melakukannya jika Windows 12 hadir dengan fitur seperti KDE Activities. Berikut sekilas cara kerja KDE Activities:

KDE Activities seperti desktop virtual dengan steroid. Anda dapat membuat beberapa aktivitas, masing-masing dengan wallpaper, pintasan keyboard, ikon desktop/pintasan, dan aplikasi yang disematkan di Taskbar dan Start Menu yang unik.

Secara pribadi, saya menggunakan KDE Activities dan memiliki tiga Aktivitas yang dioptimalkan dengan aplikasi dan alat yang didedikasikan untuk penelitian, penulisan, dan komunikasi tim. Hal ini memungkinkan saya untuk beralih antar status alur kerja yang berbeda dengan mudah tanpa terganggu oleh notifikasi atau ikon aplikasi yang menarik. Dengan fitur ini, Windows 12 pasti akan menjadi pembangkit tenaga produktivitas.

Kesimpulan

Meskipun Windows 12 masih dalam pengembangan, fitur-fitur yang disebutkan di atas dapat menjadikannya sistem operasi yang lebih menarik bagi pengguna yang mencari pengalaman yang lebih personal, produktif, dan bebas iklan.

Tentu saja, ini hanya beberapa ide. Microsoft memiliki banyak pilihan untuk meningkatkan Windows 12, dan kita hanya bisa berharap mereka mendengarkan masukan dari komunitas pengguna.

Bagaimana menurut Anda? Fitur Linux mana yang ingin Anda lihat di Windows 12? Bagikan pendapat Anda di kolom komentar!

Terbaru

  • Cuma 1 Jutaan! Ini 4 Rekomendasi HP POCO yang Performa Tetap Gila di 2026
  • Inilah Rekomendasi Laptop 5-6 Jutaan Paling Worth It di Pertengahan 2026, Spek Mewah Harga Ramah!
  • Inilah Deretan Smartphone Snapdragon 8s Gen 4 yang Bikin Kompetisi HP Menengah Atas Makin Panas!
  • Mengenal Otak di Balik AI: Apa Itu LLM dan Manfaatnya dalam Keseharian Kita Menurut Sebastian Raschka
  • Inilah Rahasia Spasi FF Salin Biar Nickname Kalian Makin Keren dan Unik Tanpa Aplikasi Tambahan
  • Rekomendasi HP Kamera Bagus 2-6 Jutaan Bulan Juli 2026
  • Cuma 2 Jutaan! Ini 6 Rekomendasi HP Paling Worth It Buat Multitasking dan Gaming Ringan
  • Rumor Galaxy Z Flip8 Jadi Seri Terakhir: Mengapa Samsung Mungkin Berhenti Bikin HP Lipat Clamshell?
  • Inilah Cara Registrasi Kartu SIM Pakai Verifikasi Biometrik Mulai 1 Juli 2026, Gak Bisa Lagi Pake Nomor Bodong!
  • Jangan Asal Lap! Inilah Cara Membersihkan Layar TV LED yang Benar Agar Tidak Rusak
  • Realme Narzo 100x 5G Segera Rilis: Baterai 8.000mAh, Layar 144Hz, dan Sertifikasi Militer
  • Waspada Penipuan Akun Mobile Legends: Kenali Pentingnya Marketplace Resmi dan Status PSE
  • Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!
  • Samsung Bisa “AirDrop” ke iPhone? Cek Cara Pakai Fitur Quick Share Terbaru Ini!
  • Vivo X Fold 6 Bakal Masuk Indonesia? Speknya Gila, Baterai 7.000 mAh & Kamera 200 MP!
  • Bocoran iPhone Air 2: Akhirnya Apple Nggak Cuma Jual Tipis, Tapi Juga Baterai Awet dan Kamera Oke!
  • Google Search Console rilis fitur Social Media Property, bisa pantau TikTok & Instagram
  • Hati-hati! 22 Platform Digital Terancam Diblokir Pemerintah, Cek Daftar Hotel dan Maskapainya di Sini
  • Baterai 7.000mAh & Standar Militer, Inilah Moto G77 Power
  • Inilah Cara Shopee dan Meta Bikin Kalian Makin Gampang Dapat Cuan Afiliasi Instagram Tanpa Ribet
  • Gila Sih! Vivo Rilis HP Baterai 8.000 mAh di 2026, Nggak Perlu Ribet Bawa Powerbank Lagi?
  • Infinix Hot 70 vs Tecno Spark 50: Pilih Baterai Jumbo 7000 mAh atau Fast Charging 45W di Harga 2 Jutaan?
  • Gak Perlu HP Mahal buat Pake AI: Intip Fitur Canggih di Samsung Galaxy A37 dan A57 yang Bikin Hidup Lebih Gampang
  • Bocoran Galaxy Unpacked Juli 2026: Z Fold 8 & Z Flip 8 Bakal Fokus ke On-Device AI, Makin Canggih atau Cuma Gimmick?
  • Duel Tablet 2 Jutaan: ADVAN Tab Sketsa 3 vs itel VistaTab 30GT, Mana yang Lebih Worth It buat Kerja?
  • Review Asus ExpertBook PM5 G2: Laptop Bisnis Rasa AI, Ringan tapi Gak Kaleng-kaleng
  • Review Redmi Pad 2 9.7 4G: Tablet Murah yang Bisa Pakai Kartu SIM, Worth It Nggak?
  • Review JBL Quantum Series: Inilah Alasan Kenapa Audio Berkualitas Bisa Bikin Kamu Menang Main Game
  • Review Vivo Y500: HP Baterai Jumbo 8.100mAh yang Bikin Nggak Perlu Cari Colokan Lagi!
  • Oppo Reno16 Series Resmi Masuk Indonesia: Kamera 200MP dan Fitur AI yang Bikin Konten Jadi Sat-set!
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • How to Hardening Journald on Linux Server (Fedora/AlmaLinux)
  • Block Bad USB on Linux Server with USBGuard
  • How to Secure NetworkManager on Fedora/AlmaLinux
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Menghadapi Krisis 30 Juta Ton Sampah: Inovasi Pembalut Organik dan Urgensi Edukasi Lingkungan bagi Perempuan
  • Tips Menata Kamar Tidur ala Feng Shui: Cara Mengundang Energi Positif dan Rezeki ke Dalam Ruangan
  • Siapa Don Ritto? Pengacara yang Terseret Kasus Korupsi Bareng Mantan Jaksa Agung Muda
  • 7 Rekomendasi Foundation Full Coverage Terbaik untuk Menutup Flek Hitam dan Bekas Jerawat agar Wajah Flawless
  • 9 Rekomendasi Cushion Lokal Terbaik untuk Menutupi Flek Hitam dan Bekas Jerawat Secara Instan

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme