Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Blora berpotensi untuk mencalonkan kader mereka sendiri atau tanpa berkoalisi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Hal ini menjadi mungkin setelah perolehan suara atau kursi PKB mencapai ambang batas 20 persen dari total 45 kursi di DPRD Blora.
Abdul Hakim, Ketua DPC Kabupaten Blora, menyatakan bahwa PKB Blora memiliki kesempatan untuk mencalonkan kader mereka secara langsung atau tanpa berkoalisi pada Pilkada 2024. Menurutnya, berdasarkan rapat pimpinan wilayah beberapa waktu lalu, ada 7 kabupaten atau kota di Jawa Tengah yang memiliki potensi untuk mengusung kandidat secara independen, termasuk Kabupaten Blora.
Oleh karena itu, Abdul Hakim mengungkapkan bahwa DPC Kabupaten Blora berencana untuk mengusulkan kembali Bupati Blora Arief Rohman untuk maju dalam Pilkada 2024. Namun, keputusan akhir akan berada di tangan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Pusat (DPP).
Meskipun PKB Blora memiliki kesempatan untuk mencalonkan kader sendiri tanpa berkoalisi, Abdul Hakim menyatakan bahwa mereka tetap terbuka untuk berdiskusi dengan partai lain yang ingin bergabung. Mereka berkomitmen untuk mengakomodasi semua kekuatan politik yang ada di Kabupaten Blora.
Abdul Hakim juga mengungkapkan bahwa beberapa partai politik telah mendekat dan melakukan komunikasi dengan PKB Blora. Namun, terkait dengan calon wakil bupati yang akan mendampingi Arief Rohman, Hakim belum dapat memastikannya. Rencananya, akan dibuka pendaftaran untuk calon wakil bupati yang akan mendampingi Arief Rohman.
Hakim memberikan gambaran tentang kriteria calon wakil bupati yang akan mendampingi Arief Rohman, menyebutkan bahwa elektabilitas menjadi salah satu pertimbangan utama. PKB Blora juga berencana untuk melakukan survei terhadap calon pendamping Arief Rohman untuk Pilkada 2024, dengan fokus pada elektabilitas mereka.