Cepat Membuat Dashboard Reporting dengan KoolReport

Bingung harus menentukan framework dan stack teknologi yang tepat untuk membuat Dashboard Reporting ataupun rekap-rekap data yang berasal dari banyak data (multiple-source data)? Silakan pakai KoolReport.

Apa itu KoolReport?

KoolReport ini boleh dibilang sebagai framework khusus untuk Reporting Data dan Reporting Delivery. Tidak hanya menyediakan tool untuk mengatur proses data secara umum, KoolReport juga menyediakan tool untuk melakukan visualisasi data dengan apik dan mudah. Continue reading Cepat Membuat Dashboard Reporting dengan KoolReport

Mengenal PSALM, Tool Analisis Error Script PHP yang Keren!

Sebagai developer PHP, kadang perkara sekecil mengetahui error warning atau error notice di script PHP yang kita bikin, itu bisa terlewat begitu saja. Sehingga biasanya meninggalkan bom waktu untuk jauh-jauh hari di masa depan, ketemu dengan bug yang aneh dan terlupakan ūüėÄ

Makanya, sebelum merilis script PHP kita ke tahapan berikutnya, sebaiknya dianalisis dulu. Baik itu menggunakan Unit Testing dengan PHPUnit, ataupun menganalisis kecil-kecilan dengan tool analisis statis. Dalam tutorial ini, kita akan menggunakan tool bikinan Vimeo, yaitu PSALM.

PSALM adalah tool analisis statis untuk PHP. PSALM mampu menjelajah jauh dan mengetahui error remeh-temeh para developer PHP seperti null reference maupun variable yang typo (salah tulis).

Instalasi

Untuk instalasi dari PSALM sendiri sudah mendukung composer gan. Silakan install dengan perintah:

composer require --dev vimeo/psalm

Kemudian langkah keduanya melakukan konfigurasi dengan perintah:

./vendor/bin/psalm --init [folder_source_code_yg_akan_dianalisis] [level]

dimana perintah tersebut akan melakukan analisis ke folder folder_source_code_yg_akan_dianalisis dengan level analisis dari 1-8 (tergantung settingan)

lebih jelasnya silakan simak video berikut gan:

Cara Membuat Visitor Counter di Laravel dengan Laravel Visits





Pada tutorial kali ini kita akan membuat counter pengunjung website yang menggunakan Laravel sebagai framework CMS-nya. Library yang kita gunakan adalah Laravel Visits yang dibuat oleh awssat, di Github. Laravel Visits menyimpan statistik yang diolah dan direkamnya pada database Redis. Jadi wajib server sampeyan sudah terpasang Redis.

Untuk fitur dari Laravel Visits ini antara lain:

  • model item yang bisa disesuaikan dengan kunjungan yang direkam menggunakan tag-tag khusus
  • tidak terbatas pada satu model counter,
  • rekam per visitor dan tidak melulu menggunakan deteksi ip address

Instalasi

Untuk instalasinya sendiri, sudah mendukung penggunaan Composer. Jadi tinggal ketik saja perintah

composer require awssat/laravel-visits

Konfigurasi Database Redis

Bagi yang sudah biasa konfigurasi Redis, silakan dilewati saja gan. Sampeyan terusin baca yang lain saja.

Buka file config/database.php. Disana ada satu bagian khusus untuk konfigurasi Redis. Nah, otak-atik disitu saja, sesuaikan dengan konfigurasi masing-masing.

'redis' => [

    'client' => 'predis',

    'default' => [
        'host' => env('REDIS_HOST', 'localhost'),
        'password' => env('REDIS_PASSWORD', null),
        'port' => env('REDIS_PORT', 6379),
        'database' => 0,
    ],

],

tambahkan koneksi Redis baru:

'laravel-visits' => [
            'host' => env('REDIS_HOST', '127.0.0.1'),
            'password' => env('REDIS_PASSWORD', null),
            'port' => env('REDIS_PORT', 6379),
            'database' => 3, // anything from 1 to 15, except 0 (or what is set in default)
        ],

Simpan.

Buka file config/visits.php. Dan sesuaikan koneksinya:

'connection' => 'default'

Penggunaan

Untuk penggunaanya, Laravel Visits sudah menyediakan helper function yang bisa kita panggil di View maupun di Controller.

Contohnya:

visits($model)->{method}()

dimana $model adalah model menggunakan Eloquent dalam project sampeyan, dan
{method} adalah method yang didukung oleh Library ini. Misalnya Increment, Decrement, tambah lebih satu (dll).

Contohnya:

visits($post)->increment(); // tambah visit counter 1 kali
#
visits($post)->increment(10); // tambah visit counter 10 kali
#
visits($post)->decrement(); // kurangi visit counter 1 kali
#
visits($post)->decrement(4); // kurangi visit counter 4 kali
#
visits($post)->seconds(30)->increment() // tambah visit counter 1 kali tiap 30 detik

Referensi lebih lanjut, silakan sampeyan baca-baca disini: https://github.com/awssat/laravel-visits



Bermain-main dengan GD Library di PHP Menggunakan Imageutil





Apa sih GD Library? atau GD Graphics Library adalah pustaka aplikasi grafis buatan om Thomas Boutell dkk untuk memanipulasi gambar/images. Dibuat pertama kali pada tahun 1994, haha, 24 tahun yang lalu!

Dalam artikel ini kita akan mengoptimalkan penggunaan pustaka GD ini menggunakan bahasa PHP, lewat class ImageUtil by JG. Wajib hukumnya sudah terpasang ekstensi php-gd di sistem. Dan.

Memasang ImageUtil

Class ImageUtil bisa didapat di laman Github, https://github.com/byjg/imageutil dan bisa dipasang (lebih mudah) dengan bantuan composer (silakan baca-baca artikel disini, jika kurang jelas tentang composer).

composer require "byjg/imageutil=1.*"

Penggunaan

Untuk menggunakan Imageutil cukup mudah, inisialisasi saja. Lalu panggil method yang diinginkan.

Membuat Image dari file PNG

$img = new ImageUtil('/path/ke/file/gambar.png');

Membuat Image dari URL

$img = new ImageUtil('http://url.kegambar.com/gambar.jpg');

Membalik (flip) Gambar

contoh:

$img = new ImageUtil('gambar-gedung.png');

$img->flip(Flip::Vertical)->resize(140,null)->save('gambar-gedung.jpg');

Memutar Gambar

Contoh:

$img = new ImageUtil('bintang.png');

$img->rotate(45); //45 derajat

Menambahkan Watermark Gambar

$img = new ImageUtil('gambar-gedung.png');

$watermark = new ImageUtil('http://situs.com/logo.png');

$img->stampImage($watermark, StampPosition::BottomRight);

Menambahkan Watermark Teks

$img = new ImageUtil('gambar-gedung.png');

$img->writeText('Watermark dengan Teks', 0, 70, 45, 'Arial');

Selamat mencoba!



Berbagi Tools, PHP Code Fixer: Periksa yang Deprecated, Error dll di PHP 7





Pada seri tulisan kali ini saya akan berbagi tools yang saya gunakan untuk memeriksa aplikasi-aplikasi berbasis PHP yang saya kembangkan, apakah kompatibel dengan PHP 7 atau tidak. Tentunya jika dilakukan secara manual, akan menguras tenaga sangat banyak.

Kita harus mengerti apa saja fitur yang deprecated, yang tidak didukung, dihapus dll di PHP 7 sekaligus memeriksa baris demi baris di aplikasi berbasis PHP yang kita kembangkan.

Tool yang saya gunakan adalah PHP Code Fixer dari om Wap Morgan dari Russia. Bisa diliat-liat disini: https://github.com/wapmorgan/PhpCodeFixer. Hebatnya, tidak hanya PHP 7 yang didukung oleh Class ini, tapi juga PHP 5.x. Continue reading Berbagi Tools, PHP Code Fixer: Periksa yang Deprecated, Error dll di PHP 7



Tutorial Membuat Sistem e-Commerce dengan Slim Framework: Part 1





Pada seri tutorial kali ini, kita akan membuat platform e-commerce kecil-kecilan, seperti display product, add to cart, penghitungan cart, dan pembayaran dengan menggunakan tool-tool modern namun sederhana dan mudah dipelajari.

Kali ini kita akan menggunakan framework Slim dan komponen Database dari Illuminate (sama seperti milik Laravel).

Untuk memulai mengikuti tutorial ini, setidaknya panjenengan semua sudah sedikit tahu tentang OOP Framework, PSR Autoloading, Composer dkk.

Tahap 1 Instalasi Vendor

Seperti dijelaskan diatas, kita akan menggunakan Slim dan beberapa komponen kecil lain untuk membangun project ini. Semuanya akan dikumpulkan dan diinstall oleh Composer sebagai vendor.

Silakan install dulu¬†Slim Framework¬† dengan perintah¬†composer require slim/slim “^3.0” dimana kita akan menginstall Slim Framework versi 3.

1__emka_134____documents_sisteminformasi_biz_cart__zsh_

kemudian untuk rendering view dan template kita akan pakai Twig. Jadi install saja dengan perintah composer require slim/twig-view

1__emka_134____documents_sisteminformasi_biz_cart__zsh_-2

Kemudian keperluan routing dan controller, kita butuh Dependency Injection yang mudah diimplementasikan. Jadi pakai saja dari PHP-DI. Install dengan perintah composer require php-di/slim-brigde

1__emka_134____documents_sisteminformasi_biz_cart__zsh_-3

dan untuk ORM dan manipulasi database, kita akan pakai Illuminate Database. Install dengan perintah composer require illuminate/database.

1__emka_134____documents_sisteminformasi_biz_cart__zsh_-4

Tahap ke 2 Autoloading Everything

Untuk lebih smooth memanfaatkan semua vendor diatas, kita butuh autoload PSR berjalan di project ini, jadi edit saja file composer.json dan tambahkan baris autoload.

composer_json_-_cart

Kemudian update autoload methodnya dengan composer: composer dump-autoload -o

Sehingga kita punya namespace Cart\ nanti. Dan silakan bikin folder app karena disanalah nanti seluruh script dari project ini akan kita buat.



Tutorial PHP: Membuat Push Notification Realtime dengan OneSignal API





Pada tutorial tingkat menengah kali ini kita akan membuat notifikasi realtime ke user dengan API dari OneSignal.com. Apa itu OneSignal.com? Sesuai tagline-nya: “High volume, cross platform
push notification delivery”. Dia adalah penyedia jasa push notification untuk berbagai platform, dari mulai webbrowser, android app, iOS, dan banyak lagi.

Kelebihan utama dari Onesignal.com adalah harganya yang GRATIS dan UNLIMITED. Ini screenshot dari websitenya soal pricingnya yang Gila:

Onesignal Pricing

Persiapan

Untuk mengikuti tutorial ini, pastikan kamu sudah punya satu website/sistem informasi yang sudah online. Kali ini kita akan batasi saja Push Notification paling simple dengan Webbrowser. Entah itu Browser Desktop (Firefox, Chrome, Safari, Opera dll) ataupun versi mobile (android, iOS) akan berlaku seragam dan sama-sama realtime.

Ada beberapa langkah singkat sebagai gambaran:
1. Signup akun di onesignal.com
2. Signup akun dan buat satu App di Google Services
3. Enable fasilitas Google Cloud Messaging
4. Instalasi SDK Onesignal.com
5. Tes notifikasi

Untuk signup akun di onesignal.com, silakan gunakan saja fasilitas oAuth dengan Facebook/Gmail atau Github.

Google Services dan Google Cloud Messaging

Pertama, silakan buka link Google Service Wizard: https://developers.google.com/mobile/add?platform=android&cntapi=gcm

Kemudian tulis nama sistem informasi/web sebagai identifikasi nama layanan.

Meskipun sistem informasi/web itu bukan nama aplikasi android, silakan gunakan penamaan unik seperti di android seperti: com.google.web, misal com.luthfiemka.test dll.

Klik tombol Choose and Configure Services

Kemudian klik Enable Google Cloud Messaging

Dan terakhir, copy dan simpan Sender ID dan API Key dari Google Cloud Messaging tersebut

Instalasi SDK Onesignal

Silakan login terlebih dulu di onesignal.com (signup akun baru jika belum punya).

Buat app baru dengan klik tombol Add New App

Add New App Onesignal

Klik tombol Create.

Pilih Website Push

Onesignal

Klik tombol Next dan pada halaman wizard selanjutnya pilih Google Chrome & Mozilla Firefox atau pilih Apple Safari jika sistem informasi/web mu banyak diakses dari Safari.

Kemudian pada wizard lanjutnya, tuliskan URL sistem informasi/web dan URL icon notifikasi defaultnya (dalam format PNG, transparent).

Pada bagian Choose Subdomain, silakan sesuaikan dengan kebutuhan. Ingat, URL ini adalah subdomain dari onesignal, jadi jangan main-main… akan tampil di notifikasi push yang dikirim.

Klik Next.

Kemudian sekali lagi pilih Google Chrome & Mozilla Firefox. Klik tombol Done. Pastikan kemudian kamu dapat App ID dari Onesignal.

Onesignal App ID

Instalasi SDK di Sistem Informasi/Website

Untuk langkah ini, tergantung dari kebutuhan dan target push notification yang kamu bikin. Apakah ditujukan untuk semua orang (yang baca web), atau hanya user saja (yang bisa login di web/sistem).

Silakan taruh di tempat yang semestinya, misal di bagian header atau footer template website/dashboardmu.

<script src="https://cdn.onesignal.com/sdks/OneSignalSDK.js" async='async'></script>
  <script>
    var OneSignal = window.OneSignal || [];
    OneSignal.push(["init", {
      appId: "YOUR_APP_ID",
      autoRegister: false, /* Set to true to automatically prompt visitors */
      subdomainName: 'SUBDOMAIN_NAME',   
      notifyButton: {
          enable: true /* Set to false to hide */
      }
    }]);
  </script>

Jangan lupa ganti YOUR_APP_ID dengan ID App yang didapat dari Onesignal serta SUBDOMAIN_NAME dengan nama subdomain onesignal kita (ingat di langkah kedua).

Simpan script tersebut dan lihat di browser, seharusnya dibagian kanan bawah ada icon seperti ini:

tombol onesignal

Kemudian uji coba dengan klik icon tersebut, harusnya muncul dialog dari Onesignal seperti berikut:

Screen Shot 2016-08-26 at 8.17.27 PM

dan seketika itupun seharusnya ada notifikasi push yang kita dapat berisi ucapan terimakasih karena telah subscribe push notification.

Screen Shot 2016-08-26 at 8.19.01 PM

Test Notifikasi Baru

Oke, jika langkah sebelumnya sudah berhasil. Saatnya kita mencoba mengirim push notification dari dashboard Onesignal. Silakan login ke Onesignal. PIlih nama App yang kita akan gunakan.

Kemudian klik Link New push notification.

Pada halaman new push tersebut, tuliskan judul notifikasi, dan konten notifikasinya.

Screen Shot 2016-08-26 at 8.23.12 PM

Klik tombol Preview.

Kemudian klik Send untuk mengirim push notification tersebut. INGAT, dilihat dulu konten yang anda kirim. Notifikasi setidaknya bisa diterima subscriber 1-5 detik, sekali salah konten, sudah tidak bisa di perbaiki!

Screen Shot 2016-08-26 at 8.24.50 PM

Selamat mencoba!



Belajar PHP: Membuat File JPG dari Data BLOB MySQL





Pada belajar PHP kali ini, kita akan membuat file gambar JPG dari data BLOB yang tersimpan di tabel MySQL. Yang dibutuhkan adalah tabel yang berisi konten BLOB. Apa itu BLOB? Silakan lihat disini.

Sintaks yang bisa kita gunakan: Continue reading Belajar PHP: Membuat File JPG dari Data BLOB MySQL



Belajar PHP: Mengenal Propel, ORM PHP 5.5 Yang Cepat dan Mudah Dicustom




Pengertian Propel/Apa itu Propel

Propel adalah Object-Relational Mapping (ORM) opensource untuk database SQL di PHP 5.5 ke atas yang membuat akses ke database menggunakan bentuk objects, yang dikemas secara sederhana dengan menggunakan API, baik untuk menyimpan atau mengambil data.

Salah satu hal lain yang dimahfumi dari ORM adalah kemampuan query-builder yang unik, pembuatan dan migrasi schema database, kemampuan reverse engineering tabel/database yang ada dan lain-lain.

Propel ORM
Propel ORM

Kenapa Propel?

Continue reading Belajar PHP: Mengenal Propel, ORM PHP 5.5 Yang Cepat dan Mudah Dicustom



Inilah 5 Hal Yang Bisa Kamu Lakukan Biar PHP Jadi Lebih Aman





Keamanan adalah faktor sangat penting dari pengembangan sistem, apapun itu, termasuk sistem yang dikembangkan dengan PHP. Nah, berikut adalah 5 hal yang bisa kamu lakukan biar PHP di server kamu lebih aman.

NB. Cara ini hanya bisa dilakukan kalau kamu punya akses ke server, bukan akses cpanel saja.

1. Menyembunyikan Versi PHP yang terinstall

Salah satu celah yang sebenarnya tidak cukup berbahaya namun bisa menjadi pintu gerbang bagi hacker yaitu versi PHP yang terbuka (dibiarkan bisa dibaca). Biasanya berlaku untuk versi PHP yang lawas yang masih memiliki beberapa bug berbahaya. Nah untuk mengatasinya, silakan buka file php.ini dan ubah setting expose_php menjadi OFF.

expose_php = off

2. Mencegah Remote Code Execution

Remote Code Execution adalah salah satu metode yang jarang dipakai. Sasaran utamanya adalah sistem informasi berbasis PHP yang masih membuka kesempatan bagi hacker yang masuk untuk mengeksekusi perintah yang mereka tempatkan di server mereka. Salah satu jalannya, mereka menggunakan fungsi file_get_contents(). Nah, untuk mencegah hal itu silakan ubah setting allow_url_fopen dan allow_url_include.

allow_url_fopen = off
allow_url_include = off

3. Mematikan function berbahaya

Function berbahaya jika disalahgunakan adalah fungsi-fungsi yang memberikan akses untuk menjalankan aplikasi lain, misalnya script bash, python, atau aplikasi lain di sistem. Fungsi-fungsi itu diantaranya, exec, shell_exec, passthru, system, popen, curl_exec, dll. Matikan mereka dengan taruh nama fungsi itu di setting disable_function di php.ini.

disable_functions =exec,shell_exec,passthru,system,popen,curl_exec,curl_multi_exec,parse_ini_file,show_source,proc_open,pcntl_exec

4. Membatasi Folder PHP yang Bisa Digunakan

Cara ini cukup efektif untuk membatasi gerak hacker yang sudah berhasil mengupload script PHP jahatnya. Kita bisa membatasi darimana saja file PHP yang bisa dieksekusi. Katakanlah, file PHP yang bisa dieksekusi hanya dari folder /home/emka/cms. File PHP dari folder itu saja yang bisa dijalankan.

Caranya, tuliskan nama folder di setting open_basedir di php.ini.

open_basedir="/home/emka/cms"

5. Mengatur Limit PHP

PHP sebenarnya sudah mengatur batas operasionalnya, misalnya terkait ukurang file yang bisa diupload, lamannya skrip PHP bisa dieksekusi, atau waktu maksimal sebuah skrip bisa berjalan memproses data. Semuanya bisa diatur dari file php.ini.

Membatasi ukuran file maksimal yang bisa diupload:

upload_max_filesize = 2M

Membatasi waktu eksekusi sebuah skrip PHP:

max_execution_time = 15

Membatasi waktu setiap skrip dalam mengolah data:

max_input_time = 30

Tentunya proses setting pembatasan PHP ini harus disesuaikan dengan kebutuhan dan hasil benchmark. Idealnya setiap skrip PHP tidak dieksekusi lebih dari 30 detik, kecuali dia merupakan skrip yang menjalankan proses yang kompleks.

Itulah 5 hal yang bisa kita terapkan untuk mengamankan PHP.



5 Petuah Dari Jago-jago PHP Yang Harus Kamu Tahu





php-logoDengan adopsi PHP yang luar biasa, kita bisa dengan mudah mendapati script atau snippet bertebaran di beberapa situs penampil source code gan. Akan tetapi, bertebarannya script atau snippet itu tidak dilengkapi filter mana yang sudah jadi best practice mana yang belum. Iya, suka tidak suka, banyak juga source code yang asal ditulis.

Berikut adalah 5 Petuah Dari Jago-jago PHP yang harus kamu tahu: Continue reading 5 Petuah Dari Jago-jago PHP Yang Harus Kamu Tahu



Tutorial PHP-MySQL untuk Pemula (Part 5): Pengertian String





String adalah istilah untuk kumpulan huruf/angka atau sebut saja karakter. Contohnya “Hello World”, “Ini Kami”. Dalam PHP (dan bahasa pemrograman lainnya), string menjadi salah satu tipe data yang kerap sekali dipakai.

Berikut adalah fungsi-fungsi yang ada di PHP yang digunakan untuk memanipulasi String:

1. strlen (Panjang kalimat)

Fungsi strlen() adalah fungsi yang digunakan untuk mengetahui panjang sebuah string (jumlah karakter yang ada). Contohnya:

<?php
echo strlen("Selamat datang");
?>

akan menghasilkan tampilan 13 (sesuai dengan panjang string diatas).

2. str_word_count (jumlah kata)

Fungsi str_word_count() adalah fungsi untuk mengetahui jumlah kata pada sebuah string.

Contohnya:

<?php
echo str_word_count("Selamat datang");
?>

akan menghasilkan tampilan 2, yaitu 2 kata “Selamat” dan kata “datang”.

3. strrev (membalik string)

Fungsi strrev() adalah fungsi untuk membalik urutan karakter-karater pada string. Contohnya, string “Selamat” menjadi “tamaleS”.

Contoh skrip:

<?php
echo strrev("Selamat datang");
?>

akan menghasilkan “gnatad tamaleS”.

4. strpos (mencari posisi teks pada string)

Fungsi strpos adalah fungsi untuk mencari posisi sebuah teks pada sebuah string. Misalnya, anda ingin mencari posisi kata “datang” pada string “Selamat datang para pembaca”.

Maka skrip yang anda gunakan misalnya:

<?php
echo strpos("Selamat datang para pembaca", "datang");
?>

menghasilkan “7”. Kenapa 7? karena posisi dimulai dari angka 0, 1, 2, 3 dan seterusnya.

5. str_replace (mengganti teks pada string)

Fungsi str_replace() adalah fungsi untuk mengganti sebuah teks pada string dengan teks yang ditentukan. Contohnya, ingin mengganti kata “datang” menjadi kata “membaca”:

<?php
echo str_replace("datang", "membaca", "Selamat datang");
?>

akan menghasilkan “Selamat membaca”.



Belajar PHP: Menggunakan API Shortcode WordPress





WordPress sebagai sebuah platform blogging sudah sangat teruji kehandalannya dalam menangani lebih dari 19 juta blog di wordpress.com dan jutaan blog lainnya yang berbasis WordPress. Sebagai sebuah framework pemrograman, WordPress telah menjadi inspirasi beberapa program lainnya seperti BuddyPress, bbPress, Gravatar, dll. WordPress sendiri sebelum jauh berkembang seperti ini memang diilhami besar oleh sourcecode b2evolution yang kemudian diperas dan dirombak ulang menjadi framework dasar BackPress (http://backpress.org/).

Salah satu fitur unggulan dari platform blogging WordPress adalah kemampuan perluasan yang luar biasa dengan Plugin dan kemampuan handling dengan shortcode, filter, dll. Akan kita bahas tentang API Shortcode WordPress kali ini.

Source code API WordPress bisa anda dapatkan di masing-masing source code blog anda di folder /wp-includes/shortcodes.php. Untuk dapat digunakan diluar platform WordPress, tuju ke baris terakhir file shortcodes.php dan buang source add_filter('the_content', 'do_shortcode', 11); // AFTER wpautop().

Untuk menambahkan shortcode baru dari sebuah fungsi, gunakan pola:
add_shortcode($tag_shortcode,$namafungsi_shortcode);

Fungsi yang diwakili shortcode harus ada (exists).

Selanjutnya siapkan satu buah file PHP, misalnya index.php dan coba serangkaian snippet berikut: Continue reading Belajar PHP: Menggunakan API Shortcode WordPress



Tutorial PHP: Skrip Anagram dan Kata Acak





Anagram sendiri seperti yang kita kenal adalah permainan mengacak kata-kata dalam suatu bahasa. Dengan PHP kita dapat membuat anagram dan kata-kata acak dengan bantuan sebuah Class, Word Solver karya om Arturs Sosins aka ar2rsawseen. Silakan unduh kode sumbernya disini.

Untuk menggunakannya, sesuai contoh berikut:
1. Buat interfacenya
lebih lanjut tentang Membuat Anagram dan Kata Acak dengan PHP…



Tutorial PHP: Deteksi Plagiarisme Konten / Paragraf




Pengantar

Plagiarisme (penjiplakan) adalah salah satu kejahatan, tidak saja secara moral dan etik bermasalah, namun secara hukum. Nah, bagaimana cara mengetahui sebuah karya tulis merupakan hasil jiplakan karya orang lain? tentunya kita harus melakukan deteksi dengan berbagai teknik dan algoritma tersendiri.

Dalam posting kali ini, saya akan mencoba mendemonstrasikan deteksi plagiarisme konten dengan teknik komparasi string dalam bahasa PHP. Algoritma ini (tampaknya) yang digunakan oleh Sistem Informasi Sertifikasi dosen Nasional yang mendeteksi apakah portofolio yang dikirim merupakan jiplakan dari orang lain.

Source Code

Kode sumber yang saya ulas disini adalah karya dari Rochak Chauhan dari DMWTechnologies. Berikut adalah class PHP-nya Continue reading Tutorial PHP: Deteksi Plagiarisme Konten / Paragraf



Tutorial PHP: Konversi Date Time MS-SQL ke MySQL





Bekerja lintas basis data memang menantang, setiap basis data mempunyai ciri kekhasan sendiri, walaupun sama-sama memakai bahasa SQL. Contohnya ketika bekerja lintas MS-SQL (Microsoft SQL) dengan MySQL. Ada beberapa hal yang harus disesuaikan untuk mendapatkan data yang sesuai dengan format-format masing-masing. Karena itulah, konversi mutlak diperlukan untuk beberapa kasus tertentu, contohnya date time MSSQL dan MySQL yang berbeda.

MySQL tidak mendukung penyimpanan date time sedetil MSSQL yang telah sampai pada level microsecond. Konversi diperlukan untuk hal ini. Dalam bahasa PHP mungkin kode berikut bisa anda gunakan: Continue reading Tutorial PHP: Konversi Date Time MS-SQL ke MySQL



Tutorial PHP: Enkripsi URL & Enkripsi Variable $_GET





Kita mengenal dua macam variable URL pada form processing dengan PHP, Post dan Get. Ciri khas variable GET adalah, tampaknya variable-variable tersebut pada aplikasi. Untuk itulah, beberapa aplikasi membuat skenario enkripsi pada variable-variable tersebut.

Untuk enkripsi yang dipakai pada praktik kali ini adalah enkripsi base64 dengan key, baik encode dan decode. Anda dapat membaca ulasannya disini: http://wp.me/pTjo8-eV

Berikut contoh aplikatifnya: Continue reading Tutorial PHP: Enkripsi URL & Enkripsi Variable $_GET