Pernah nggak kalian mengalami momen canggung di depan kasir Alfamart saat mau bayar pakai QRIS, tapi ternyata transaksinya nggak bisa diproses? Padahal, logonya jelas-jelas QRIS. Nah, sepertinya banyak dari kalian yang belum sepenuhnya paham kalau sistem pembayaran ini punya dua mode berbeda. Biar nggak bingung dan antrean di belakang nggak makin panjang, kami akan jelaskan kenapa hal ini bisa terjadi.
Sebenarnya, QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) itu dibuat untuk menyatukan berbagai sistem pembayaran. Tapi, dalam praktiknya, ada perbedaan teknis yang cukup signifikan antara mode MPM (Merchant Presented Mode) dan CPM (Customer Presented Mode). Artikel yang kami bahas kali ini fokus pada QRIS CPM, sistem yang dipakai di Alfamart. Banyak yang mengira kalau semua aplikasi pengusung logo QRIS pasti bisa dipakai di mana saja. Sayangnya, realitanya nggak sesimpel itu.
QRIS CPM itu sederhananya adalah kebalikan dari cara bayar biasa. Kalau biasanya kalian yang scan stiker QR di toko (ini namanya MPM), di CPM justru kalian yang menyodorkan kode QR di layar HP ke kasir untuk discan. Nah, Alfamart menggunakan sistem CPM ini karena dianggap lebih cepat dan terintegrasi langsung dengan sistem Point of Sales (POS) mereka. Jadi, kasir tinggal tembak scanner ke HP kalian, dan saldo otomatis terpotong. Rasanya memang jauh lebih praktis daripada harus ketik nominal manual.
Namun, di sinilah letak masalahnya. Kami menemukan fakta bahwa nggak semua aplikasi pembayaran menyediakan fitur untuk menampilkan kode QR (CPM) ini. Banyak aplikasi mobile banking atau e-wallet kecil yang hanya mendesain aplikasinya untuk melakukan scanning (kamera aktif), tapi tidak memiliki fitur untuk ‘menampilkan’ kode QR pribadi pengguna untuk pembayaran.
Jadi, meskipun Alfamart menerima pembayaran QRIS, kalau aplikasi di HP kalian nggak punya tombol “Tampilkan QR” atau “Bayar dengan QR”, ya otomatis kalian nggak bisa bayar di sana. Aplikasi populer kayak GoPay, OVO, Dana, ShopeePay, atau mobile banking bank besar seperti BCA dan Mandiri biasanya sudah lengkap fiturnya. Tapi untuk aplikasi yang lebih kecil atau bank daerah, sepertinya fitur ini belum tentu ada.
Biar kalian nggak bingung, berikut adalah langkah-langkah teknis cara menggunakan QRIS CPM di Alfamart yang benar:
- Pastikan Saldo Mencukupi dan Koneksi Stabil
Sebelum maju ke kasir, cek dulu saldo kalian. Karena sistem ini butuh generate kode QR secara real-time, pastikan internet kalian nggak lemot. - Buka Menu Pembayaran/Bayar
Di aplikasi kalian, jangan pilih menu “Scan”. Carilah menu yang bertuliskan “Bayar”, “Pay”, atau “Tunjukkan QR”. Tampilannya biasanya berupa kode QR atau barcode di layar HP kalian. - Tunjukkan ke Kasir
Arahkan layar HP kalian ke petugas kasir. Biarkan mereka memindai kode tersebut menggunakan alat scanner (biasanya bentuknya kayak pistol scanner barcode barang). - Verifikasi PIN (Jika Diperlukan)
Untuk transaksi di atas nominal tertentu, biasanya aplikasi akan meminta kalian memasukkan PIN demi keamanan. - Simpan Bukti Transaksi
Setelah berhasil, struk akan keluar dan notifikasi sukses akan muncul di HP kalian.
Kuranglebihnya, kendala kegagalan transaksi itu bukan karena mesin Alfamart-nya yang rusak, tapi lebih sering karena ketidakcocokan fitur aplikasi. Selain itu, sistem di tiap cabang Alfamart kadang juga berbeda kesiapannya. Jadi, ada baiknya kalian tanya dulu ke kasir, “Mbak/Mas, bisa pakai QRIS scan dari saya nggak?” sebelum mulai transaksi. Kalau memang aplikasi kalian hanya bisa scan stiker, kalian bisa cari alternatif bayar tunai atau debit daripada memaksakan sistem yang nggak kompatibel.
Sebagai sintesis dari pembahasan ini, penting bagi kalian untuk mengenali fitur di aplikasi keuangan masing-masing. Teknologi memang memudahkan, tapi pemahaman kita sebagai pengguna juga harus mengikuti perkembangannya. Jangan sampai kita menyalahkan sistem kasir, padahal aplikasi kita yang memang belum support mode CPM. Cek lagi aplikasinya, pastikan fiturnya lengkap, dan siapkan alternatif pembayaran lain jaga-jaga kalau sistem sedang down.
Oke rekan-rekanita, semoga penjelasan ini mencerahkan dan bikin pengalaman belanja kalian jadi lebih mulus tanpa drama di meja kasir. Terimakasih sudah membaca sampai tuntas, mari kita jadi konsumen cerdas yang melek teknologi!