Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Bagaimana Menetapkan Status Seorang Perawi

Posted on April 10, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Rif’an Haqiqi

Dalam menetapkan status seorang rawi apakah dia rawi yang tsiqah atau tidak, ada beberapa cara yang dapat ditempuh. Berikut ini penulis sebutkan cara-caranya disarikan dari kitab Manhaj al-Naqd karangan Syekh Nuruddin ‘Itr, al-Raf’u wa al-Takmil karya al-Laknawi, dan referensi pendukung lain:
Mendapat Penilaian dari Para Ahli
Penilaian dari para ahli dalam ilmu Jarh wa Ta’dil dapat dijadikan sebagai acuan untuk mengetahui status seorang rawi apakah dia rawitsiqah atau tidak. Misal seorang ahli seperti Ahmad bin Hanbal, Ibn Hibban, Ibn Hajar, atau lainnya mengatakan bahwa Fulan adalah rawi yang terpercaya, maka keterangan tersebut dapat dijadikan acuan untuk menstatuskan rawi tersebut sebagai orang yang tsiqah. Namun, para ulama berbeda pendapat mengenai jumlah minimal para ahli yang menilai.

Pendapat Pertama

Sebagian ulama berpendapat seorang rawi dianggap tsiqah atau tidak jika telah mendapat penilaian minimal oleh dua orang ahli hadis. Misalnya, Imam Ahmad dan Imam Ibn Hibban mengatakan bahwa Fulan adalah rawi yang tidak tsiqah, maka keterangan ini bisa dijadikan acuan untuk menstatuskan rawi tersebut sebagai rawi yang tidak tsiqah. Berbeda jika hanya satu orang yang menilai, maka tidak bisa dijadikan acuan. Hal ini berdasarkan analogi, yaitu menganalogikan jarh wa ta’dil dalam hadis dengan jarh wa ta’dil dalam masalah persaksian (syahadah), di mana dalam masalah persaksian, dibutuhkan minimal kesepakatan dua orang yang menilai seorang saksi apakah bisa dipercaya atau tidak.
Baca juga:  Membaca Kembali Sejarah Islam di Spanyol
Pendapat Kedua

Ulama lain seperti al-Khathib, Ibn Shalah, dan banyak ulama berpendapat bahwa untuk menstatuskan seorang rawi apakah dia tsiqah atau tidak, cukup dengan penilaian satu orang saja. Artinya, jika salah satu ahli hadis telah mengatakan bahwa Fulan tsiqah, maka hal ini dapat dijadikan acuan untuk menstatuskan rawi tersebut sebagai orang yang tsiqah. Para ulama yang memegang pendapat kedua ini berargumen bahwa menerima jarh wa ta’dil dalam hadis ketetntuannya sama dengan ketentuan menerima riwayat hadis, yang mana tidak menyaratkan jumlah minimal dua orang. Menurut para ulama ini, jarh wa ta’dil dalam hadis tidak sama dengan jarh wa ta’dil dalam permasalahan persaksian. Pendapat kedua inilah yang sahih seperti disebutkan Ibn Shalah dalam Muqaddimah-nya
Masyhur sebagai Orang Tsiqah (Istifadlah)
Maksud dari poin nomor dua adalah ketika seseorang sudah masyhur sebagai orang yang berilmu dan terpercaya, maka tidak perlu ada penilaian dari para ahli hadis. Karena kemasyhuran ilmu dan kredibilitasnya tersebut sudah cukup untuk membuktikan bahwa dia adalah orang yang tsiqah. Kemasyhuran ini bahkan lebih kuat dari penilaian (ta’dil) seorang ahli hadis. al-Khathib al-Baghdadi memberi contoh orang yang masuk kategori ini adalah seperti Imam Malik, Imam Sufyan al-Tsauri, Imam Sufyan bin ‘Uyaiynah, dll. Beberapa ucapan para ulama yang menunjukkan tentang hal ini adalah:

al-Khathib al-Baghdadi Dalam al–Kifayah,

فهؤلاء وأمثالهم لا يسأل عن عدالتهم، وإنما يسأل عن عدالة من كان في عداد المجهولين
Baca juga:  Kangen Zainuddin MZ
“Mereka dan orang-orang dengan kriteria seperti mereka tidak perlu dipertanyakan sifat ‘adalah-nya. Yang perlu dicari tahu sifat ‘adalah-nya adalah orang-orang yang tidak dikenal.”

Imam Ahmad bin Hanbal

Ahmad bin Hanbal pernah ditanya tentang kredibilitas Ishaq Ibn Rahuwaih, lalu beliau menjawab:

مثل إسحاق يسأل عنه؟ إسحاق عندنا إمام من أئمة المسلمين

“Orang seperti Ishaq masih dipertanyakan kredibilitasnya? Bagiku, dia adalah salah satu ulama besar bagi kaum muslimin.”

Imam Yahya Ibn Ma’in

Yahya Ibn Ma’in pernah ditaya tentang Abu ‘Ubaid al-Qasim bin Salam, lalu beliau menjawab:

مثلي يسأل عنه؟ هو يسأل عن الناس

“Orang sepertiku ditanya tentang Abu ‘Ubaid? Dialah yang seharusnya ditanya tentang orang lain”

Ucapan Yahya Ibn Ma’in ini menunjukkan bahwa Abu ‘Ubaid tidak perlu dipertanyakan lagi kredibilitasnya. Bahkan, seharusnya dialah yang dimintai pendapat tentang orang lain karena keluasan ilmunya.
Dikenal sebagai Ulama
Yang dimaksud dari poin ketiga ini adalah jika ada orang yang telah masyhur sebagai ulama dan tidak diketahui ada yang melakukan kritik tentang kredibilitasnya (jarh), maka orang tersebut dihukumi sebagai orang yang tsiqah atau terpercaya. Penggagas pendapat ini adalah Ibn ‘Abdil Barr, beliau mendasarkan pendapatnya pada hadis:

يحمل هذا العلم من كل خلف عدوله
Baca juga:  Dari Oxford untuk Khidmah NU, Indonesia dan Dunia
“Ilmu ini diemban oleh para orang yang memiliki sifat ‘adalah di setiap generasi.”

Para pengemban ilmu adalah ulama, maka berdasarkan hadis di atas, ulama adalah orang yang memiliki sifat ‘adalah. Pendapat ini mendapat kritik dari Ibn Shalah dalam Muqaddimah-nya. Setelah menukil pendapat tersebut, Ibn Shalah berkomentar

وفيما قاله اتساع غير مرضي

“Pendapat Ibn ‘Abdil Barr tersebut mengandung unsur kelonggaran tidak bisa diterima.”

Maksud Ibn Shalah adalah bahwa pendapat Ibn ‘Abdil Barr terlalu longgar jika dimutlakkan, karena tanpa keterangan apapun tentang sifat orang tersebut langsung menghukumi seseorang sebagai orang yang tsiqah. Seharusnya, orang yang tidak diketahui bagaimana personalnya, masuk dalam kategori majhulin; para rawi yang tidak dikenal. Namun, al-Sakhawi dalam Fath al-Mughits menukil ucapan al-Dzahabi yang menunjukkan bahwa yang dimaksud Ibn ‘Abdil Barr bukanlah orang-orang yang tidak dikenal.

Yang dimaksud oleh Ibn ‘Abdil Barr adalah orang yang masyhur sebagai ulama ahli hadis, dan setelah diselidiki tidak ada yang menilai kredibilitasnya baik atau buruk, maka dia dihukumi sebagai rawi yang tsiqah. Hadis yang dijadikan hujjah oleh Ibn ‘Abdil Barr sendiri seperti dikatakan Syekh Nuruddin ‘Itr status kesahihannya diperdebatkan oleh para ulama. Banyak ulama yang menilainya sebagai hadis lemah (dla’if), namun sebagian ulama ada yang menilainya sebagai hadis hasan karena diriwayatkan dari banyak jalur.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Apa itu Logis? Kenapa Logika Bisa Berbeda-beda?
  • Ini Alasan Kenapa Fitur Bing AI Sedang Trending dan Dicari Banyak Orang
  • Sejarah Kerajaan Champa: Bangsa Yang Hilang Tanpa Perang Besar, Kok Bisa?
  • Gini Caranya Dapat Weekly Diamond Pass Gratis di Event M7 Pesta, Ternyata Nggak Pake Modal!
  • Inilah Trik Rahasia Panen Token dan Skin Gratis di Event Pesta Cuan M7 Mobile Legends!
  • Apakah Apk Pinjaman Cepat Galaxy Pinjol Penipu?
  • Cara Tarik Saldo APK Game Clear Blast
  • Apakah APK Game Clear Blast Penipu? Ini Reviewnya
  • Inilah Perbedaan SEO dan GEO + Tips Konten Disukai Google dan AI!
  • Inilah Cara Download Video TikTok 2026 Tanpa Watermark
  • Belum Tahu? Ini Trik Nonton Doods Pro Bebas Iklan dan Cara Downloadnya
  • Misteri DNA Spanyol Terungkap: Jauh Lebih Tua dari Romawi dan Moor!
  • Kenapa Belut Listrik itu Sangat Mematikan
  • Apa itu Tesso Nilo dan Kronologi Konflik Taman Nasional
  • Inilah 4 Keunikan Sulawesi Tengah: Kota Emas Gaib, Situs Purba dll
  • Kepulauan Heard dan McDonald: Pulau Paling Terpencil Milik Australia
  • Ghost Farm Janjikan Rp 3 Juta Cuma-Cuma, Beneran Membayar atau Scam? Ini Buktinya!
  • Apakah UIPinjam Pinjol Penipu? Cek Reviewnya Dulu Disini
  • Pengajuan Samir Sering Ditolak? Ternyata Ini Penyebab Tersembunyi dan Trik Supaya Langsung ACC
  • Lagi Viral! Ini Cara WD Fortes Cue ke DANA, Benaran Membayar atau Cuma Angin Lalu?
  • Bingung Pilih Paket? Inilah Perbedaan Telkomsel Data dan Telkomsel Data Flash yang Wajib Kalian Tahu!
  • Ini Alasan Pohon adalah Mahluk Hidup Terbesar di Dunia
  • Sempat Panas! Kronologi Perseteruan Cak Ji vs Madas di Surabaya, Gini Endingnya
  • Gila! Norwegia Bikin Terowongan Melayang di Bawah Laut
  • Cuma Terpisah 20 Mil, Kenapa Hewan di Bali dan Lombok Beda Total? Ternyata Ini Alasannya
  • Heboh Video Umari Viral 7 Menit 11 Detik dari Pakistan, Isinya Beneran Ada atau Cuma Jebakan Link? Cek Faktanya!
  • Tertipu Online atau HP Hilang? Ini Cara Melacak Nomor HP yang Nggak Tipu-Tipu!
  • Apakah Aplikasi Labora Bisa Hasilkan Uang Jutaan atau Cuma Tipu-Tipu?
  • Apakah APK Cashcash Pro Penipu? Cek Reviewnya Dulu
  • Google Kliks Communicator: Pengalaman Awal yang Mengejutkan – Apa yang Kami Rasakan?
  • Tailwind’s Revenue Down 80%: Is AI Killing Open Source?
  • Building Open Cloud with Apache CloudStack
  • TOP 1% AI Coding: 5 Practical Techniques to Code Like a Pro
  • Why Your Self-Hosted n8n Instance Might Be a Ticking Time Bomb
  • CES 2026: Real Botics Wants to Be Your Best Friend, but at $95k, Are They Worth the Hype?
  • Cara Buat Sistem Moderasi Konten Cerdas dengan GPT-OSS-Safeguard
  • Inilah Cara Membuat Aplikasi Web Full-Stack Tanpa Coding dengan Manus 1.5
  • Inilah Cara Melatih AI Agent Agar Bisa Belajar Sendiri Menggunakan Microsoft Agent Lightning
  • Tutorial Optimasi LangGraph dengan Node-Level Caching untuk Performa Lebih Cepat
  • Tutorial Membuat Game Dengan LangChain
  • Apa Itu CVE-2025-59374? Mengenal Celah Keamanan ASUS Live Update yang Viral Lagi
  • Apa itu RansomHouse Mario? Ini Pengertian dan Mengenal Versi Baru ‘Mario’ yang Makin Bahaya
  • Inilah Risiko Fatal yang Mengintai Kreator OnlyFans, Dari Doxxing sampai Penipuan!
  • Apa itu Kerentanan FortiCloud SSO? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa itu Covenant Health Data Breach? Ini Pengertian dan Kronologi Lengkapnya
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme