Pendakwah Habib Husein bin Ja’far Al Hadar (Habib Ja’far) menyamakan dakwah Islam dengan Google Maps yang memberikan jalan alternatif kepada orang yang tersesat. Dia menjelaskan bahwa seperti Google Maps, dakwah tidak menghakimi orang yang tersesat, tetapi memberikan alternatif lain untuk mencapai tujuan.
Menurutnya, dakwah yang seperti Google Maps ini sesuai dengan ajaran Nabi Muhammad. Habib Ja’far mengilustrasikan hal ini dengan sebuah kisah di mana seseorang mengaku berhubungan intim pada siang hari Ramadhan saat berpuasa, dan Nabi Muhammad memberikan solusi alternatif untuknya ketika dia tidak mampu membayar kafarat atau fidyah.
Habib Ja’far menekankan bahwa Nabi Muhammad selalu mencari solusi dan tidak hanya menghukum orang. Prinsip dakwah seperti Google Maps ini penting bagi dia, dan dia berharap metode yang sama diadopsi oleh para pendakwah lainnya.
Menurutnya, setiap orang Islam memiliki kewajiban untuk berdakwah sesuai dengan kemampuannya, dengan memahami keadaan dirinya sendiri. Fondasi dakwah menurutnya adalah kebijaksanaan, dan metode dakwah seperti Google Maps mengajarkan kebijaksanaan dengan tiga tiang utama: kebenaran, kebaikan, dan keindahan.
Di era digital, Habib Ja’far mendorong para dai untuk menggunakan berbagai platform media sosial untuk berdakwah. Dia menekankan pentingnya beradaptasi dengan perubahan zaman, dan memanfaatkan platform seperti YouTube untuk menyebarkan nilai-nilai positif.
Sumber: NU Online