Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Akhirnya! ActiveX Mati Secara Default di Microsoft 365 & Office 2024

Posted on April 19, 2025

Microsoft baru-baru ini mengumumkan langkah signifikan untuk meningkatkan keamanan bagi penggunanya. Mulai akhir bulan ini, kontrol ActiveX akan dinonaktifkan secara default di semua versi Windows dari aplikasi Microsoft 365 dan Office 2024, termasuk Word, Excel, PowerPoint, dan Visio. Pembaruan ini merupakan bagian dari upaya global untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang terus berkembang.

Mengapa Microsoft Menonaktifkan ActiveX di Office?

ActiveX, yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 1996, dirancang untuk memungkinkan pengembang menambahkan fitur interaktif seperti tombol, formulir, dan animasi ke dokumen Office. Meskipun fungsionalitas ini berguna di masa lalu, ActiveX telah menjadi alat umum bagi penyerang untuk mengirimkan malware melalui file Office.

Untuk mencegah risiko semacam itu, Microsoft sekarang sepenuhnya memblokir konten ActiveX di aplikasi Office. Saat Kamu membuka dokumen yang berisi ActiveX, Kamu akan melihat pesan “BLOCKED CONTENT: The ActiveX content in this file is blocked.” Pesan ini menunjukkan bahwa konten ActiveX dalam file tersebut telah diblokir demi keamanan Kamu.

Apa itu ActiveX?

ActiveX adalah kerangka kerja teknologi yang dikembangkan oleh Microsoft yang memungkinkan aplikasi dan komponen perangkat lunak untuk berbagi fungsionalitas. Awalnya diperkenalkan sebagai cara untuk meningkatkan kemampuan halaman web Internet Explorer, ActiveX memungkinkan pengembang untuk menyematkan kontrol interaktif dan aplikasi kecil langsung ke dalam dokumen dan aplikasi.

Bayangkan ActiveX sebagai blok bangunan yang dapat digunakan oleh pengembang untuk menambahkan fitur-fitur khusus ke aplikasi mereka. Misalnya, kontrol ActiveX dapat digunakan untuk menampilkan video, memutar audio, atau bahkan memungkinkan pengguna berinteraksi dengan aplikasi lain dari dalam dokumen Office.

Namun, kekuatan dan fleksibilitas ActiveX juga membuatnya rentan terhadap penyalahgunaan. Karena kontrol ActiveX dapat mengakses sistem operasi dan sumber daya lainnya, mereka dapat dieksploitasi oleh penyerang untuk menginstal malware, mencuri data, atau mengambil kendali atas komputer Kamu.

Mengaktifkan dan Menggunakan ActiveX di Office (dengan Risiko)

Jika Kamu masih bergantung pada ActiveX dalam alur kerja Kamu, Kamu dapat mengaktifkannya kembali sementara menggunakan Pusat Kepercayaan (Trust Center) di Office.

Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:

  1. Buka aplikasi Office (misalnya, Word, Excel, PowerPoint).
  2. Klik File di sudut kiri atas.
  3. Pilih Options (Opsi) di bagian bawah menu.
  4. Di jendela Options, pilih Trust Center (Pusat Kepercayaan).
  5. Klik tombol Trust Center Settings (Pengaturan Pusat Kepercayaan).
  6. Di jendela Trust Center, pilih ActiveX Settings (Pengaturan ActiveX).
  7. Pilih opsi Prompt me before enabling all controls with minimal restrictions (Tanya saya sebelum mengaktifkan semua kontrol dengan batasan minimal).
  8. Klik OK untuk menyimpan perubahan.

Setelah selesai, Kamu dapat mulai menggunakan file dengan ActiveX. Namun, perlu diingat bahwa langkah ini mengaktifkan ActiveX di semua aplikasi Office, bukan hanya satu. Ini juga meningkatkan paparan Kamu terhadap potensi ancaman, jadi ini hanya boleh menjadi solusi jangka pendek.

Microsoft sangat menyarankan untuk tidak mengaktifkan ActiveX di Office kecuali benar-benar diperlukan.

Mengapa Kamu Harus Menjauhi ActiveX

Meskipun Kamu masih dapat mengaktifkan ActiveX, teknologi ini sedang dihentikan secara bertahap. Microsoft telah secara bertahap mematikan teknologi lama dan berisiko dalam beberapa tahun terakhir, termasuk memblokir macro VBA secara default, menonaktifkan macro Excel 4.0 (XLM), memblokir add-in XLL yang tidak tepercaya, dan memulai penghapusan bertahap penuh VBScript.

Langkah-langkah ini semua bertujuan untuk menjaga pengguna Office lebih aman. Jika Kamu masih menggunakan dokumen yang bergantung pada ActiveX, sekarang adalah waktu yang tepat untuk mulai menjelajahi alternatif modern—seperti Office Add-ins, integrasi berbasis JavaScript, atau Power Automate untuk alur kerja.

Alternatif Modern untuk ActiveX

Microsoft telah menyediakan beberapa alternatif modern untuk ActiveX yang lebih aman dan lebih fleksibel:

  • Office Add-ins: Add-in Office adalah aplikasi kecil yang berjalan di dalam aplikasi Office dan menyediakan fungsionalitas tambahan. Mereka dibangun menggunakan teknologi web standar seperti HTML, CSS, dan JavaScript, dan mereka berjalan di lingkungan yang aman dan terisolasi.
  • Integrasi Berbasis JavaScript: JavaScript dapat digunakan untuk berinteraksi dengan aplikasi Office dan mengotomatiskan tugas. Integrasi berbasis JavaScript lebih aman daripada ActiveX karena JavaScript berjalan di lingkungan yang terbatas dan tidak memiliki akses langsung ke sistem operasi.
  • Power Automate: Power Automate adalah layanan otomatisasi alur kerja berbasis cloud yang memungkinkan Kamu untuk mengotomatiskan tugas di berbagai aplikasi dan layanan. Power Automate dapat digunakan untuk menggantikan banyak fungsi yang sebelumnya dilakukan oleh ActiveX, seperti mengisi formulir, mengirim email, dan membuat laporan.

Dampak pada Pengguna dan Organisasi

Penonaktifan ActiveX secara default dapat memiliki dampak yang signifikan pada pengguna dan organisasi yang masih bergantung pada teknologi ini. Beberapa dampak potensial termasuk:

  • Kerusakan Fungsionalitas: Dokumen dan aplikasi yang bergantung pada ActiveX mungkin tidak berfungsi dengan benar setelah pembaruan.
  • Peningkatan Beban Kerja: Pengguna mungkin perlu mencari solusi alternatif untuk menggantikan fungsionalitas yang sebelumnya disediakan oleh ActiveX.
  • Biaya Tambahan: Organisasi mungkin perlu berinvestasi dalam pengembangan atau pembelian solusi alternatif untuk menggantikan ActiveX.

Langkah-Langkah yang Dapat Diambil Pengguna dan Organisasi

Untuk meminimalkan dampak dari penonaktifan ActiveX, pengguna dan organisasi dapat mengambil langkah-langkah berikut:

  • Identifikasi Dokumen dan Aplikasi yang Terpengaruh: Lakukan inventarisasi dokumen dan aplikasi yang menggunakan ActiveX.
  • Evaluasi Alternatif: Jelajahi alternatif modern untuk ActiveX, seperti Office Add-ins, integrasi berbasis JavaScript, atau Power Automate.
  • Migrasi ke Alternatif: Migrasikan dokumen dan aplikasi yang terpengaruh ke alternatif modern.
  • Pelatihan Pengguna: Berikan pelatihan kepada pengguna tentang cara menggunakan alternatif modern.

Kesimpulan

Penonaktifan ActiveX secara default di Microsoft 365 dan Office 2024 adalah langkah penting untuk meningkatkan keamanan dan melindungi pengguna dari ancaman siber yang berkembang. Meskipun langkah ini dapat memiliki dampak pada pengguna dan organisasi yang masih bergantung pada ActiveX, ada banyak alternatif modern yang tersedia yang lebih aman dan lebih fleksibel. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, pengguna dan organisasi dapat meminimalkan dampak dari perubahan ini dan memastikan bahwa mereka tetap aman dan produktif.

Implikasi Keamanan yang Lebih Luas

Keputusan Microsoft untuk menonaktifkan ActiveX adalah bagian dari tren yang lebih luas dalam industri teknologi untuk memprioritaskan keamanan. Dalam beberapa tahun terakhir, kita telah melihat peningkatan yang signifikan dalam jumlah dan kecanggihan serangan siber. Akibatnya, perusahaan-perusahaan teknologi mengambil langkah-langkah yang lebih agresif untuk melindungi pengguna mereka dari ancaman ini.

Selain menonaktifkan ActiveX, Microsoft juga telah mengambil langkah-langkah lain untuk meningkatkan keamanan Office, seperti memblokir macro VBA secara default dan menonaktifkan macro Excel 4.0 (XLM). Langkah-langkah ini dirancang untuk mempersulit penyerang untuk mengeksploitasi kerentanan dalam aplikasi Office dan menginstal malware pada komputer pengguna.

Masa Depan Keamanan Office

Masa depan keamanan Office kemungkinan akan melibatkan kombinasi teknologi dan strategi yang berbeda. Microsoft akan terus berinvestasi dalam teknologi keamanan baru, seperti kecerdasan buatan dan pembelajaran mesin, untuk mendeteksi dan mencegah serangan siber. Perusahaan juga akan terus bekerja sama dengan para ahli keamanan dan komunitas untuk mengidentifikasi dan mengatasi kerentanan dalam aplikasi Office.

Selain itu, Microsoft akan terus mendidik pengguna tentang cara melindungi diri mereka sendiri dari ancaman siber. Pengguna dapat mengambil langkah-langkah seperti menggunakan kata sandi yang kuat, menghindari mengklik tautan atau lampiran yang mencurigakan, dan memperbarui perangkat lunak mereka secara teratur.

Dengan bekerja sama, Microsoft, para ahli keamanan, dan pengguna dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjamin untuk semua orang.

Analisis Mendalam tentang Dampak Penonaktifan ActiveX

Penonaktifan ActiveX secara default di Microsoft 365 dan Office 2024 merupakan perubahan signifikan yang akan memengaruhi berbagai aspek penggunaan aplikasi Office. Mari kita telaah lebih dalam mengenai dampak ini dari berbagai sudut pandang:

  1. Perspektif Pengguna Akhir:
    • Keamanan yang Ditingkatkan: Manfaat paling jelas bagi pengguna akhir adalah peningkatan keamanan. Dengan menonaktifkan ActiveX secara default, risiko terpapar malware dan serangan siber lainnya berkurang secara signifikan. Pengguna tidak perlu lagi khawatir tentang mengklik kontrol ActiveX yang berbahaya secara tidak sengaja.
    • Potensi Gangguan: Namun, bagi sebagian pengguna, penonaktifan ActiveX dapat menyebabkan gangguan. Dokumen dan aplikasi yang bergantung pada ActiveX mungkin tidak berfungsi seperti yang diharapkan, yang dapat menghambat produktivitas.
    • Kurva Pembelajaran: Pengguna yang terbiasa dengan ActiveX mungkin perlu mempelajari cara menggunakan alternatif modern, seperti Office Add-ins atau Power Automate. Ini dapat memerlukan waktu dan upaya tambahan.
  2. Perspektif Pengembang:
    • Tantangan Migrasi: Pengembang yang telah membuat solusi yang bergantung pada ActiveX akan menghadapi tantangan migrasi. Mereka perlu menulis ulang kode mereka untuk menggunakan alternatif modern, yang dapat memakan waktu dan mahal.
    • Peluang Inovasi: Namun, migrasi juga dapat memberikan peluang untuk inovasi. Alternatif modern seringkali lebih fleksibel dan kuat daripada ActiveX, yang memungkinkan pengembang untuk membuat solusi yang lebih canggih.
    • Fokus pada Standar Web: Penonaktifan ActiveX mendorong pengembang untuk fokus pada standar web terbuka, seperti HTML, CSS, dan JavaScript. Ini dapat membuat solusi mereka lebih kompatibel dengan berbagai platform dan perangkat.
  3. Perspektif Organisasi:
    • Pengurangan Risiko: Bagi organisasi, penonaktifan ActiveX mengurangi risiko serangan siber dan pelanggaran data. Ini dapat menghemat uang dan reputasi organisasi.
    • Biaya Migrasi: Namun, organisasi mungkin perlu mengeluarkan biaya untuk memigrasikan solusi ActiveX mereka ke alternatif modern. Biaya ini dapat mencakup biaya pengembangan, pelatihan, dan dukungan.
    • Peningkatan Kepatuhan: Penonaktifan ActiveX dapat membantu organisasi memenuhi persyaratan kepatuhan terhadap peraturan keamanan data seperti GDPR dan HIPAA.
  4. Implikasi Jangka Panjang:
    • Adopsi Alternatif Modern: Seiring waktu, kita dapat mengharapkan adopsi yang lebih luas dari alternatif modern untuk ActiveX, seperti Office Add-ins, integrasi berbasis JavaScript, dan Power Automate.
    • Inovasi Berkelanjutan: Microsoft kemungkinan akan terus berinvestasi dalam teknologi keamanan baru dan alternatif modern untuk ActiveX. Ini akan mendorong inovasi dan meningkatkan keamanan dan produktivitas aplikasi Office.
    • Fokus pada Keamanan: Penonaktifan ActiveX adalah pengingat bahwa keamanan adalah prioritas utama bagi Microsoft dan industri teknologi secara keseluruhan. Kita dapat mengharapkan perusahaan-perusahaan teknologi untuk terus mengambil langkah-langkah untuk melindungi pengguna mereka dari ancaman siber.

Studi Kasus: Migrasi dari ActiveX ke Office Add-ins

Untuk memberikan gambaran yang lebih konkret tentang bagaimana organisasi dapat memigrasikan solusi ActiveX mereka, mari kita lihat studi kasus hipotetis:

Organisasi: Perusahaan keuangan besar

Masalah: Perusahaan memiliki aplikasi Office yang bergantung pada kontrol ActiveX untuk menampilkan data keuangan dan menghasilkan laporan. Aplikasi ini digunakan oleh ratusan karyawan dan sangat penting untuk operasi bisnis.

Tantangan: Perusahaan perlu memigrasikan aplikasi dari ActiveX ke alternatif modern sebelum Microsoft menonaktifkan ActiveX secara default. Migrasi harus dilakukan tanpa mengganggu operasi bisnis dan dengan biaya yang wajar.

Solusi: Perusahaan memutuskan untuk memigrasikan aplikasi ke Office Add-ins. Office Add-ins adalah aplikasi kecil yang berjalan di dalam aplikasi Office dan menyediakan fungsionalitas tambahan. Mereka dibangun menggunakan teknologi web standar seperti HTML, CSS, dan JavaScript, dan mereka berjalan di lingkungan yang aman dan terisolasi.

Langkah-langkah:

  1. Perencanaan: Perusahaan membentuk tim proyek yang terdiri dari pengembang, analis bisnis, dan spesialis keamanan. Tim membuat rencana migrasi yang terperinci, termasuk jadwal, anggaran, dan metrik keberhasilan.
  2. Pengembangan: Tim pengembang menulis ulang kode aplikasi untuk menggunakan Office Add-ins. Mereka menggunakan JavaScript untuk berinteraksi dengan aplikasi Office dan mengambil data dari database perusahaan. Mereka juga menggunakan HTML dan CSS untuk membuat antarmuka pengguna yang menarik dan intuitif.
  3. Pengujian: Tim penguji menguji aplikasi Office Add-ins secara menyeluruh untuk memastikan bahwa itu berfungsi dengan benar dan aman. Mereka melakukan pengujian unit, pengujian integrasi, dan pengujian penerimaan pengguna.
  4. Penerapan: Perusahaan menerapkan aplikasi Office Add-ins ke semua komputer karyawan. Mereka memberikan pelatihan kepada karyawan tentang cara menggunakan aplikasi baru.
  5. Pemantauan: Perusahaan memantau aplikasi Office Add-ins secara teratur untuk memastikan bahwa itu berfungsi dengan baik dan memenuhi kebutuhan pengguna.

Hasil:

  • Perusahaan berhasil memigrasikan aplikasi dari ActiveX ke Office Add-ins sebelum Microsoft menonaktifkan ActiveX secara default.
  • Aplikasi Office Add-ins lebih aman dan lebih fleksibel daripada aplikasi ActiveX.
  • Karyawan senang dengan aplikasi baru dan merasa lebih produktif.
  • Perusahaan menghemat uang dengan mengurangi risiko serangan siber dan pelanggaran data.

Pelajaran yang Dipetik:

  • Migrasi dari ActiveX ke alternatif modern dapat menjadi tantangan, tetapi itu juga dapat memberikan manfaat yang signifikan.
  • Perencanaan yang cermat, pengembangan yang berkualitas, dan pengujian yang menyeluruh sangat penting untuk keberhasilan migrasi.
  • Office Add-ins adalah alternatif modern yang layak untuk ActiveX untuk banyak aplikasi Office.

Kesimpulan

Penonaktifan ActiveX secara default di Microsoft 365 dan Office 2024 adalah langkah penting untuk meningkatkan keamanan dan melindungi pengguna dari ancaman siber yang berkembang. Meskipun langkah ini dapat memiliki dampak pada pengguna dan organisasi yang masih bergantung pada ActiveX, ada banyak alternatif modern yang tersedia yang lebih aman dan lebih fleksibel. Dengan mengambil langkah-langkah yang tepat, pengguna dan organisasi dapat meminimalkan dampak dari perubahan ini dan memastikan bahwa mereka tetap aman dan produktif.

Penting untuk diingat bahwa keamanan adalah proses berkelanjutan. Microsoft dan perusahaan-perusahaan teknologi lainnya akan terus berinvestasi dalam teknologi keamanan baru dan strategi untuk melindungi pengguna mereka dari ancaman siber yang berkembang. Pengguna juga perlu mengambil tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dengan menggunakan kata sandi yang kuat, menghindari mengklik tautan atau lampiran yang mencurigakan, dan memperbarui perangkat lunak mereka secara teratur.

Dengan bekerja sama, kita dapat membantu menciptakan lingkungan yang lebih aman dan terjamin untuk semua orang.

Terbaru

  • Ini Video Asli Bocil Block Blast 1 VS 3 di TikTok, Awas Jangan Asal Klik Link Sembarangan!
  • Instapop Terbukti Membayar atau Cuma Tipuan? Cek Faktanya Sebelum Kalian Buang Waktu Main Game!
  • Geger Video Botol Coca Cola 24 Detik di TikTok, Jangan Asal Klik! Ini Fakta Sebenarnya
  • Apa itu Video Botol Makarizo Viral? Ini Faktanya
  • Apa itu Merge Fruit Master? Ini Pengertian dan Cara Main Game yang Katanya Bisa Menghasilkan Saldo
  • Apa itu Shortbox? Ini Pengertian dan Cara Menghasilkan Uang di Aplikasinya
  • Masih Bingung Bedanya CRM dan ERP? Ini Tips Cari Software CRM dan ERP Terbaik
  • Begini Cara Hapus Akun DANA Premium Secara Permanen!
  • Bukan Cuma Mitos! Ternyata Dinasti Song Punya Tempat Nongkrong Mirip PIK, Begini Isinya
  • Bukan Fiksi! Ini Bukti Manusia Punya ‘Kekuatan Super’ Akibat Mutasi Genetik dan Lingkungan
  • Dikelilingi Cincin Api, Kok Kalimantan Malah Nggak Punya Gunung Berapi? Ini Jawabannya!
  • Misteri Newgrange: Kuburan Batu 5.000 Tahun yang Menyimpan Peta Galaksi, Kok Bisa?
  • Transformasi Ekstrem Pesawat IL-96: Ganti 4 Mesin Jadi 2 Mesin Raksasa PD-35, Emang Bisa?
  • Apakah Aplikasi Cash Reels Penipu?
  • Ini Daftar Kode Redeem Fish It Roblox Terbaru Januari 2026 buat Panen Hadiah!
  • Main Game Dapat Duit? Cek Dulu Fakta Shop Shelf Master Sebelum Nyesel!
  • Monitor Putih Sejutaan Spek Dewa, Acer S243y Bikin Ngiler!
  • Kapsul Luar Angkasa China Ini Bisa Mendarat Selembut Awan, SpaceX Bakal Ketar-ketir?
  • Kereta Maglev 500 KM/Jam: Proyek Gila 1.100 Triliun dari Jepang
  • Kenapa Perusahaan China Mulai Ungguli Amerika di Sektor AI dan Otomotif
  • Mau Beli iPhone 17 Tapi Budget Mepet? Ini Daftar Alternatif iPhone yang Masih Layak Dibeli
  • Apa itu OFTV? Pengertian OnlyFans TV: Platform Streaming Gratis Tanpa Iklan dari OnlyFans
  • Heboh Video 5 Menit Elga Puruk Cahu, Kok Bisa Seviral Itu? Ini Link Downloadnya?
  • Cara Mengatasi Masalah Windows Deactivated Setelah Kloning Disk
  • Investasi Bitnest Janjikan Profit Stabil, Yakin Aman? Cek Dulu Faktanya Sebelum Nyesel!
  • Cara Mengatasi Masalah Klik Mouse Tidak Berfungsi di Windows
  • Apple Dikabarkan Bikin iPhone Layar Lengkung 4 Sisi, Niru Xiaomi?
  • Inikah HP Samsung Terawet? Samsung Diam-diam Uji Baterai 20.000 mAh
  • Ini Deretan HP Murah RAM 12 GB yang Bisa Bikin Multitasking Ngebut!
  • Ini Trik Rahasia Dapat Candy Blossom di Grow a Garden, Nggak Cuma dari Event!
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Inilah Cara Install dan Pakai ChatGPT Atlas Browser, Pesaing Baru di Dunia Web
  • Inilah Cara Mengamankan Aplikasi LLM dengan AI Guardrails agar Tidak Halusinasi dan Bocor Data
  • Prompt AI Poster Vecna Stranger Things
  • Inilah Cara Menghancurkan Model AI Raksasa Hanya Bermodal 250 Dokumen
  • Tutorial Cara Menjalankan LLM Private di Laptop Sendiri, Aman dan Gratis Tanpa Internet
  • Geger Tren Botol Golda di TikTok! Begini Cara Nonton Video Aslinya Tanpa Kena Tipu
  • Lagi Rame di FYP! Ini Misteri Video Botol Coca Cola 24 Detik yang Bikin Penasaran, Hati-hati Link Palsu!
  • Belum Tahu? Inilah Isi Video Botol Makarizo 7 Menit yang Lagi Rame Diburu Warga TikTok
  • Lagi Rame di FYP: Misteri Video Botol Makarizo Terbongkar, Awas Jebakan Link Palsu!
  • Apa itu Malware GlassWorm? Ini Pengertian dan Bahayanya bagi Developer
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme