Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Ini Hasilnya: 4000 Domba Ditelantarkan Di Pulau Terpencil

Posted on May 4, 2025
ilustrasi penggembala domba

Di ujung selatan bumi, terdapat sebuah pulau tak berpenghuni bernama Campbell, tak jauh dari Antartika. Iklim di sini dingin, vegetasi minim, dan angin kencang bertiup dari segala arah. Penghuni pulau ini adalah penguin, singa laut, dan burung laut, tanpa kehadiran manusia. Namun, di antara pemandangan ini, makhluk tak terduga muncul: domba. Bukan hanya satu atau dua, melainkan sekitar 4.000 ekor domba hidup di pulau ini. Domba-domba ini bukanlah domba biasa seperti yang ditemui di peternakan. Mereka tiga hingga empat kali lebih besar, dengan bulu tebal yang menyumbang setengah atau lebih dari berat tubuh mereka. Bulu ini membuat mereka sulit bergerak, makan, dan minum, seolah-olah mereka terjebak dalam tubuh sendiri. Namun, kisah mereka bukan tentang kepunahan, melainkan tentang kelangsungan hidup yang luar biasa, menuju pembentukan spesies baru yang belum pernah ada di bumi.

Pulau Campbell ditemukan pada tahun 1810 oleh seorang kapten Australia saat berburu anjing laut. Pulau ini dinamakan berdasarkan nama pemilik kapal, Campbell bersaudara dari Sydney. Awalnya, pulau ini menjadi tempat berburu singa laut, lalu digunakan oleh pemburu paus. Pada tahun 1896, pulau ini masuk dalam sistem sewa tanah negara ala Selandia Baru, di mana siapa pun bisa menyewa lahan untuk beternak atau membangun. Mr. Gordon dari Gisborne menjadi penyewa pertama, mengirim 400 domba dan kayu untuk bangunan. Namun, pada tahun 1900, ia bangkrut, dan Kapten Tucker mengambil alih. Tucker serius mengembangkan peternakan domba, mengirimkan sekitar 3.000 ekor domba, kebanyakan jenis merino atau persilangan merino. Dengan pakan berlimpah seperti megaherb—tanaman berdaun lebar khas pulau subantartik—domba-domba ini berkembang pesat, mencapai puncak populasi 7.000–8.000 ekor sekitar tahun 1913.

Kondisi di Pulau Campbell awalnya ideal untuk domba. Megaherb memanfaatkan sinar matahari yang terbatas, menyediakan makanan bergizi. Namun, seiring waktu, vegetasi mulai menipis karena konsumsi domba yang berlebihan. Populasi domba pun menurun, dan pada tahun 1931, hanya tersisa sekitar 4.000 ekor. Saat itu, peternakan ditinggalkan karena masalah keuangan. Para pekerja di pulau juga terlantar selama dua tahun tanpa kapal untuk kembali ke peradaban. Pemerintah akhirnya mengirim kapal untuk menjemput mereka dan bulu domba yang telah digunting, tetapi nilai bulu tersebut tak cukup menutupi biaya sewa kapal. Domba-domba yang ditinggalkan tetap menjadi milik pemilik, tetapi tak pernah diurus lagi. Ribuan domba kini harus bertahan hidup sendiri di alam liar, meskipun mereka sama sekali tidak diciptakan untuk itu.

Domba-domba ini adalah hasil domestikasi yang dirancang untuk menghasilkan bulu, bukan untuk hidup liar. Bulu mereka terus tumbuh tanpa henti, membutuhkan pencukuran tahunan. Tanpa pencukuran, bulu yang berlebihan mengancam kesehatan mereka, seperti dialami seekor domba jantan bernama Barack di Australia pada tahun 2021. Barack ditemukan dalam kondisi hampir mati, tak bisa melihat, dan kelelahan karena bulu yang terlalu berat. Domba domestik kehilangan kemampuan molting alami seperti nenek moyang liar mereka, muflon, yang menggugurkan bulu di musim panas. Selain itu, domba ini rentan terhadap cedera dan stres, bahkan tanpa serangan predator. Di Pulau Campbell, tidak ada predator besar, hanya burung skua yang mungkin mengincar domba lemah. Angin kencang menghambat pemulihan vegetasi, tetapi juga menjauhkan lalat, mengurangi gangguan pada domba. Meski kondisinya keras, lingkungan ini memberi mereka peluang bertahan.

Antara tahun 1931 dan 1958, sesuatu yang mengejutkan terjadi. Setelah populasi domba anjlok karena kekurangan makanan dan tanpa perawatan manusia, jumlah mereka perlahan meningkat kembali. Peneliti menduga banyak domba mati pada awalnya karena bulu yang terlalu tebal, mirip nasib Barack. Namun, domba-domba yang bertahan memiliki sifat lebih tangguh, mungkin dengan bulu yang tidak terlalu lebat. Seleksi alam bekerja cepat: hanya domba dengan sifat yang mendukung kelangsungan hidup yang berkembang biak, menghasilkan keturunan yang lebih adaptif. Vegetasi yang pulih selama penurunan populasi juga membantu. Tanpa predator besar, domba-domba ini mendapat waktu untuk berevolusi. Pada tahun 1975, ketika manusia kembali, mereka menemukan domba yang tampak biasa tetapi sebenarnya telah berubah menjadi breed genetik baru, dengan ciri fisik dan perilaku yang berbeda dari domba daratan.

Domba liar Campbell memiliki kaki lebih panjang, kepala lebih tegak, dan rahang yang beradaptasi untuk mencabik vegetasi keras. Bulu mereka lebih tipis dan cenderung rontok seperti muflon liar. Mereka melahirkan sambil berdiri, dan anak domba bisa berjalan beberapa menit setelah lahir. Perilaku mereka juga berubah: mereka merumput dari pukul 04.00 hingga 23.00, bahkan dalam angin kencang, demi memenuhi kebutuhan energi. Namun, keberadaan mereka mengancam ekosistem pulau. Pada tahun 1937, pulau ini ditetapkan sebagai kawasan perlindungan, dan pada 1954, menjadi cagar alam. Pemerintah memerintahkan penghapusan domba, dan pada akhir 1980-an, sekitar 3.000 domba dibunuh. Sebelum itu, pada 1975–1976, 10 domba diselamatkan untuk diternakkan di Selandia Baru. Proses penangkapan sulit karena domba-domba ini telah liar, bahkan beberapa menyerang peneliti. Sepuluh domba terpilih akhirnya dibawa ke kapal dengan susah payah, menjaga kelestarian breed unik ini.

Kisah domba Campbell mengingatkan pada kanguru di Pulau Kangaroo, Australia, yang terisolasi 10.000 tahun lalu dan berevolusi menjadi subspesies berbeda. Jika domba Campbell dibiarkan di pulau, mereka mungkin membentuk spesies baru dalam ribuan tahun, dengan bulu lebih ringan namun tetap melindungi dari dingin. Sayangnya, pada 2017, lima domba langka dari keturunan Campbell dicuri dan dibunuh, mengurangi populasi menjadi hanya 30 ekor. Pemiliknya kehilangan domba berharga, beberapa di antaranya sedang hamil. Meski pelaku mungkin mengincar daging, daging domba liar ini tidak aman untuk dikonsumsi. Kini, domba-domba yang tersisa terus hidup di penangkaran, menjaga warisan genetik mereka. Kisah ini adalah bukti kekuatan adaptasi, di mana makhluk rapuh mampu menaklukkan alam liar dan meninggalkan jejak abadi.

Terbaru

  • Inilah Cara Zakat Crypto Kalian Bisa Jadi Pengurang Pajak Berdasarkan Aturan Resmi Pemerintah!
  • Inilah Perbandingan Airwallex vs Payoneer 2026: Jangan Sampai Profit Kalian Ludes Gara-Gara Biaya Admin!
  • Inilah Roadmap 7 Tahap Bangun Bisnis Digital dari Nol Biar Nggak Cuma Putar-Putar di Tempat!
  • Inilah Cara Tetap Gajian dari YouTube Meski View Masih Ratusan, Penasaran?
  • Inilah Alasan Akun TikTok Affiliate GMV 270 Juta Kena Banned Permanen!
  • Inilah Bahaya Astute Beta Server APK, Jangan Sembarang Klik Link Download FF Kipas 2026!
  • Inilah Bahaya Nonton Film di LK21 dan IndoXXI, Awas Data Pribadi dan Saldo Rekening Kalian Bisa Ludes!
  • Inilah Kronologi & Video Lengkap Kasus Sejoli Tambelangan Sampang Viral, Ternyata Gini Awal Mulanya!
  • Inilah Alasan Kenapa Koin Nego Neko Shopee Nggak Bisa Dipakai Bayar Full dan Cara Rahasia Dapetinnya!
  • Inilah Cara Menjawab Pertanyaan Apakah di Sekolahmu Sudah Ada IFP/PID dengan Benar dan Profesional
  • Inilah Fakta Isu Roblox Diblokir di Indonesia 2026, Benarkah Akan Ditutup Total?
  • Inilah Penyebab dan Cara Mengatasi FF Kipas My ID Verify UID Biar Akun Tetap Aman
  • Inilah Deretan HP RAM 8GB Harga di Bawah 2 Juta Terbaik 2026, Spek Dewa Tapi Nggak Bikin Kantong Jebol!
  • Contoh Cara Buat SK Panitia TKA 2026
  • Inilah Cara Download Point Blank ID Versi Terbaru 2026, Gampang Banget Ternyata!
  • Inilah Persiapan Lengkap Gladi Bersih TKA 2026 SD dan SMP: Jadwal, Teknis Proktor, dan Aturan yang Wajib Kalian Tahu
  • Inilah Aturan Lengkapnya, Apakah Zakat dalam Bentuk Barang Bisa Mengurangi Pajak Penghasilan Kalian?
  • Inilah Kenapa KBLI Sangat Penting Buat Bisnis Digital dan Gini Caranya Biar Kalian Nggak Salah Pilih Kode
  • Inilah Fitur Keren ONLYOFFICE Docs 9.3, Cara Baru Edit PDF dan Dokumen Lebih Efisien!
  • Inilah Cara Banjir Komisi Shopee Affiliate Hanya Dalam 7 Hari Saja
  • Cara Download Aplikasi BUSSID Versi 3.7.1 Masih Dicari dan Link Download Aman Mediafire
  • Inilah Cara Lengkap Mengajukan SKMT dan SKBK di EMIS GTK 2026, Biar Tunjangan Cair Tanpa Drama!
  • Inilah Kenapa Bukti Setor Zakat Kalian Harus Ada NPWP-nya, Jangan Sampai Klaim Pajak Ditolak!
  • Inilah Cara Jadi Clipper Video Sukses Tanpa Perlu Tampil di Depan Kamera
  • Inilah Cara Upload NPWP dan Rekening di EMIS GTK Madrasah Terbaru, Jangan Sampai Tunjangan Terhambat!
  • Inilah Fakta di Balik Video Ukhti Sholat Mukena Pink Viral yang Bikin Geger Media Sosial
  • Belum Tahu? Inilah Langkah Pengisian Survei Digitalisasi Pembelajaran 2026 Biar Nggak Salah
  • Ini Kronologi Video Viral Ibu Tiri vs Anak Tiri Ladang Sawit Tiktok
  • Inilah Caranya Update Chromebook Sekolah Agar Siap Digunakan untuk TKA SD dan SMP
  • Inilah Caranya Menghindari Mafia Kontraktor Renovasi Nakal Supaya Budget Nggak Boncos
  • How to Run Windows Apps on Linux: A Complete Guide to WinBoat, WINE, and Beyond
  • Build Your Own AI Development Team: Deploying OpenClaw and Claude Code on a VPS!
  • How to Measure Real Success in the Age of AI: A Guide to Software Metrics That Actually Matter
  • Kubernetes Traffic Tutorial: How to Create Pod-Level Firewalls (Network Policies)
  • This Is Discord Malware: Soylamos; How to Detect & Prevent it
  • How to Importing and Exporting Memory in Claude
  • How to Create Professional Business Guides and One-Pagers in Seconds with Venngage AI!
  • How to the OWASP Top 10 Security Risks, Attacking LLM
  • How to Create Visual Storytelling with Higgsfield Soul 2.0
  • How to Use the Tiiny AI Pocket Lab to Run Local Large Language Models
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme