Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Microsoft Tembus Valuasi USD 4 Triliun, Disokong Moncernya Bisnis AI

Posted on August 7, 2025

Microsoft (MSFT) kembali mengukir sejarah di jagat teknologi. Raksasa perangkat lunak ini sukses mencatatkan valuasi pasar senilai USD 4 triliun pada Kamis lalu. Pencapaian fantastis ini tak lepas dari laporan pendapatan yang “meledak” pada Rabu malam, yang sontak mendongkrak saham perusahaan.

Saham Microsoft Meroket Drastis

  • Lonjakan Awal Perdagangan: Saham Microsoft melonjak nyaris 4,5% sesaat setelah pasar dibuka pada Kamis. Kenaikan ini mendorong valuasi intraday perusahaan mencapai USD 4,01 triliun.

  • Kenaikan Tahunan: Sejak awal tahun ini, saham Microsoft telah melonjak sekitar 28%. Sebuah performa yang bikin banyak investor melongo.

Tonggak sejarah ini terukir hanya dalam kurun waktu satu setengah tahun setelah Microsoft mencapai valuasi USD 3 triliun. Padahal, perusahaan ini baru menembus angka USD 1 triliun pada April 2019. Dengan pencapaian ini, Microsoft kini bergabung dengan Nvidia yang telah lebih dulu menyentuh angka USD 4 triliun pada awal bulan ini.

Ambisi AI dan Performa Bisnis Cemerlang

Microsoft, tampaknya, sangat serius menggarap bisnis kecerdasan buatan (AI). Perusahaan ini memproyeksikan belanja modal rekor sebesar USD 30 miliar untuk kuartal fiskal pertama saat ini demi mewujudkan ambisi AI-nya.

  • Azure dan Copilot Jadi Jagoan: Laporan penjualan bisnis komputasi awan Azure yang “ngebut” pada Rabu lalu menjadi salah satu pendorong utama. Para analis Wall Street juga mencatat bahwa chatbot AI Copilot milik Microsoft rupanya berhasil memacu pertumbuhan signifikan pada bisnis perangkat lunak perusahaan Microsoft 365.

  • Investasi Strategis OpenAI: Investasi miliaran dolar Microsoft pada OpenAI terbukti menjadi game-changer. Pasalnya, kolaborasi ini memperkuat penawaran Office Suite dan Azure dengan AI mutakhir, mendorong nilai saham perusahaan menjadi lebih dari dua kali lipat sejak debut ChatGPT pada akhir 2022. Dengan akses eksklusif ke model OpenAI, Microsoft telah melesat di depan dalam persaingan AI generatif, mengokohkan dominasinya dibandingkan dengan layanan komputasi awan Google dan Amazon.

Perbandingan dengan Raksasa Teknologi Lain

Pergerakan Microsoft menuju USD 3 triliun memang lebih terukur dibandingkan raksasa teknologi lainnya seperti Nvidia (NVDA) dan Apple (AAPL). Nvidia, sebagai pionir AI, mampu melipatgandakan nilainya hanya dalam setahun dan mencapai USD 4 triliun lebih dulu pada 9 Juli. Sementara itu, Apple terakhir kali tercatat memiliki valuasi USD 3,12 triliun.

Dampak Perundingan Dagang dan Pemulihan Pasar

Kabar baik dari perundingan dagang antara Amerika Serikat dan mitra dagangnya menjelang tenggat waktu tarif 1 Agustus yang ditetapkan Presiden Donald Trump, turut membangkitkan pasar saham. Hal ini mendorong indeks S&P 500 dan Nasdaq mencapai rekor tertinggi. Microsoft, sebagai perusahaan terbesar kedua di AS, telah bangkit hampir 50% dari titik terendah April 2025, ketika pasar global diguncang oleh serangan tarif Trump.

Kepercayaan Wall Street dan Efisiensi Perusahaan

  • Pendapatan Rekor: Kepercayaan Wall Street yang membumbung tinggi terhadap Microsoft datang setelah perusahaan ini mencatatkan pendapatan rekor berturut-turut sejak September 2022.

  • Optimalisasi Tenaga Kerja: Reli saham juga mendapat dorongan ekstra karena Microsoft memangkas tenaga kerjanya dan menggandakan investasi AI, bertekad mengukuhkan kepemimpinannya seiring dengan persaingan bisnis untuk memanfaatkan teknologi tersebut. Meskipun tarif AS yang meluas sempat membuat investor khawatir akan pengetatan pengeluaran bisnis, pendapatan kuat Microsoft menunjukkan bahwa perusahaan belum terkena dampak dari kebijakan tersebut.

Restrukturisasi Karyawan dan Peran AI

Meski mengalami peningkatan pesat, Microsoft justru melakukan perampingan jumlah karyawan dalam beberapa bulan terakhir. Awal bulan ini, perusahaan mengumumkan akan memangkas sekitar 9.000 karyawan, atau sekitar 4% dari total stafnya. Ini merupakan pengurangan terbesar sejak 2023, menyusul pemutusan hubungan kerja 6.000 karyawan pada Mei lalu.

Juru bicara perusahaan mengatakan pemotongan pada Juli sebagian mencerminkan teknologi baru yang membuat karyawan lebih produktif. Meskipun AI tidak disebutkan secara spesifik, pemotongan ini terjadi saat raksasa Silicon Valley menggunakan teknologi yang mereka bangun untuk membuat pekerja mereka lebih efisien. CEO Microsoft, Satya Nadella, sebelumnya mengatakan bahwa 20% hingga 30% kode perusahaan dibuat oleh AI, dan perusahaan sedang menginvestasikan miliaran dolar dalam infrastruktur AI.

Sumber: CNN

Terbaru

  • Apple Dikabarkan Bikin iPhone Layar Lengkung 4 Sisi, Niru Xiaomi?
  • Inikah HP Samsung Terawet? Samsung Diam-diam Uji Baterai 20.000 mAh
  • Ini Deretan HP Murah RAM 12 GB yang Bisa Bikin Multitasking Ngebut!
  • Ini Trik Rahasia Dapat Candy Blossom di Grow a Garden, Nggak Cuma dari Event!
  • Siap-siap Boros! Ini Bocoran Skin Starlight Januari 2026 dan Update Seru M7
  • Moto X70 Air Pro Bakal Punya Kamera Periskop Canggih!
  • Ternyata Nggak Semua Aplikasi Bisa QRIS CPM di Alfamart, Ini Penjelasannya!
  • Lagi Order Tiba-tiba Gojek Error? Jangan Panik Dulu, Coba Langkah Praktis Ini!
  • Belum Tahu? Inilah Cara Melihat Kode Verifikasi Email Saya 6 Digit yang Sering Bikin Bingung!
  • Belum Tahu? Ini Cara Dapat Akses Premium Viu & Vidio Gratis Pakai Axis!
  • Belum Tahu? Inilah Fakta Kamera 0,5 di Samsung Galaxy A05s, Jangan Salah Beli!
  • Nggak Perlu Panik! Ini Trik Jitu Mengatasi Preview Pane PDF yang Hilang di Windows 10 & 11
  • Ini Video Cikgu Nisa Viral di TikTok? Awas Jangan Asal Klik Link Nonton!
  • Kok Menu Undang Teman di Melolo Hilang? Gini Cara Mengembalikannya!
  • Apa Itu Putlocker? Ini Pengertian dan Deretan Alternatif Penggantinya
  • Apa Itu Extend Volume? Ini Cara Memperluas Drive C di Windows 11
  • Ini Trik AFK Fish It Roblox Pakai LDCloud, Auto Panen Ikan Tanpa Bikin HP Panas!
  • Apa itu Game Zenless Zone Zero (ZZZ) HoYoVerse? Ini Cara Mainnya
  • Cuma Kurang 1 Rupiah! Misteri Lucky Draw Akulaku Rp300 Ribu, Bisa Cair Nggak Sih?
  • Video Melolo Cuma Layar Hitam? Ini Trik Ampuh Mengatasinya, Pasti Berhasil!
  • Mau Simpan Video Twitter dan TikTok Tanpa Aplikasi? Begini Cara Praktis Pakai VidsSave!
  • Mau Gaji Dolar? Gini Caranya Tembus Kerja di Australia, Jangan Sampai Salah Visa!
  • Belum Tahu? Inilah Fakta MigoReels, Katanya Nonton Drama Bisa Dapat Rp700 Ribu!
  • Apa Itu Event Invite Friends CapCut? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya Biar Cuan
  • Apa Itu MJ di FF? Ini Pengertian, Asal-Usul, dan Risiko di Balik Istilah Tersebut
  • Apa Itu Pengertian Penonaktifan SPayLater? Ini Durasi Blokir Akibat Telat Bayar
  • Apa Itu Rasio Gambar Ukuran 1:1 di Canva? Ini Pengertian dan Cara Buatnya
  • Pengiriman Shopee Express Hemat itu Berapa Lama? Ini Pengertian dan Estimasi Sampainya
  • Android 2025: Aplikasi Baru dan Smartphone Impian yang Akan Datang!
  • Apa Itu Google AI Pro Ultra? Ini Pengertian dan Penjelasan Lengkapnya
  • Apa itu Cosmic Desktop: Pengertian dan Cara Pasangnya di Ubuntu 26.04?
  • Apa Itu Auvidea X242? Pengertian Carrier Board Jetson T5000 dengan Dual 10Gbe
  • Elementary OS 8.1 Resmi Rilis: Kini Pakai Wayland Secara Standar!
  • Apa Itu Raspberry Pi Imager? Pengertian dan Pembaruan Versi 2.0.3 yang Wajib Kalian Tahu
  • Performa Maksimal! Ini Cara Manual Update Ubuntu ke Linux Kernel 6.18 LTS
  • Begini Cara Buat Generator Stiker WhatsApp Otomatis Menggunakan Python dan OpenAI GPT-Image-1
  • Inilah Cara Kerja AI Instagram Deteksi Konten Berbahaya dan Spam Secara Otomatis
  • Prompt AI Tahun Baruan di Bundaran HI
  • Prompt AI Pamer iPhone 17 Pro Max Orange
  • Apa itu GPT 5.2 di Microsoft Copilot? Ini Pengertian dan Keunggulannya
  • Apa Itu Paket WhatsApp API Palsu di NPM? Ini Pengertian dan Bahayanya
  • Apa Itu Serangan Spear-Phishing Microsoft 365? Ini Pengertian dan Modusnya
  • Apa Itu Ploutus? Mengenal Ransomware P0ADUS yang Baru Saja Ditindak DOJ
  • Apa itu CVE-2025-68664? Memahami Celah Keamanan LangGrinch pada LangChain
  • Kronologi Kasus Pencurian Data Karyawan Data Breach Korean Air 2025
Beli Morning Star Kursi Gaming/Kantor disini: https://s.shopee.co.id/805iTUOPRV
Beli Pemotong Rumput dengan Baterai IRONHOOF 588V Mesin Potong Rumput 88V disini https://s.shopee.co.id/70DBGTHtuJ

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme