Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Indonesia Resmi Punya Rudal Balistik KHAN!

Posted on August 5, 2025

Kabar gembira bagi sistem pertahanan kita, satu per satu alat utama sistem persenjataan (Alutsista) pesanan pemerintah mulai tiba di Tanah Air. Yang terbaru dan cukup menghebohkan adalah kedatangan rudal balistik KHAN dari Turki, yang kini sudah berada di Kalimantan Timur. Senjata strategis ini dilaporkan telah ditempatkan di Markas Batalyon Artileri Medan ke-18 (Yonarmed 18/Buritkang Tenggarong) sejak awal Agustus 2025. Momen ini menjadi catatan sejarah, karena untuk pertama kalinya Indonesia memiliki rudal balistik tipe darat-ke-darat, sebuah langkah signifikan yang diharapkan mampu menambah efek gentar dalam strategi pertahanan nasional.

Namun, kedatangan rudal KHAN ini baru permulaan. Masih ada sederet alat perang canggih lainnya yang akan segera memperkuat jajaran Tentara Nasional Indonesia (TNI), mulai dari jet tempur superioritas udara, kapal perang modern, hingga pesawat angkut multiguna berbadan jumbo.

Dari lautan, Indonesia telah mengakuisisi kapal permukaan jenis Offshore Patrol Vessel (OPV) dari Italia, yaitu kelas Paolo Thaon di Revel. Salah satunya bahkan sudah dalam pelayaran menuju Indonesia dan telah diberi nama KRI Brawijaya-320. Kapal buatan galangan Fincantieri ini resmi diberangkatkan pada 29 Juli 2025 dan langsung mencuri perhatian dunia. Penyebabnya, meski secara resmi diklasifikasikan sebagai OPV, spesifikasi dan ukurannya lebih layak disebut sebagai Frigat. Menurut ensiklopedia, kapal kelas ini di Italia dikenal sebagai PPA atau Pattugliatore Polivalente d’Altura, yang berarti Patroli Lepas Pantai Serbaguna (Sumber: Wikipedia). KRI Brawijaya-320 memiliki panjang 143 meter, kecepatan maksimal 32 knot, dan dapat menampung 171 personel. Desainnya yang sangat fleksibel dan modular memungkinkan TNI AL untuk melakukan konfigurasi ulang sesuai kebutuhan operasional, mulai dari misi patroli hingga pertempuran anti-kapal dan anti-serangan udara. Mengenai penempatannya nanti, Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muda TNI Yayan Sofiya menyatakan bahwa hal tersebut masih akan ditentukan lebih lanjut oleh pimpinan TNI AL.

Di sektor udara, kabar baik datang dari Airbus A400M. Pesawat angkut militer jumbo pertama pesanan Indonesia ini telah sukses melakukan penerbangan perdananya di pabrik perakitan Airbus di Seville, Spanyol, pada awal Agustus 2025. Menurut Airbus Defence, pesawat ini melakukan serangkaian manuver untuk memvalidasi kemampuan penanganan dan sistem utamanya. A400M adalah pesawat angkut turboprop empat mesin yang dirancang untuk mengisi celah kemampuan antara pesawat angkut taktis seperti C-130 Hercules dan pesawat angkut strategis yang lebih besar seperti C-17 Globemaster III (Sumber: Encyclopedia Britannica). Keunggulan utamanya adalah mampu mengangkut muatan berat ke landasan pacu yang pendek dan tidak beraspal, sebuah kemampuan krusial untuk geografi Indonesia. Kontrak pembelian mencakup dua unit A400M dalam konfigurasi multi-peran tanker dan angkut, dengan opsi penambahan empat unit lagi di masa mendatang.

Selanjutnya, ada jet tempur Rafale dari Dassault Aviation, Prancis. Total pesanan kita mencapai 42 unit, yang pengirimannya diharapkan mulai pada awal 2026. Kabar terbaru menyebutkan unit Rafale B pertama pesanan Indonesia sudah terlihat di fasilitas Dassault Aviation di Bordeaux. Kehadiran Rafale akan menjadikan Indonesia satu-satunya operator jet tempur ini di Asia Tenggara. Rafale dikenal sebagai pesawat omnirole atau serba bisa, mampu menjalankan misi superioritas udara, serangan darat presisi, pengintaian, hingga pengisian bahan bakar di udara (Sumber: Wikipedia). Varian yang diakuisisi Indonesia, Rafale B, dibekali mesin ganda Snecma M88-2 yang memungkinkannya melesat hingga kecepatan Mach 1.8 atau sekitar 2.222 km/jam.

Sebagai penutup yang paling dinantikan, Indonesia juga meneken kontrak pembelian 48 unit jet tempur generasi kelima, KAAN, buatan Turkish Aerospace Industries (TAI). Kesepakatan ini diawali dengan MoU pada Indo Defence 2025 dan dilanjutkan dengan penandatanganan kontrak di Istanbul. Dengan nilai fantastis yang diperkirakan mencapai 10 miliar dollar AS, KAAN adalah pesawat tempur siluman yang dirancang untuk beroperasi di segala cuaca. Sebagai jet tempur generasi kelima, KAAN dilengkapi teknologi low-observable (sulit dideteksi radar) dan sistem aviasi canggih yang akan menjadi tulang punggung pertahanan negara.

Sumber: tribunnews.com

Terbaru

  • I’m Happy Using ‘Herdr’, The Fastest Growing Devtool written in Rust
  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Siapa Sosok Dibalik Video Kerudung Biru Di Mobil? Ini Konteks Asli Rekamannya
  • Bantah Menteri Kesehatan Sesak Nafas di Kalimantan, Netizen Tidak Percaya
  • Download Full Link Video Kakak vs Adik 17 Menit Viral, A Day In My Life? Hati-hati Virus!
  • Nasib Veda Ega di Moto3 Australia 2026: Sudah dapat pole position malah dihambat hujan deras
  • Lagi rame dicari link download Dopamine TV APK, warga diingatkan hati-hati soal keamanan data

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme