Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Kenapa Bobon Santoso Pensiun Dari Youtube? Ini Alasan Sebenarnya

Posted on February 7, 2026

Beberapa waktu belakangan, mungkin kalian juga merasakan udara yang sedikit berbeda di platform YouTube. Bukan hanya satu atau dua nama yang mulai mengambil langkah mundur, tapi beberapa figur besar yang selama ini jadi andalan di dunia hiburan digital. Farida Nurhan yang sudah pamit duluan, kini Bobon Santoso juga mengambil langkah yang sama. Bagi banyak penonton, ini bukan sekadar akhir dari sebuah kanal, tapi juga akhir dari rutinitas yang sudah terbangun lama. Pertanyaannya, apakah YouTube masih layak jadi tempat kalian bertahan? Atau mungkin, ini hanya awal dari pergeseran besar dalam cara kreator berpikir tentang platform digital?

Bobon Santoso nggak pake ribet-ribet. Dia cuma posting di Instagram, @bobonsantoso, dan langsung menyatakan bahwa tahun ini jadi akhir perjalanannya di YouTube. Tapi yang bikin menarik, dia juga nggak sembunyikan rencana menjual kanalnya yang sudah punya 18 juta subscriber. Harganya? Rp 20 miliar. Ini nggak cuma soal uang, tapi juga menunjukkan bahwa kanal YouTube sekarang dianggap sebagai aset bernilai, bukan sekadar tempat untuk berbagi konten. Jadi, kalau kalian nonton video Bobon, jangan heran kalau dia mungkin akan muncul di tempat lain, atau bahkan nggak lagi muncul sama sekali.

Sebelum Bobon, Farida Nurhan atau yang biasa dipanggil Omay juga sudah ambil langkah serupa. Dia nggak ngambil keputusan instan, tapi setelah pertimbangan selama hampir 18 bulan. Dalam pengakuannya, dia nggak cuma lelah, tapi juga merasa tekanan kreatif yang nggak bisa dihindari. Bayangkan, bikin video panjang dua kali seminggu, plus jalan-jalan ke berbagai daerah demi kualitas konten. Setelah itu, Omay juga nggak sembunyikan rencana menjual kanalnya seharga Rp 10 miliar. Ini nggak cuma soal uang, tapi juga menunjukkan bahwa kanal kreator sekarang jadi investasi yang bisa dijual, kayak properti.

Kalau dulu, YouTube dianggap sebagai tempat untuk berkembang bersama, sekarang rasanya lebih mirip ekosistem bisnis dengan aturan-aturan ketat. Konsistensi, algoritma, dan persaingan yang makin ketat jadi beban yang nggak bisa diabaikan. Bagi kreator besar, pertanyaannya bukan lagi “bisakah bertahan?” tapi “apakah bertahan ini masih sepadan dengan energi yang dikeluarkan?” Mungkin ini juga alasan kenapa banyak yang mulai berpikir ulang, bahkan sampai mengambil langkah keluar.

Keputusan Bobon dan Omay ini jadi sinyal yang menarik. Di satu sisi, ini bisa dianggap sebagai pilihan pribadi setelah bertahun-tahun bekerja keras. Tapi di sisi lain, ini juga menunjukkan bahwa dunia kreator digital sedang mengalami perubahan. YouTube masih jadi platform besar, tapi bagi yang sudah mencapai puncak, tantangan justru datang dari dalam: menjaga relevansi, kesehatan, dan keseimbangan hidup. Mungkin ini juga jadi pelajaran bagi kalian yang sedang merancang karier digital: berhenti nggak selalu berarti gagal, dan menjual kanal nggak harus jadi hal yang dianggap tabu.

Rekan-rekanita, mungkin ini cuma awal dari perubahan besar, atau mungkin cuma fase normal dari siklus industri. Tapi yang jelas, keputusan ini jadi cerminan bahwa dunia kreator nggak lagi bisa dianggap sekadar hobi.

Terbaru

  • Testing Goose on Omarchy Linux (App & CLI): The Open-Source Solution for Daily Task Automation
  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Ini Video Cikgu Nisa Viral di TikTok? Awas Jangan Asal Klik Link Nonton!
  • Cuma Kurang 1 Rupiah! Misteri Lucky Draw Akulaku Rp300 Ribu, Bisa Cair Nggak Sih?
  • Inilah Alasan Kenapa Video Viral Rok Hijau di Dapur Jadi Trending Topik dan Bikin Geger Netizen
  • Kenapa mobil pelat RI 6 sama RI 25 sering bikin warga penasaran? Ternyata ini isinya
  • Mencari Tahu Siapa di Balik PT Sentosa Agri Prima, Perusahaan Sawit di Sumsel yang Bikin Penasaran

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme