Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah 10 Peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta Berdasarkan Hasil TKA TKAD 2025/2026 Terbaru

Posted on April 30, 2026

Cari sekolah buat adik atau anak di Jogja emang nggak gampang, ya. Apalagi kalau kita mau liat kualitas akademiknya secara nyata melalui data yang valid. Nah, rilis hasil Pemantapan TKA-TKAD tahun ajaran 2025/2026 ini ngebuat kita makin paham mana aja sekolah yang prestasinya lagi naik daun banget di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta saat ini.

Hasil Pemantapan Persiapan Tes Kemampuan Akademik Daerah (TKA-TKAD) ini sepertinya emang ditunggu-tunggu banget sama banyak orang tua. Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 2 sampai 5 Februari 2026 kemarin difasilitasi langsung sama Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY. Penilaian ini nggak sembarangan karena mereka ngebangun sistem evaluasi dari gabungan empat mata pelajaran utama, yaitu Bahasa Indonesia, Matematika, Bahasa Inggris, dan IPA. Data ini nggak cuma sekadar angka, tapi jadi cerminan gimana kualitas pengajaran di sekolah tersebut ngehadapi standar nasional.

Buat kalian yang penasaran sekolah mana aja yang masuk jajaran elit tahun ini, kami udah ngerangkum daftar peringkat SMP di Daerah Istimewa Yogyakarta berdasarkan nilai rata-rata tertingginya. Berikut ini adalah langkah-langkah buat ngebaca dan mahamin urutan prestasinya:

  1. SMP Negeri 4 Pakem (Skor: 77,87)
    Posisi puncak masih dipegang sama sekolah yang ada di Sleman ini. Rasanya konsistensi mereka emang nggak perlu diraguin lagi. SMPN 4 Pakem sukses ngebuktikan kalau mereka tetap jadi kiblat pendidikan tingkat pertama di DIY dengan rata-rata nilai yang hampir nyentuh angka 78. Ini ngebuat mereka tetap jadi sekolah yang paling diburu saat musim pendaftaran tiba.
  2. SMP TQS Assalaam Tepus (Skor: 77,37)
    Ini dia kejutan besarnya! Sekolah swasta asal Gunungkidul ini berhasil ngebuktikan kalau kualitas nggak harus selalu ada di pusat kota. Mereka nempel ketat di posisi kedua, cuma beda tipis banget sama posisi pertama. Hal ini ngebuktikan kalau sekolah swasta punya sistem pembelajaran yang nggak kalah keren buat ngebangun kompetensi siswanya.
  3. SMP Negeri 4 Depok (Skor: 76,15)
    Sekolah ini ngebuat banyak orang kagum karena performa mereka yang stabil banget di papan atas. Kami ngelihat SMPN 4 Depok punya keunggulan spesifik, terutama di pelajaran Matematika yang nyentuh rata-rata 83,39 dan Bahasa Inggris di angka 81,60. Mereka bener-bener nyiapin siswanya buat jago di bidang sains dan literasi internasional.
  4. SMP Negeri 5 Yogyakarta (Skor: 74,95)
    Sebagai salah satu sekolah legendaris di Kota Jogja, posisi keempat ini nunjukin kalau mereka masih sangat kompetitif. Lingkungan belajar di sini emang dikenal kompetitif, yang akhirnya ngebantu mereka buat tetap ada di deretan sekolah terbaik tingkat provinsi.
  5. SMP Negeri 8 Yogyakarta (Skor: 71,30)
    Masih dari Kota Jogja, sekolah ini juga nggak mau kalah. Dengan skor di atas 70, mereka ngebuktikan kalau proses belajar mengajar di sana berjalan sangat efektif. Mereka fokus banget sama penguasaan konsep dasar di empat mapel yang diujikan dalam TKAD.
  6. SMP Negeri 1 Godean (Skor: 67,43)
    Peringkat keenam diisi oleh wakil dari Sleman bagian barat. Nilai mereka nunjukin kalau distribusi pendidikan yang berkualitas di DIY udah mulai merata ke pinggiran kota. Mereka sukses ngebandingin diri dengan sekolah-sekolah di pusat kota dan hasilnya cukup memuaskan.
  7. SMP Negeri 1 Yogyakarta (Skor: 66,44)
    Sekolah yang lokasinya sangat strategis ini tetap bertahan di jajaran 10 besar. Meskipun persaingannya ketat banget, mereka masih bisa ngasih hasil yang solid bagi para siswanya, terutama dalam menjaga kestabilan nilai Bahasa Indonesia.
  8. SMP Negeri 1 Depok (Skor: 65,27)
    Lagi-lagi dari wilayah Depok, Sleman. Sekolah ini emang sering banget masuk radar sekolah unggulan. Nilai rata-rata mereka mencerminkan kalau para siswanya punya kesiapan yang matang banget pas ngerjain soal-soal TKA yang terkenal sulit.
  9. SMP Negeri 1 Sleman (Skor: 65,18)
    Nggak mau ketinggalan, SMPN 1 Sleman juga masuk ke daftar elit ini. Selisih poinnya sama peringkat di atasnya tipis banget, kayaknya cuma masalah keberuntungan di beberapa soal aja. Secara umum, kemampuan akademik mereka udah sangat mumpuni.
  10. SMP Kesatuan Bangsa (Skor: 64,90)
    Menutup daftar 10 besar, ada sekolah swasta internasional yang prestasinya emang udah mendunia. Masuknya SMP Kesatuan Bangsa nunjukin kalau sekolah swasta di DIY emang punya peran besar dalam ngebentuk standar pendidikan yang tinggi bagi masyarakat.

Selain sepuluh besar di atas, kami juga ngelihat ada tren positif dari sekolah lain seperti SMP Negeri 2 Ngaglik, SMP Montessori, hingga SMP IT Abu Bakar Yogyakarta yang nilainya stabil di angka 64-an. Bahkan sekolah kayak SMP Eco Eksperimental Wates dan MTs Al Mumtaz juga mulai nunjukin taringnya dengan masuk ke jajaran 20 besar. Hal ini ngebuat pilihan sekolah bagi orang tua jadi makin beragam dan nggak cuma terpaku pada sekolah negeri aja.

Adanya data ini sebenernya bukan buat ngebanding-bandingin secara negatif, tapi lebih ke arah ngasih gambaran objektif. Pihak sekolah sendiri bilang kalau capaian ini adalah hasil sinergi antara guru, siswa, dan orang tua. Rasanya peningkatan kemampuan literasi melalui nilai Bahasa Indonesia yang rata-rata bagus di angka 70-80an ini jadi sinyal kalau anak-anak sekolah di Jogja emang rajin baca. Data peringkat ini juga ngebantu mereka buat memetakan materi apa yang masih harus dikejar sebelum tes yang sesungguhnya dimulai.

Informasi mengenai peringkat sekolah ini kayaknya emang penting banget buat kita pantau bareng-bareng. Rasanya dengan ngelihat hasil TKA-TKAD 2026 ini, kita jadi punya gambaran sekolah mana yang paling siap buat ngebimbing siswa ke jenjang pendidikan selanjutnya. Buat kalian para orang tua atau siswa, jangan cuma liat skor akhirnya aja, tapi liat juga gimana proses sekolah tersebut ngembangin mata pelajaran tertentu yang kalian suka. Semoga daftar peringkat ini bisa ngebantu kalian dalam nentuin pilihan sekolah terbaik buat masa depan yang lebih cerah.

Rekan-rekanita, terimakasih sudah membaca ulasan mengenai peringkat sekolah di DIY ini sampai selesai. Mari kita simpulkan bahwa kualitas pendidikan di Jogja emang lagi bagus-bagusnya dan makin kompetitif!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme