Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Inilah Alasan Intel Merilis Raptor Lake Next di Socket LGA 1700, Masih Setia dengan DDR4!

Posted on June 15, 2026

Industri prosesor emang nggak pernah sepi dari kejutan. Baru-baru ini, bocoran terbaru dari pembocor andal, Jaykihn, ngungkapin kalau Intel lagi nyiapin “Raptor Lake Next”. Langkah ini menarik banget karena jadi refresh ketiga buat arsitektur Raptor Lake. Yuk, kita bedah bareng arsitektur baru yang bakal meluncur di soket LGA 1700 ini!

Ngomongin soal kehadiran “Raptor Lake Next” emang cukup ngebuat heboh komunitas teknologi. Banyak dari kalian mungkin nanya-nanya, kenapa Intel masih mau mempertahankan arsitektur lama ini? Jawabannya sepertinya berkaitan erat dengan strategi bisnis mereka untuk memaksimalkan sisa produksi yang sudah stabil. Setelah Intel ngabisin banyak waktu buat ngeberesin masalah instabilitas pada generasi ke-13 dan ke-14, langkah merilis ulang silikon ini rasanya masuk akal banget demi menekan biaya produksi dan ngasih opsi ekonomis buat konsumen. Mereka ingin memastikan bahwa investasi besar pada riset arsitektur sebelumnya bisa memberikan timbal balik yang maksimal.

Menariknya, Raptor Lake Next ini kabarnya bakal tetap menggunakan soket LGA 1700 yang sudah sangat familier. Mereka juga diprediksi bakal tetap memakai penamaan Core 200 series, berdampingan dengan generasi baru lainnya. Silikon yang dipakai di sini murni dari keluarga Raptor Lake, bukan Bartlett Lake yang sempat dirumorkan khusus untuk perangkat embedded dengan konfigurasi hanya P-Core. Jadi, kalian nggak akan nemuin varian 12 P-Core murni di lini baru ini. Generasi ini tetap setia menggunakan arsitektur hibrida standar yang menggabungkan Performance Core (P-Core) dan Efficient Core (E-Core).

Mari kita bedah detail spesifikasi dari lini Raptor Lake Next yang bocor di internet baru-baru ini. Informasi dari Jaykihn menunjukkan kalau prosesor ini cuma bakal tersedia untuk seri Core 3, Core 5, dan Core 7. Sepertinya untuk saat ini nggak ada varian Core 9 yang disiapkan. Berikut adalah rincian model spesifikasinya:

  1. Core 7 (8 P-Core + 12 E-Core, 65W)
    Varian tertinggi ini menawarkan total 20 core. Konfigurasinya mirip banget kayak Core i7-14700 yang biasa kita temuin di pasar saat ini. Kehadiran prosesor ini ditujukan buat kalian yang butuh performa multitasking tinggi tapi dengan konsumsi daya yang tetap efisien di kisaran 65 Watt.
  2. Core 5 (8 P-Core + 8 E-Core, 125W)
    Prosesor dengan total 16 core ini sejatinya punya spesifikasi yang identik dengan Core i7-13700K. Menariknya, di keluarga Raptor Lake Next, Intel memutuskan untuk menurunkannya ke kelas “Core 5”. Ini tentu jadi kabar baik karena kalian bisa ngedapetin performa kelas i7 lama dengan harga yang kayaknya bakal lebih bersahabat di kelas menengah.
  3. Core 5 (6 P-Core + 4 E-Core, 65W, 24MB L3 Cache)
    Ini adalah konfigurasi yang cukup unik dan baru. Biasanya, prosesor dengan konfigurasi 6+4 hanya dibekali L3 cache sebesar 20MB. Tapi di sini, Intel ngasih L3 cache sebesar 24MB. Sepertinya, cache dari kluster core yang dinonaktifkan tetap dibiarkan aktif dan bisa diakses. Hal ini berpotensi ngebuat performa gaming atau aplikasi yang sensitif terhadap cache jadi lebih kencang.
  4. Core 3 (4 P-Core + 0 E-Core, 65W)
    Untuk kelas entry-level, Intel nawarin varian hemat yang hanya berisi 4 P-Core tanpa adanya E-Core sama sekali. Menggunakan arsitektur Raptor Cove, prosesor ini tetap bisa diandalkan untuk kebutuhan harian tanpa ngebikin tagihan listrik kalian membengkak.

Semua prosesor dalam lini Raptor Lake Next ini dikabarkan masih menggunakan kartu grafis terintegrasi Intel HD 700 series, bukan arsitektur Arc Xe yang baru debut di Arrow Lake desktop. Walau begitu, ada satu keuntungan besar yang ditawarkan oleh platform LGA 1700 ini, yaitu dukungannya terhadap memori DDR4. Di tengah harga RAM DDR5 yang rasanya masih belum ramah di kantong, opsi untuk ngebangun PC menggunakan DDR4 jelas bakal sangat membantu menghemat anggaran belanja kalian saat merakit komputer baru.

Dari segi fitur baru, sayangnya Raptor Lake Next nggak membawa peningkatan fitur bawaan yang signifikan seperti WiFi 7 atau Fast Throttle yang dulu sempat diperkenalkan pada Raptor Lake Refresh generasi ke-14. Intel murni mengoptimalkan stabilitas silikon yang sudah matang ini untuk pasar yang lebih luas.

Proses produksi massal untuk Raptor Lake Next kabarnya baru bakal dimulai pada Januari 2027, dengan target ketersediaan di pasar pada kuartal pertama tahun 2027. Mereka nantinya akan hidup berdampingan dengan arsitektur Nova Lake di pasar. Keberadaan dua keluarga ini secara bersamaan ngebuat pemisahan antara penamaan Core 200 dan Core 400 jadi sangat krusial agar konsumen nggak bingung saat memilih prosesor yang sesuai dengan kebutuhan mereka.

Kehadiran Raptor Lake Next ini sepertinya emang ditujukan bagi mereka yang pengen ngebangun atau upgrade PC dengan dana terbatas tapi tetap menginginkan performa yang stabil. Dukungan terhadap soket LGA 1700 dan RAM DDR4 ngebuat platform ini jadi pilihan yang sangat ekonomis di tengah gempuran hardware baru yang serba mahal. Kami menyarankan kalian untuk tetap memantau perkembangan harganya nanti saat rilis demi mendapatkan nilai price-to-performance terbaik. Akhir kata, mari kita simpulkan bahwa langkah Intel ini cukup cerdas untuk menjaga pasar kelas menengah ke bawah. Terima kasih banyak rekan-rekanita sudah membaca ulasan kami kali ini!

Sumber: Tom’s Hardware

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme