Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Review DJI Osmo Pocket 4P: Kamera Saku Lensa Ganda yang Bikin Kamera Pro Kelihatan Ribet!

Posted on July 10, 2026

Akhirnya yang ditunggu-tunggu mendarat juga di Indonesia. DJI baru aja ngerilis DJI Osmo Pocket 4P per Juli 2026 ini. Jujur, pas denger kabar ada sistem dual lens di kamera sekecil ini, aku langsung mikir: “Ini beneran bisa gantiin kamera mirrorless buat vlogging nggak, sih?”

Selama ini, kita udah biasa pake seri Osmo Pocket yang praktis banget. Tapi masalah klasik kamera saku biasanya ada di fleksibilitas lensa. Kalau mau ambil pemandangan (landscape) oke, tapi pas mau ambil muka (portrait) yang estetik atau bokehnya cakep, seringkali berasa kurang dapet “feel” sinematiknya. Nah, di seri 4P ini, DJI kayaknya denger curhatan kita semua.

Poin paling gila dari DJI Osmo Pocket 4P ini adalah sistem dua lensanya. Ini pertama kalinya di lini Osmo Pocket. Jadi, kalian nggak perlu lagi ribet bawa banyak alat kalau mau konten yang variatif.

Lensa utamanya pake sensor CMOS 1 inci yang udah wide-angle. Ini cocok banget buat kalian yang hobi travel vlogging, rekam jalanan kota, atau sekadar dokumentasiin pemandangan alam yang luas. Yang bikin makin keren, sensor ini udah dibekali teknologi LOFIC. Buat yang nggak paham teknis, bayangin aja kayak jendela yang bisa ngatur cahaya masuk dengan super pinter, jadi pas kalian videoin objek yang kena matahari terik (backlight), detailnya nggak bakal “pecah” atau putih polos semua. Dynamic range-nya diklaim sampe 17 stop, gila sih itu.

Beli DJI Osmo Pocket 4P disini https://s.shopee.co.id/903UK8wF2X

Terus, ada lensa kedua yaitu Med-Tele 60mm dengan aperture f/1.8. Nah, lensa ini fungsinya buat dapetin shot yang lebih intim. Kalau kalian mau bikin video portrait yang ada efek blur di belakangnya (bokeh) biar kelihatan kayak film bioskop, lensa ini jagonya. Ada juga fitur zoom optik 3x dan digital 12x yang lumayan banget buat ambil objek dari jauh tanpa harus lari-larian mendekat.

Fitur 4K 240fps itu bakal jadi senjata rahasia buat para kreator konten estetik. Biasanya, kalau kita mau bikin video slow motion yang halus, kita butuh kamera mahal atau settingan yang ribet. Di sini, kalian tinggal pencet, dan dapet video super lambat dengan kualitas 4K yang tetep tajam. Bayangin rekam cipratan air atau gerakan orang nari, hasilnya bakal kelihatan mewah banget.

Buat temen-temen yang udah mulai belajar color grading di Premiere atau DaVinci Resolve, DJI juga nyediain profil warna D-Log 2 10-bit. Ini penting banget supaya warna video kalian nggak “flat” dan punya ruang buat dimainin warnanya pas editing nanti. Hasilnya nggak bakal kayak video HP biasa, tapi beneran berasa kayak hasil produksi profesional.

Masalah utama vlogger itu biasanya video yang goyang-goyang (shaky) pas lagi jalan. DJI masih konsisten pake gimbal mekanis 3-axis. Ini bukan sekadar stabilisasi software kayak di HP, tapi ada gerakan fisik dari mesin gimbalnya buat nahan guncangan. Hasilnya? Tetep stabil meski kalian lagi lari kecil atau jalan di medan yang nggak rata.

Ditambah lagi ada ActiveTrack 8.0. Fitur ini pinter banget buat ngikutin objek. Mau itu orang, mobil lewat, atau bahkan kucing peliharaan kalian, kamera ini bakal otomatis muter buat mastiin subjeknya tetep ada di tengah frame. Jadi, kalian nggak perlu repot-repot pegang remote atau minta bantuan orang lain buat jagain komposisi.

Sekarang masuk ke bagian yang paling krusial: harga. DJI Osmo Pocket 4P hadir dalam dua versi di Indonesia:

  • Standard Combo: Rp11.510.000
  • Vlog Combo: Rp12.590.000

Kalau kalian emang serius mau terjun jadi konten kreator tapi males ribet bawa tas kamera gede, ini worth it banget. Selisih harga buat versi Vlog Combo kayaknya nggak terlalu jauh, dan biasanya paket itu udah dapet aksesoris tambahan yang bakal kepake banget. Tapi, kalau cuma buat dokumentasi liburan sesekali, mungkin bakal berasa agak kemahalan.

Jadi, gimana? Siap buat upgrade gear kalian? Sampai ketemu di konten selanjutnya, rekan-rekanita!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Zyphra is The Pioneer, Why Everyone is Suddenly Obsessed with AMD and Not Just Nvidia Anymore
  • Stop Trusting Your Prompts to Save Your Business Data
  • Lagi rame dicari, ini bedanya Jenny Mod Minecraft Java sama Bedrock biar nggak salah download
  • Lagi rame istilah Blunder Lagi di TikTok sama Instagram, sebenernya apa sih artinya?
  • Info Demo Mahasiswa Jakarta Hari Ini 20 Oktober 2026: Lokasi, Jam, dan Tuntutan Terkait Dua Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran
  • Sering lewat di TikTok, ini arti istilah Oppa Gajima, Hajima, sampai ajakan makan ramyeon yang sebenarnya
  • Bingung jawab soal orientasi PPPK? Iki rangkuman materi Agenda 1 lan Manajemen ASN nggo referensi warga

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme