Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

NU Harus Bertindak Sebagai Jam’iyyah, Bukan Jamaah

Posted on November 1, 2011

Badung, NU Online
Nahdlatul Ulama (NU) awalnya adalah jamaah, perkumpulan. Isinya adalah orang-orang yang memiliki kesamaan tradisi keagamaan. Lalu oleh para kiai, jamaah itu dihimpun dalam wadah organisasi (jam’iyyah) dengan nama yang berarti kebangkitan ulama.

Jika sudah menjadi jamiyyah, maka mestinya tindakan NU bukan lagi seperti model jamaah. Tapi sudah dengan manajemen organisasi. Jadi ada standar dan sistem yang dibuat dan keputusan dibuat  melalui musyawarah yang hasilnya efektif.

Mustasyar PBNU KH Ahmad Mustofa Bisri menyampaikan hal itu dalam diskusi pertama Halaqoh Nasional Fiqih Organisasi yang digelar Majma’ Buhuts an-Nahdliyah (MBN) di Hotel Lor In kawasan Pecatu Indah Resort, Kuta, Badung, Bali, Jum’at (11/12) malam.

Halaqoh diikuti oleh lima puluhan ulama se-Jawa Madura dan Bali yang tergabung dalam forum diskusi ke-NU-an (MBN) tersebut. Pengasuh Ponpes Raudlatut Tholibin Leteh Rembang ini menjelaskan, walaupun NU berwarna tradisional, manajemennya harusnya modern. Manajemen modern bukan berarti meninggalkan basis tradisi dan ciri khasnya, tetapi menggunakan cara yang benar dan dalam menjalankan jam’iyyah. Penekanannya pada musyawarah.

“NU adalah jam’iyah. Maka tindakannya harus sebagai organisasi. Bukan lagi model jamaah,” ujarnya dalam forum yang dipandu pengasuh Pondok Pesantren Al-Muayyad Solo KH Dian Nafi, hingga larut malam itu.

Kiai yang biasa dipanggil Gus Mus ini menguraikan, musyawarah harus dilakukan dan menjadi standar kewajiban setiap pengambilan keputusan. Terlebih untuk urusan yang terkait langsung dengan umat.

Ia membeberkan, banyak terjadi konflik di internal NU karena faktor politik. Ada kiai A mendukung calon kepala daerah X, lalu kiai B mendukung calon Y. Lalu santrinya Kiai A tukaran dengan santrinya Kiai B. Bahkan kiainya sendiri kadang ikut jothakan. Hal itu menurutnya, menunjukkan pola yang tidak terorganisir.

Semestinya, kata budayawan ini, para kiai yang berada dalam lembaga Syuriyah NU memerintahkan pengurus Tanfidziyah untuk meneliti rekam jejak para calon. Laporannya dibahas oleh syuriyah dalam musyawarah. Lalu para kiai melakukan istikhoroh. Hasil dari musyawarah dan istikhoroh itu menjadi bahan mengambil keputusan.

“Semestinya ulama bermusyawarah untuk memutuskan siapa calon yang layak didukung. Itupun melalui istikhoroh dulu,” tegasnya.

Lebih lanjut dia menambahkan, dalam musyawarah itu para calon atau calon yang dianggap layak, dipanggil untuk presentasi di depan para ulama. Dia harus menjelaskan apa komitmennya kepada rakyat, bagaimana pengelolaan pemerintahannya jika terpilih. Dia juga harus menjawab pertanyaan para kiai  tentang perlindungan alam lingkungan, pelayanan kepada fakir miskin dan anak terlantar, perlindungan budaya, dan seterusnya.

“Jadi keputusan ulama bulat. Jelas untuk kemaslahatan umat. Pemimpin ulama, yakni Rais Syuriyah, lantas menyampaikan hasil musyawarah tersebut kepada umat. Keputusman itu berjalan efektif sampai ke bawah dengan jalur komando  yang kuat. Pengurus Tanfidziyah menyebaruaskan keputusan ulama tersebut. Jadi kontrol kekuasaan itu di tangan jam’iyyah NU. Tidak sikap pribadi kiai A, B, atau C.

“Ketika keputusan sudah dibuat, seluruh kiai dan warga NU sampai tingkat paing bawah satu suara, satu pilihan.  Manut  pada dhawuh rais syuriyah,” .

Untuk mewujudkan hal itu, kata Gus Mus, dengan menyuwun Fiqih Organisasi. Sebagai pedoman pelaksanaan organisasi, baik oleh NU maupun organisasi lain.  Ia mengaku sudah memikirkan hal dan telah mengusulkannya agar dibahas dalam setiap Muktamar yang ia hadiri. (ichwan/abdullah alawi)
 
 
 
 
 

Sumber: NU Online

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Ajudan Gubernur Kaltim minta maaf setelah video bentrok sama mahasiswa viral, katanya cuma spontan
  • Info lengkap Jakarta Running Festival 2026: rute, jadwal, sampe cara dapet transportasi gratis
  • Lagi rame soal Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone yang diperiksa Badan Kehormatan, siapa sih sebenarnya?
  • Guru-guru lagi belajar AI Google, ini ide topik pelatihan biar nggak bingung pas isi formulir evaluasi
  • Lagi rame nyari Ontel Simulator Indonesia Mod APK uang tak terbatas, mending download yang asli atau nekat pake versi mod?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme