Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu
Samsung

Cari Alternatif HP Samsung Galaxy A57, Ini Daftarnya

Posted on July 6, 2026

Pasar smartphone kelas menengah atau midrange di tahun 2026 ini bener-bener lagi panas-panasnya. Salah satu pemain besarnya adalah Samsung yang baru aja ngerilis Galaxy A57. Tapi, sebelum kalian buru-buru ngeluarin duit tujuh jutaan, ada baiknya kita bedah dulu kenapa HP ini jadi perdebatan hangat di kalangan tech enthusiast.

Kehadiran Samsung Galaxy A57 emang udah ditunggu-tunggu sebagai standar baru di kelas menengah. Tapi, begitu ulasan mendalam dari YouTuber teknologi ternama, David GadgetIn, keluar, suasananya langsung berubah. David ngasih opini yang cukup berani kalau peningkatan yang dibawa Samsung di seri A57 ini kerasa minim banget. Meskipun secara teknis dia bilang Galaxy A57 ini emang lebih bagus dibanding pendahulunya, Galaxy A56 dan A55, tapi peningkatannya nggak cukup signifikan buat bikin orang ngerasa “wah” atau semangat buat upgrade.

Kalau kita bedah lebih dalam secara teknis, Samsung emang nggak main-main soal desain dan kenyamanan penggunaan jangka panjang. Galaxy A57 ini punya bobot yang lebih ringan, bodi yang tipis banget, dan bezel layar yang kelihatan cantik dan premium. Selain itu, Samsung masih konsisten ngebangun kepercayaan lewat jaminan update software One UI 8.5 sampai 6 tahun ke depan. Ini poin penting banget buat kalian yang tipe pemakainya awet dan nggak mau gonta-ganti HP tiap tahun.

Namun, masalah utamanya ada di dapur pacu dan efisiensi. Samsung masih setia pake chipset Exynos 1680. Pas kita bandingin sama seri sebelumnya, skor benchmark dan hasil foto dari kamera 50 MP miliknya ternyata cuma beda tipis doang sama Galaxy A56. Nggak ada lompatan performa yang drastis. Bahkan, pas kita coba buat main game berat, performanya dinilai kurang memuaskan dan yang paling bikin kesel adalah konsumsi dayanya yang tergolong boros. Dengan harga yang dipatok di angka Rp7.299.000 untuk varian RAM 8 GB dan memori 128 GB, rasanya spek kayak gini agak berat buat bersaing sama kompetitor yang makin gila-gilaan.

Nah, buat kalian yang punya budget di kisaran 7 jutaan tapi nggak mau terjebak di peningkatan yang minim, kami udah ngerangkum beberapa alternatif yang jauh lebih “nendang” secara spesifikasi. Berikut adalah tiga rekomendasi HP midrange yang bisa jadi pilihan cerdas kalian di tahun 2026.

Pertama, ada iQOO 15R. Kalau kalian adalah tipe gamer garis keras atau pengguna yang butuh performa maksimal tanpa kompromi, iQOO 15R ini bisa dibilang sebagai mesin tempur mutlak. Dibandingin sama Samsung A57, iQOO bener-bener bawa spek yang udah mendekati level flagship. Mereka nanamin chipset Qualcomm Snapdragon 8 Gen 5 yang super monster. Nggak cuma itu, iQOO juga nambahin Supercomputing Chip Q2 buat mastiin kestabilan frame rate pas kalian lagi main game berat, jadi nggak bakal ada drama lag atau patah-patah di tengah war.

Sektor visualnya juga nggak kalah ngeri. iQOO 15R pake panel AMOLED 1,5K dengan refresh rate 144Hz yang bikin pergerakan layar kerasa smooth banget. Kecerahannya pun gila, bisa nyampe 5000 nits, jadi mau kalian pake di bawah terik matahari sekalipun, layar tetep kelihatan jelas. Ketangguhannya juga dijamin dengan sertifikasi IP68/IP69. Dan yang paling juara adalah baterainya. Mereka pake teknologi baterai silikon-karbon berkapasitas 7600 mAh yang didukung 100W FlashCharge. Jadi, kapasitas gede tapi pengisiannya tetep ngebut. Harganya mulai dari Rp7.299.000, pas banget sama budget Samsung A57 tapi dengan performa yang jauh di atasnya.

Kedua, buat kalian yang lebih mementingkan kapasitas memori gede dan daya tahan baterai yang nggak ada lawan, POCO X8 Pro Max adalah jawabannya. POCO emang selalu tahu cara manjain pengguna yang pengen spek tinggi dengan harga kompetitif. Di seri ini, mereka nanamin chipset MediaTek Dimensity 9500s dengan fabrikasi 3nm yang super efisien dan kencang, berjalan di atas sistem operasi HyperOS 3 terbaru. Dikombinasikan dengan RAM 12 GB, multitasking di HP ini bakal kerasa enteng banget, nggak bakal ada tuh cerita aplikasi ketutup sendiri pas lagi pindah-pindah.

Yang bikin POCO X8 Pro Max ini bener-bener beda dari yang lain adalah sektor suplai dayanya. Mereka berani naro baterai silikon-karbon monster berkapasitas 8500 mAh! Bayangin, dengan kapasitas segede itu, kalian mungkin cuma perlu ngecas sekali dalam dua hari buat pemakaian normal. Ditambah lagi teknologi 100W HyperCharge, proses ngisi dayanya nggak bakal makan waktu lama. Untuk urusan multimedia, mereka kasih panel AMOLED 6,83 inci 1.5K 120Hz yang manjain mata, plus kamera utama 50 MP yang udah dilengkapi OIS buat hasil foto yang stabil. Harganya mulai dari Rp7.499.000, sedikit lebih tinggi dari Samsung tapi apa yang kalian dapet bener-bener sepadan.

Ketiga, kalau budget kalian agak mepet tapi pengen dapet fitur kamera yang paling spektakuler, realme 16 Pro adalah pilihan yang paling masuk akal. Realme kali ini fokus banget di sektor fotografi. Mereka ngebekalin HP ini dengan sensor kamera utama Dual 200 MP (f/1.9) yang dilengkapi OIS. Kalau kita bandingin sama kamera 50 MP milik Samsung A57, secara teknis realme bakal menang telak dalam hal detail foto dan ketajaman video. Hasil fotonya bakal kerasa lebih profesional dan siap buat diupload ke media sosial tanpa perlu banyak edit.

Meskipun fokus di kamera, realme nggak pelit soal performa. Mereka pake MediaTek Dimensity 7300 Max (4 nm) yang terkenal efisien, ditambah dukungan RAM 12 GB dan ROM 256 GB. Ini udah lebih dari cukup buat kebutuhan sehari-hari dan gaming ringan. Layarnya juga udah AMOLED 144Hz dengan kedalaman 1 miliar warna, bikin pengalaman nonton film jadi makin imersif. Baterainya pun masih tergolong “badak” dengan kapasitas 7000 mAh. Dengan harga Rp6.999.000 di Erafone, realme 16 Pro ini jadi opsi paling ekonomis tapi tetep dapet spek yang sangat solid.

Jadi, intinya adalah: apakah kalian lebih mentingin ekosistem software yang matang dan update jangka panjang kayak Samsung, atau kalian lebih butuh performa mentah dan teknologi baterai terbaru kayak iQOO, POCO, atau realme? Keputusan ada di tangan kalian, tergantung prioritas penggunaan sehari-hari.

Semoga ulasan ini bisa ngebantu kalian nentuin pilihan yang paling pas buat kantong dan kebutuhan kalian. Jangan cuma kemakan brand, tapi liat juga apa yang bener-bener kalian butuhin dari sebuah smartphone. Sampai jumpa di pembahasan gadget seru lainnya, rekan-rekanita!

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Lagi rame dicari soal kabar Arin Ananto, sebenarnya gimana sih faktanya?
  • Apa itu Agen Perlinsos? Ini Link dan Cara Daftarnya? Digaji atau Tidak?
  • Persiapan Hari Santri 2026: Cari naskah Resolusi Jihad, Ikrar, sama Amanat buat upacara nanti? Cek infonya di sini
  • Lagi rame soal Agen Perlinsos Kemensos, bisa daftar buat bantu tetangga tapi bukan buat cari gaji
  • Lagi rame bahas PT Sinergi Graha Kapital yang borong saham WIFI sampe 4 triliun, ini siapa sebenernya?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme