Skip to content

emka.web.id

writing knowledge, recording civilization

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Hadirilah, Diskusi Lesbumi soal Kekerasan Budaya 1965 Senin!

Posted on November 1, 2011

Jakarta, Pengurus Pusat Lembaga Seniman Budayawan Muslim Indonesia (Lesbumi) mengundang masyarakat secara umum untuk menghadiri diskusi publik bertajuk “Menguak Kabut Sejarah Kelam Tentang Skenario Kekerasan Sosial Budaya di Balik Konflik 1965”, Senin (5/10) besok, pukul 14.00 WIB.

Forum yang bakal berlangsung di Gedung PBNU lantai 8, Jalan Kramat Raya 165, Jakarta Pusat, ini menghadirkan narasumber, antara lain penulis buku Wijaya Herlambang dan ketua PP Lesbumi K Ng H. Agus Sunyoto.

Ketua panitia M Dinaldo menjelaskan, Wijaya Herlambang sengaja didatangkan karena telah menawarkan perspektif menarik dalam buku karyanya berjudul “Kekerasan Budaya Pasca 1965: Bagaimana Orde Baru Melegitimasi Anti-Komunisme Melalui Sastra dan Film”.

Menurut Dinal, Wijaya Herlambang berpendapat bahwa kekerasan fisik bisa mendapatkan pembenaran selama ada kekerasan budaya mengikutinya. “Ia menggunakan teori “kekerasan struktural” Johan Galtung untuk menjabarkan bahwa kekerasan adalah satu kesatuan yang terdiri dari 3 poin, yakni kekerasan langsung (fisik), kekerasan struktural, dan kekerasan kultural (budaya),” tuturnya.
 
Dari model pemikiran Galtung itu, lanjut Dinaldo, Herlambang lantas mengurai sejarah kelam negeri ini, yakni kenapa bisa terjadi pembunuhan massal manusia Indonesia yang menganut paham komunisme atau tertuduh komunis pada tahun 1965-1966, dan kenapa sampai sekarang seolah masyarakat Indonesia membenarkan terjadinya pembunuhan massal tersebut.

“Dalam buku ini, Wijaya Herlambang, menguak agen-agen kebudayaan yang di ciptakan pemerintah Orde Baru. Misalnya, klaim kebenaran dalam Film dan novel pengkhianatan G30S PKI merupakan dokumen sosial yang dianggap kebenaran faktual dengan dalih sebuah upaya kreatif,” paparnya.

Diskusi yang terbuka untuk umum ini juga menyambut momen masih ramainya perbincangan seputar Komunisme dan kekerasan tiap di penghujung September dan awal-awal Oktober. (Mahbib)

                                <div class="tanggal">Sabtu, 03/10/2015 19:37
                                <b>Nama: azhar</b><br />
                                apakah sy orang awam boleh ikut?<br />
                                apakah sy orang awam boleh ikut?

Sumber: NU Online

Terbaru

  • GNOME Founder Attacks Omarchy Founder as “Lazy, Racist, Ignorant”
  • Why I Stopped Using Plain Command Line Docker and Use Portainer 3.0 To Make My Home Projects Fun Again
  • Why I Switched to a Proper Firewall Box with OPNSense for My Homelab Stuff
  • Fixing Windows Error 0x80070005 Hyper-V Export Access Denied Error the Right Way
  • Fixing Hyper V Export Errors and Building a Better Virtual Machine Setup (error 0x80070002, 0x80070005)
  • Fixing the Dreaded Windows Audio Service Stuck on Stopping Error
  • Windows SIM Error, Unknown error 0xc1420127
  • How I’m Building a Cat Breeding Management App with Python Qt6 + Microsoft Litebox, in 1 Week
  • Why Windows Keeps Nuking Your GPU Drivers (And How to Take Back Control)
  • Copy Prompt: A Modern Men’s Casual Fashion Studio Shoot
  • Why I Finally Ditched Mainstream Windows Cleaners (And Why I Use ‘Kudu’ Instead)
  • AI Made Everything Faster, Including Bad Decisions
  • Raspberry Pi Desktop Available of PC and Mac, Based on Debian 13
  • Why I Stopped Yelling at My PC When Error; Getting Windows 11 Voice Isolation and Access to Actually Work
  • Berobat Kanker ke Malaysia: Berapa Biayanya dan Apa Saja yang Perlu Disiapkan?
  • Stop Sending Every Prompt to the Biggest AI Model You Can Find
  • Stop Building AI Agents from Scratch: My Pick for the Best Native Windows Setup
  • Jev Is Faster and Cheaper, But I Still Recommend Clef. Here’s Why.
  • Weird XCP-NG Bug or Feature? Enable Maintenance Mode = Host Not Enough Memory
  • Vinix OS: Another OS That Want to Beat Linux, Try it!
  • Trying NVX, An Ultra-Light Micro-VM Sandbox from Microsoft
  • Learning NocoDB from Scratch: Creating a Simple Greenhouse App
  • How RHEL 10.2 Quietly Turned Into an Absolute Security Beast
  • Grab Videos from Anywhere with ReClip (Can Running Locally)
  • Jumped onto Ubuntu 26.04 LTS? Here’s How to Add a New User Account
  • Tutorial Cara Install WPS Office di Linux (Alternatif Microsoft Office)
  • Tutorial Upgrade Server Ubuntu 24.04 LTS ke Ubuntu 26.04 LTS dengan Aman
  • Inilah Alasan kenapa akun TikTok dibatasi tidak bisa klaim koin dan masalah pembatasan lainnya?
  • Apa penyebab gagal kirim SMS ke 89888 padahal pulsa masih ada?
  • Mengenal Donghua: Kenapa Animasi dari Tiongkok Ini Lagi Naik Daun Banget
  • Canonical: Ubuntu coming soon to Snapdragon X2 Series platforms
  • Finally, wolfSSL adds post-quantum algorithms!
  • How to Run Gemma Embedding Models Using Docker
  • Deploy Nginx Rootful Container with Podman
  • How to Sandboxing Browser on Linux Desktop with Flatpak
  • Prompt AI: Impressionist Portrait Art of a Woman
  • Prompt AI: Stylish Man Walking Double Exposure Photo
  • Trying Nemotron 3.5 Super VL: NVIDIA’s Open Multimodal Model Built for Agents That Actually See and Act
  • Pruna AI Release their Qwen-Image 2.1 LoRA Adapter, 6x Faster than Regular Qwen
  • The Rise and Fall of the Coding Holy Grail: Is Stack Overflow Just AI Fuel Now?
  • Ajudan Gubernur Kaltim minta maaf setelah video bentrok sama mahasiswa viral, katanya cuma spontan
  • Info lengkap Jakarta Running Festival 2026: rute, jadwal, sampe cara dapet transportasi gratis
  • Lagi rame soal Andi Tenri Walinonong, Ketua DPRD Bone yang diperiksa Badan Kehormatan, siapa sih sebenarnya?
  • Guru-guru lagi belajar AI Google, ini ide topik pelatihan biar nggak bingung pas isi formulir evaluasi
  • Lagi rame nyari Ontel Simulator Indonesia Mod APK uang tak terbatas, mending download yang asli atau nekat pake versi mod?

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme