Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Ini Sebab Tradisi Halal Bihalal Jatuh di Bulan Syawal

Posted on July 31, 2015

Kudus, Mustasyar PBNU KH M Sya’roni Ahmadi menjelaskan landasan umat Islam khususnya di Indonesia melaksanakan tradisi Halal Bihalal di bulan Syawal, sejak dulu dan berlangsung sampai sekarang.

“Ketika itu Rasulullah mengadakan pembebasan (istihlal) kepada kelompok kafir Quraisy Mekah bertepatan pada tanggal 1 Syawal,” jelasnya saat mengisi mauidhoh hasanah di acara Halal Bihalal Ikatan Alumni Madrasah Qudsiyyah (IKAQ), Kudus, Jawa Tengah, Kamis (30/07) siang.

Kiai Sya’roni melanjutkan saat itu Rasulullah memimpin pasukan, bersama Mu’adz Ibn Jabal, Khalid Ibn Walid, sekitar 10 hari akhir pada bulan Ramadhan. Nabi Muhammad berpidato, “Saya minta pasukan-pasukan bisa menguasai Masjid al-Haram, saya batasi tanggal 1 Syawal.”

Ketika Rasulullah dan para sahabatnya sudah bisa menguasai Mekah pada tanggal 1 Syawal, Rasulullah mengumumkan 3 macam ketentuan. Pertama, barang siapa yang meletakkan senjatanya, maka aman. Kedua, barang siapa yang masuk ke dalam masjid, maka aman. Ketiga, barang siapa yang masuk rumah Abu Sufyan, maka aman.

“Ini bahasa-bahasa mantiqi atau kalau sekarang bisa disebut bahasa politik,” tutur Nadhir Madrasah Qudsiyyah itu.

Ia mengungkapkan kafir Mekah pada waktu itu dipimpin Abu Sufyan. Sedangkan Abu Sufyan sendiri adalah keturunan Abdi Manaf. Ketika seorang pimpinan (kafir) disebut oleh Rasulullah, lalu disamakan (disandingkan) dengan masjid, para pengikut Abu Sufyan pada tunduk dan merasa lega atas pengumuman Rasulullah.

“Ini taktik Kanjeng Nabi yang sangat luar biasa. Beliau tidak menggunakan taktik-taktik (ala) para Raja ketika menaklukkan suatu wilayah lain, mesti membuat kerusakan, dan biasanya membantai semua yang ada di dalamnya. Justru Rasulullah menyetarakan rumah Abu Sufyan dengan masjid,” ujarnya.

Kiai Sya’roni menirukan isi pidato Rasulullah, “Wahai bangsa Quraisy, kalian Qaraisy, saya juga Quraisy. Wahai keturunan Abdi Manaf, kalian keturunan Abdi Manaf, saya pun keturunan Abdi Manaf. Kira-kira saya hendak berbuat apa?”

“Abu Sufyan menanggapi: ‘Kamu pasti akan berbuat kebaikan kepada kita, karena merupakan adalah orang baik, keturunan orang baik’.” Lalu Nabi menjawab, “Semuanya bebas”.

Kafir Mekah dibebaskan semua oleh Rasulullah, tanpa balas dendam atas tindak-tindakan yang sebelumnya sudah dilakukan kepada Nabi dan para sahabatnya.

“Jadi kalau ingin mempersatukan, bahasanya harus diatur dengan halus, jangan asal-asalan,” pintanya.

Lebih lanjut, dahulu Kiai Sya’roni Ahmadi pernah membandingkan Nabi Muhammad dengan Raden Syahid Sunan Kalijaga yang membuat Gong Sekaten.

Raden Syahid mahir sebagai dalang. Dia tidak mau memulai pewayangan sebelum Gong ditabuhkankan, Gong tidak akan ditabuh sebelum orang-orang yang hadir di tempat itu mengucapkan Syahadat. Akhirnya banyak orang mengucapkan Syahadat dari siasat Sunan Kalijaga.

“Dulu saya pernah berfikir lebih hebat Sunan Kalijaga yang bisa sampai membuat banyak orang mengucapkan Syahadat. Tapi sekarang tidak, Rasulullah lebih hebat, sebab ada tekanan untuk masuk Islam sebagaimana siasat Sunan Kalijaga tadi,” ungkap Kiai Sya’roni.

Ia menilai, upaya Sunan Kalijaga kemungkinan bisa menjadikan orang masuk Islam, tetapi hanya luarnya saja. “Sedangkan siasat Rasulullah, kafir Mekah berbondong-bondong masuk Islam tanpa tekanan,” terangnya. (M. Zidni Nafi’/Anam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme