Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Karya Kiai Sahal Dikaji di Muktamar Jombang

Posted on August 4, 2015

Jombang, Di arena Muktamar ke-33 Nahdlatul Ulama di Jombang, karya kiai-kiai pesantren dikaji ulang untuk dipelajari. Salah satunya, yakni karya almarhum KH Sahal Mahfudh, Rais Aam PBNU, yang meninggal pada Januari 2014.

Karya-karya dan pemikiran Kiai Sahal dikaji oleh Fiqh Sosial Institute (FISI) STAI Mathali’ul Falah Pati,  di Pesantren al-Aqobah, Jombang, Jawa Timur, pada Senin (03/08).

Selama dua tahun terakhir, FISI STAIMAFA sangat getol mengkaji karya Kiai Sahal Mahfudh. Hasilnya, dua buku terbit sebagai produk pemikiran dan gagasan: “Epistemologi Fiqh Sosial” (terbit pada 2014) dan “Metodologi Fiqh Sosial” (2015). Bedah buku yang mengkaji pemikiran Kiai Sahal ini, dihadiri oleh Dr. Abdul Muqsith Ghozali (Dosen UIN Jakarta) dan Dr. Jamal Ma’mur Asmani (Dosen STAIMAFA Pati).

“Almarhum Kiai Sahal merupakan Rais Aam yang paling pas menurut AD/ART NU. Yakni memenuhi kriteria sebagai faqih, muharrik, munaddhim, dan wira’i. Menurut saya, di bidang fiqh, Kiai Sahal sudah melampaui itu. Karena, beliau sedikit kiai yang sangat menguasai ushul fiqh,” ungkap Muqsith Ghozali.

Dalam pandangan Muqsith, Kiai Sahal merupakan kiai yang memiliki strategi cerdas dan mampu berdialog dengan zaman.  Muqsith juga sangat mengapresiasi strategi manajemen Kiai Sahal yang mampu mengelola pesantren yang dekat dengan kebutuhan masyarakat sekitar. “Untuk melihat penerapan fiqh sosial, maka datanglah ke Kajen, Pati. Di Kajen, ada madrasah, perguruan tinggi, rumah sakit, lembaga ekonomi. Sangat lengkap, inilah visi jangka panjang yang menjadi perhatian Kiai Sahal,” terang Muqsith.

Sementara, dalam pandangan moderator, Neng Tutik Nurul Jannah, M.Ed, Kiai Sahal merupakan sosok yang sederhana dan bijaksana. “Kiai Sahal itu orang yang sangat kami kagumi, karena kedalaman keilmuan, kesederhanaan dan kebijaksanaan beliau,” terang Neng Tutik, yang merupakan menantu Kiai Sahal.

Pembicara lainnya, Dr. Jamal Ma’mur memiliki banyak pengalaman pribadi tentang Kiai Sahal. Jamal merupakan santri Kiai Sahal, yang serius meneliti pemikiran dan kiprah sosial Kiai Sahal. “Kiai Sahal merupakan salah satu ulama yang mampu berpikir jauh ke depan. Beliau tidak hanya membaca satu varian keilmuan, akan tetapi membaca segala ragam buku yang memungkinkan untuk mendapatkan informasi yang beragam,” terang Jamal.

Bedah buku ini, merupakan lanjutan dari agenda Fiqh Sosial Institute, yang sebelumnya di IBAFA Tambak Beras. FISI STAIMAFA juga membuka pameran karya-karya Kiai Sahal di Stand Depan Makam Kiai Wahab Chasbullah Tambak Beras, Jombang, selama penyelenggaraan Muktamar ke-33 NU. (Munawir Azis/Anam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme