Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

PCNU Padang: Semua Pihak Harus Ikhlas

Posted on August 6, 2015

Jombang, Suasana tegang yang mengiringi Muktamar ke-33 harus mencair setelah terpilihnya Rais Aam dan Ketua Umum Tanfidziyah PBNU yang baru periode 2015-2020. Siapa yang terpilih semua pihak harus menerimanya dengan ikhlas.

Harapan tersebut disampaikan Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang Yultel Ardi Tuanku Malin Sulaiman kepada NU Online, Rabu (5/8) di ruangan sidang utama, alun-alun, Jombang.

Yultel mengatakan. Muktamar seharusnya menjadi ajang tukar pikiran pengurus NU, memperkokoh silaturrahmi warga NU, dan dapat menghasilkan produk-produk hukum yang ditetapkan sebagai peraturan dalam berorganisasi.

“Memang ada indikasi pihak tertentu mengadu domba antara kiai sepuh. Sehingga antara kiai yang satu, dibenturkan dengan kiai yang lain. Sehingga terjadi “kegaduhan” pada sidang tata tertib dan proses selanjutnya. Bahkan pejabat Rais Aam Gus Mus pun harus “turun tangan” dengan penuh haru.

Dari peristiwa itu ada pengurus wilayah yang berbeda pandangan, lantas membuat kegaduhan. Mereka boleh  memberikan pandangan,  tapi jangan melakukan penekanan kepada kiai,” kata Yultel, alumni Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan, Pakandangan, Kabupaten Padangpariaman, Sumatera Barat ini.

Selanjutnya, kata Yultel, siapa pun yang terpilih memimpin PBNU dan dipercaya menjadi personal PBNU, jangan sampai ada pikiran mereka yang berbeda pendapat/sikap pada Muktamar ini menjadikannya lawan. Mereka yang memang memiliki kemampuan, profesional dan layak, perlu diberi tempat.

“Bagi calon yang kalah mari bergandengan tangan dengan pengurus terpilih dalam memajukan NU ke depan. Pengurus baru periode 2015-2020 jangan melupakan apa yang sudah dilakukan oleh PBNU terdahulu,” kata Yultel menambahkan.

Yultel memang amat menyedihkan pemberitaan negatif seputar pelaksanaan muktamar kali ini. Publik di luar arena Muktamar terpengaruh dari pemberitaan yang menyesatkan itu

Dibanding muktamar NU ke-32 di Makasar 2010 lalu, penyelenggaran Muktamar ke-33 ini memang repot akibat tempat yang berjauhan, di empat lokasi berbeda. Dengan tempat berjauhan, terjadi pengkotakan/pengelompokan peserta. Jika di satu lokasi, memudahkan komunikasi dan jalannya rangkaian kegiatan Muktamar, kata Yultel.

Yultel juga mengakui, ada beberapa PC di Sumatera Barat yang proses SK-nya bermasalah, di hari-hari terakhir registrasi Muktamar NU ke-33 dikeluarkan. Kesannya SK tersebut dipaksakan. Untuk kepentingan Muktamar silakan saja. Namun pascamuktamar, siapapun yang terpilih harus diselesaikan. Seperti PCNU Kabupaten Tanah Datar.

Ketua PCNU Kabupaten Tanah Datar Ihsan Tuanku Bagindo kepada NU Online mengakui, meski hadir ke muktamar, namun PBNU mengeluarkan SK hasil rekomendasi PWNU dari pelaksanan Konfercab yang cacat menurut AD/ART. Konfercabnya bermasalah sejak awal dan sudah beberapa bulan dipermasalahan ke PBNU.

“Mudah-mudahan PBNU lima tahun ke depan dapat menyelesaikan masalah PCNU ganda ini,” kata Ihsan Tuanku Bagindo didampingi Ketua PCNU Kabupaten Padangpariaman Abdul Hadi, juga mengalami nasib yang sama.

Dibagian lain Yultel menyesalkan  ada PWNU yang menahan undangan PCNU yang berada di wilayahnya agar tidak bisa mengikuti Muktamar. Karena PCNU tersebut  dinilai tidak sejalan dengan PWNU-nya dalam memilih Rais Aam dan Ketua Umum PBNU.

Ke depan jika ada undangan PBNU, sebaiknya langsung ke PCNU. Jangan lewat PWNU yang terkadang belum tentu disampaikan,” kata Yultel. (Armaidi Tanjung/Anam)

Foto: Yultel Ardi Tuanku Malin Sulaiman

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme