Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Perlu ada Rumusan Strategis Islam Nusantara

Posted on August 5, 2015

Jombang, NU Online
Tema Islam Nusantara, yang diusung oleh Nahdlatul Ulama dalam Muktamar ke-33 di Jombang, memang telah menjadi isu utama dalam kajian Islam di Indonesia. Akan tetapi, banyak warga Muslim di negeri ini, yang masih belum memahami Islam Nusantara. Untuk itu, perlu ada kajian mendalam tentang konsep Islam Nusantara sekaligus rumusan strategis untuk menindaklanjuti konsep ini. 

Demikian kesimpulan yang dihasilkan dalam bedah buku “Islam Nusantara: Dari Ushul Fiqh hingga Paham Kebangsaan”, di Universitas Hasyim Asy’arie, Selasa (4/8).

Hadir bedah buku ini, yakni Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat), Candra Malik (Budayawan), Yenny Wahid (Direktur The Wahid Institute), dan Keen Miichi (Associate Professor Iwate University, Jepang). Buku ini diedit oleh Akhmad Sahal (Wakil Ketua PCI NU Amerika Serikat) dan Munawir Aziz (Peneliti Muda). Dalam buku ini, memuat beberapa tulisan para tokoh lintas organisasi, terutama NU dan Muhammadiyah: KH. Abdurrahman Wahid, KH. Sahal Mahfudh, KH. Musthofa Bisri, KH. Said Aqil Siroj, serta Prof. Amin Abdullah, Prof. Dr. Azyumardi Azra, dan Prof. Dr. Din Syamsuddin. Selain beberapa nama itu, ada beberapa peneliti muda yang mengusung tema Islam Nusantara dalam riset-riset mutakhirnya.

Akhmad Sahal mengungkapkan bahwa Islam Nusantara itu tidak hanya milik salah satu organiasasi masyarakat saja. “Islam Nusantara sejatinya tidak hanya milik Nahdlatul Ulama, akan tetapi juga milik Muhammadiyah. Tentu saja, ini menjadi penting karena karakter utama dalam kesamaan visi tentang kebangsaan, kedua ormas ini memiliki kesamaan. Jika dirunut, Gus Dur menjadi milestone dalam memberikan perspektif utama Islam Nusantara,”terang Sahal. 

Editor buku, Munawir Aziz, menegaskan bahwa konsep Islam Nusantara perlu dikawal agar menjadi gerakan yang memberikan pemahaman moderat, toleran dan keadilan dalam memahami Islam. 

“Perlu ada komitmen PBNU ke depan, untuk mengusung Islam Nusantara, sekaligus merancangkan rel eksekusi yang kongkret. Ini juga penting, karena sejalan dengan momentum satu abad Nahdlatul Ulama. Selain itu, NU dan Muhammadiyah juga perlu kerjasama untuk meneguhkan Islam Nusantara yang bernafas konsep Islam berkemajuan. Keduanya tidak untuk dipertentangkan, akan tetapi menyatukan umat. Perlu ada rumusan strategis tentang Islam Nusantara,”terang Munawir ketika dimintai keterangan oleh wartawan. 

Budayawan Candra Malik, menegaskan bahwa Islam Nusantara itu asyik, yang memberikan pandangan lentur dalam beragama. “Islam Nusantara menjadi penting untuk dipahami oleh sebanyak mungkin warga, karena akan menjadikan kita santun, ramah dan damai. Islam Nusantara itu member ruang bagi tradisi dan seni,” terang Candra Malik. Red: Mukafi Niam 

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme