Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Berbagi Takjil Menjelang Buka Puasa, Fenomena Baik yang Perlu Dilestarikan

Posted on April 7, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Achmad Dhani

Ramadan selalu memiliki keistimewaan di dalamnya. Anjuran-anjuran Nabi dalam mengisi bulan mulia ini menimbulkan kreativitas-kreativitas baru untuk mengisinya. Siapapun pasti bergembira bila bertemu dengan bulan ini.

Maka tak sedikit fenomena-fenomena unik yang berkembang di berbagai belahan dunia. Tak terkecuali di Indonesia sendiri. Di sana fenomena-fenomena di bulan Ramadan sangat beragam. Mulai dari ketika menyambut Ramadan dengan dilaksanakannya acara kenduri atau selametan, nyekar, silaturrahmi ke keluarga dan lain sebagainya. Hingga di televisi pun ikut semarak dengan menayangkan tayangan-tayangan yang bernuansa islami.

Sedang ketika memasuki bulan Ramadan ada juga fenomena khas yang terjadi, seperti membangunkan sahur dengan speaker atau toa masjid dan mushola, berbuka puasa bersama atau bukber dengan kerabat, ngabuburit menjelang waktu berbuka, dan juga berbagi-bagi takjil di tempat-tempat umum.

Semua itu adalah atas dasar cinta yang menimbulkan semangat karena bertemunya bulan Ramadan yang mulia. Ramadan selalu menginspirasi umat muslim untuk berbuat kebaikan. Salah satu anjuran Nabi pada bulan Ramadan adalah sedekah. Selain bersedekah itu bermanfaat bagi yang mengamalkan, juga bermanfaat bagi yang menerima sedekah itu.
Semarak Berbagi Takjil dan Penguat Solidaritas Ummat 
Maka kreativitas itupun muncul dalam tengah-tengah kita. Fenomena sedekah lewat aktivitas membagi-bagikan takjil sangtlah banyak ditemui di berbagai kalangan. Entah dilakukan oleh perorangan secara masif maupun secara berkelompok seperti dalam sebuah komunitas maupun paguyuban tertentu. Aksi membagi-bagikan takjil ini biasa berlangsung di masjid, panti, tempat tongkrongan, maupun tepi jalan raya dan tempat ramai lainnya.
Baca juga:  Ihwal Sarung: dari Mulai untuk Berdoa, Bergaya, hingga Bercinta
Bahkan yang tidak paham betul dengan budaya baik ini, mereka akan diadvokasi oleh yang lain agar ikut menjalankan seperti yang lainnya. Terutama kaum Aghniya’ atau yang memiliki kekayaan lebih, akan diedukasi oleh komunitas tertentu agar mau sama-sama berbagi kenikmatan kepada sesama tanpa khawatir hartanya akan habis. Sehingga bulan Ramadan lebih indah, karena saling memperhatikan satu sama lain dan tumbuhnya rasa kepedulian terhadap sesama.

Budaya membagi-bagikan takjil bukanlah tanpa dasar. Takjil sendiri memiliki perjalanan panjang dalam sejarah. Secara historiografis, tradisi takjil bermula dari masyarakat Aceh. Dalam De Atjehers yang berisi catatan Snouck Hurgronje pada 1891-1892 mengabarkan bahwa masyarakat Aceh pada bulan Ramadan setiap menjelang waktu berbuka beramai-ramai berkumpul di Masjid. Mereka siap menyantap takjil, yang menu khasnya biasa berupa e bu peuda atau bubur pedas.

Karena selain sedekah, tradisi membagikan takjil juga bertujuan agar menyegerakan umat muslim untuk berbuka puasa. Karena sesuai dengan tuntunan Nabi bahwa kita dianjurkan untuk mengakhirkan sahur menjelang subuh dan menyegerakan untuk berbuka. Mengakhirkan sahur menjelang subuh agar nanti fisik kita kuat untuk menjalankan aktifitas sebagaimana mestinya, tanpa mengeluh karena puasa. Dan menyegerakan berbuka adalah upaya agar memelihara kesehatan orang yang berpuasa, agar tubuh kembali memperoleh nutrisi karena seharian penuh berpuasa.

Takjil terus dilestarikan hingga saat ini. sekalipun dalam pemaknaan secara bahasa takjil keluar dari makna aslinya. Yakni takjil yang asli kosaka katanya dari bahasa Arab yang bermakna “menyegerakan”, silih berganti maknanya menjadi sebuah sadapan pokok maupun primer yang akan disantap ketika berbuka puasa. Karena selain dibagi-bagikan, memang kadang orang-orang sering mengatakan ketika sore hari menjelang berbuka, mereka sedang melakukan aktivitas ngabuburit guna untuk berburu takjil. Maka dalam ranah ini, takjil memang untuk dicari bukan saja untuk dibagi-bagikan.
Baca juga:  Mengenal Komunitas Adat Osing di Banyuwangi: Budaya, Tradisi, dan Kesenian
Berkaitan dengan budaya membagi-bagikan Takjil ini, ada sebuah hadis Nabi yang sesuai dengannya. Dalam Sunan Tirmidzi, yang diriwayatkan oleh Anas bahwa seseorang bertanya kepada Rasulullah, “Sedekah apa yang paling utama?”

Rasulullah pun menjawab: “sedekah yang dilakukan pada bulan Ramadan.”

Selain itu, ada hadis lain yang juga membahas tentang keutamaan dari memberi makanan pada orang yang berpuasa.

Rasulullah Saw. bersabda: “Barang siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang berpuasa, maka ia memperoleh pahala yang menyerupai pahalanya, tanpa mengurangi sedikit pun pahala orang yang berpuasa tersebut.” (HR. Tirmidzi).

Bulan yang mulia Ramadan ini, memang banyak kesunahan dan anjuran-anjuran untuk dapat diamalkan. Seperti halnya puasa, taraweh, tadarrus quran, berdzikir dan lain sebagainya. Namun hal-hal itu adalah ibadah yang sifatnya personal kepada Allah swt. saja. Coba saja bila kita memaknai momentum Ramadan ini untuk melakukan ibadah yang sifatnya sosial. Dan dari kedua hadis di atas bisa diambil pelajaran yang teramat berharga.

Memang baik, bila kita memahami momentum puasa ini sebagai bentuk tenggang rasa kita kepada orang yang kurang mampu dalam mengais rizki, yang kesusahan untuk mencari makanan. Maka bila kita beralih dengan ibadah sosial, dengan juga ikut memberi mereka yang kekurangan bukankah itu malah justru lebih afdhol.
Baca juga:  Islam dan Fikih Tradisi Lokal
Karena bila dibayangkan, bahkan juga sudah barang tentu kita ketahui bersama, bila puasa selama satu hari akan merasakan betapa beratnya menahan rasa lapar dan dahaga. Apalagi mereka yang bekerja di tempat terik, di jalanan, seperti tukang becak, ojol, para sopir, tukang sapu jalanan dan lain sebagainya. Sehingga, lumrahnya hal itu akan merangsang empati kita bersama untuk membantu mereka. Lesu, lemah, lunglai yang mereka rasakan mengharuskan kita agar bisa berbagi kebahagiaan, memberi kebutuhan walau sekedar yang kita mampu. Bukankah bila kebermanfaat ibadah yang kita kerjakan itu dirasakan oleh banyak orang, maka semakin besar pulalah pahala yang kita dapatkan.

Bila kita menilik lebih jauh lagi, ada sebuah cerita yang mengisahkan bahwa kakek Nabi pun suka membagi-bagikan makanan pada bulan Ramadan. Dalam al-Kamil fi Tarikh yang dianggit Ibnu Atsir (w.630 H/1233 M) mengabarkan bahwa Abdul Muthalib gemar memberikan makanan kepada orang-orang miskin ketika memasuki bulan Ramadan selama sebulan penuh.

Oleh karenanya, apa yang telah lama menjadi tradisi baik ini sudah selayaknya kita rawat dan jaga bersama. Terutama umat Islam yang ada di Tanah Air. Segogyanya kita tetap melestarikan fenomena mulia ini karena sebab banyaknya manfaat dan keutamaan di dalamnya.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Hasil Penelitian: Boneka Melatih Kecerdasan Emosional Anak
  • SALAH! MIT Ungkap AI Tidak Ganti Karyawan Karena Efisiensi
  • Inilah Inovasi Terbaru Profesor UI: Pelumas Mobil dari Minyak Nabati!
  • Daftar Sekarang! Beasiswa S2 di Italia dari IYT Scholarship 2026 Sudah Dibuka
  • Sejarah Hantavirus dan Perkembangannya Sampai ke Indonesia
  • Kementerian Pendidikan: Mapel Bahasa Inggris Wajib di SD Mulai 2027!
  • Ketua Fraksi PKB MPR-RI: Kemenag Respon Cepat Pendidikan Santri Ndolo Kusumo Pati yang Terdampak
  • Viral Video Sejoli Di Balai Kota Panggul Trenggalek, Satpol PP Janji Usut
  • Video Viral Wakil Wali Kota Batam Tegur Keras Pasir Ilegal
  • LPDP Buka Peluang Beasiswa S3 Prancis 2026, Simak Syaratnya!
  • Inilah Panduan Lengkap dan Aturan Main Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) SMA dan SMK Negeri Jawa Tengah Tahun 2026
  • Inilah Syarat dan Cara Daftar MOFA Taiwan Fellowship 2027
  • RESMI! Inilah Macam Jalur di SPMB Sekolah Tahun Ajaran 2026
  • Ini Loh Rute Terbaru TransJOGJA Per Mei 2026, Jangan Salah Naik!
  • Inilah Jadwal Operasional MRT Jakarta Per Mei 2026, Berubah Dimana?
  • Inilah Syarat dan Mekanisme Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur Talenta (OSN, Seniman, Hafidz, Atlet dll) 2026/2027
  • Inilah Daftar Saham Farmasi di BEI Per Mei 2026, Pilih Mana?
  • Kesehatan Mental Itu Penting: Inilah Isi Chat Terakhir Karyawan Minimarket Sukabumi Bundir
  • Inilah Kampus Swasta Terbaik Jurusan Farmasi di Area Malang Raya
  • Cara Login EMIS 4.0 Kemenag Terbaru 2026 Pakai Akun Lembaga dan PTK Guru Madrasah Aktivasi
  • Survei Parpol Terbaru: Gerindra Unggul, PDIP Ketiga, PKB 5%
  • PKB Resmi Jalin Kerjasama dengan Institut Teknologi & Sains NU Kalimantan
  • Inilah Urutan Terbaru Pangkat TNI Angkatan Darat! (Update 2026)
  • Inilah Panduan Lengkap Operator Sekolah Mengelola SPTJM e-Ijazah dan Menghindari Kesalahan Fatal Data Kelulusan
  • Inilah Syarat dan Penilaian Seleksi Siswa Unggul ITB Jalur UTBK
  • Download Video Viral Guru Bahasa Inggris? Awas Berisi Virus!
  • PKB Minta Kasus C4bul Pendiri Ponpes Pati Tidak Ada Ampunan & Tuntutan Maksimal
  • Inilah Kronologi Video Viral Preman vs Sopir Di Sumedang
  • Ini Alasan UKP Pariwisata Disindir Konten Kreator Drone Gunung Rinjani
  • Inilah Kronologi Viral Video Dugaan Asusila Pegawai Disdik Pasuruan di Mobil Dinas
  • How to build a high-performance private photo cloud with Immich and TrueNAS SCALE
  • How to Build an Endgame Local AI Agent Setup Using an 8-Node NVIDIA Cluster with 1TB Memory
  • How to Master Windows Event Logs to Level Up Your Cybersecurity Investigations and SOC Career
  • How to Build Ultra-Resilient Databases with Amazon Aurora Global Database and RDS Proxy for Maximum Uptime and Performance
  • How to Build Real-Time Personalization Systems Using AWS Agentic AI to Make Every User Feel Special
  • How to Automate Your Entire SEO Strategy Using a Swarm of 100 Free AI Agents Working in Parallel
  • How to create professional presentations easily using NotebookLM’s AI power for school projects and beyond
  • How to Master SEO Automation with Google Gemini 3.1 Flash-Lite in Google AI Studio
  • How to create viral AI video ads and complete brand assets using the Claude and Higgsfield MCP integration
  • How to Transform Your Mac Into a Supercharged AI Assistant with Perplexity Personal Computer
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme