Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Search
Menu

Tawakal, dari Ranah Domestik ke Ranah Publik 

Posted on April 7, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Saifir Rohman

Menjadi Muslim berarti memilih jalan  selamat. Tidak hanya bagi diri sendiri, melainkan juga bagi sesama. Itulah mengapa  misalnya, bahkan salat jamaah yang kebaikannya sudah tak diragukan, tidak dianjurkan  untuk digelar di tengah jalan raya sebab dapat mengganggu hak pengguna jalan. 

Pun tawakal yang menurut Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad dalam al-Nashaih al Diniyyah wa al-Washaya al-Imaniyyah termasuk “asyraf al-maqam al-muqinin”, paling  mulianya derajat orang-orang yang teguh keyakinan, tak bisa dijalankan secara  sembrono tanpa menengok kanan-kiri. Di sinilah, pembagian tawakal ke dalam  beberapa mode menemukan signifikansinya.

Al-Ghazali, dalam Ihya ‘Ulum al-Din membagi tawakal menjadi tiga mode. Mode  pertama untuk kalangan khawas, jajaran para ‘eksekutif’. Satu contoh klasik orang yang  tawakal dengan mode ini adalah ia yang mengembara ke gurun sahara tanpa bekal,  kecuali kepercayaan total atas karunia Allah. Toh, misalkan ia mati kelaparan, ia akan  terima takdir itu dengan gagah dan penuh kerelaan.

Mode kedua adalah tawakalnya orang yang tidak sampai mengembara, melainkan  hanya duduk manis di rumah atau di masjid. Secara kasat mata, kalangan ini memang  tidak bekerja, tetapi jika dicermati ulang, sejatinya ia juga bekerja. Dengan masih  menetap di wilayahnya saja, sejatinya ia sedang mengunduh pintu rezeki, walaupun  secara tidak langsung. Barangkali akan ada penduduk setempat yang peduli, kemudian  menjadi penyambung Kuasa Tuhan untuk menyampaikan rezeki kepadanya.
Baca juga:  Sengkarut Kasus Pelecehan Seksual oleh Anak Pengasuh Pesantren
Mode ketiga adalah tawakkul al-muktasib, tawakalnya cah kerjo. Tawakalnya orang  yang giat bekerja mencari nafkah. Orang yang memilih mode ini disebut tawakal bukan  lantaran ia tak bekerja atau meninggalkan kausa-kausa, melainkan karena ia sudah tak  lagi bersandar pada kekuatannya atau berbangga atas pencapaian dirinya. Ia pun yakin  bahwa Allah-lah yang memudahkannya dalam mencari penghidupan, Allah juga yang  mengatur efektivitas upaya-upayanya. Selain itu, karena kesetiannya mencari nafkah sesuai koridor syar’i. Dengan demikian, usahanya itu tidak sedikitpun menciderai  tawakalnya.

Dari tiga mode tawakal di atas, mode ketiga jelas lebih kompatibel bagi orang yang  mempunyai tanggungan keluarga. Sebagaimana maklum bahwa seorang kepala  keluarga bertanggung jawab atas kesejahteraan dan keselamatan keluarganya baik di  dunia maupun di akhirat. Bagi yang tidak bertanggung jawab tentu akan berdosa.  Sebagaimana keterangan dalam hadis,

“Cukuplah berdosa bagi orang yang menelantarkan keluarganya.”

Nah, tawakal mode ini dapat menyelamatkan seseorang dari ancaman semacam itu.  Oleh sebab itu, al-Ghazali menarik garis tegas antara tawakalnya orang yang  berkeluarga (al-mu’il) dengan orang yang tak berkeluarga (al–munfarid). Ia  menyatakan, “Tidak mungkin bagi orang yang punya kewajiban menunaikan hak-hak  anggota keluarganya kecuali tawakal [mode] pekerja, yakni tawakal mode ketiga,  sebagaimana tawakalnya Abu Bakar al-Shiddiq Ra.”
Baca juga:  Menanggapi Wahabi: Mengapa Mazhab Fikih Syafi’i Tetapi Akidahnya Asy’ari?
Lebih lanjut, al-Ghazali menegaskan, “… Sedangkan memasuki sahara dan  meninggalkan keluarga atau lepas tangan dari urusan mereka dengan alasan tawakal  hukumnya haram. Sebab hal itu dapat menghantarkan mereka pada kebinasaan. Ia pun  kelak akan dimintai pertanggungjawaban atas tindakannya.”

Senada dengan al-Ghazali, Habib ‘Abdullah bin ‘Alawi al-Haddad dalam al-Nashaih al Diniyyah wa al-Washaya al-Imaniyyah juga telah memberi warning. “Adalah haram  bagi seseorang berpangku tangan atas pekerjaan yang ia mampui dan ia butuhkan,  membiarkan diri dan keluarganya terlantar dan meminta-minta.”

Al-Ghazali menambahkan bahwa orang yang tawakal dengan mode ketiga demi  menafkahi keluarga, atau untuk menyedekahkan hasil usahanya kepada fakir miskin,  sejatinya ia hanya bekerja secara fisik. Sedang hatinya sudah tak lagi mengandalkan  pekerjaan itu. Pada kondisi ini, ia menjadi lebih mulia daripada mutawakkil mode kedua  yang hanya duduk manis di rumah.

Tawakal dalam konteks kesehatan antara orang yang berkeluarga dan yang tidak  berkeluarga pun tak bisa disamakan. Apalagi kesehatan adalah modalitas utama  seseorang dalam beraktivitas. Logika sederhananya, bagaimana mungkin seseorang  dapat mencari nafkah secara optimal sedang kesehatannya sendiri bermasalah? Alih-alih mampu memenuhi kebutuhan keluarganya, bukan mustahil ia justru menambah  beban bagi keluarganya.

Jika kita elaborasi lebih jauh, mode-mode tawakal yang sedari tadi kita bicarakan dalam  ranah domestik dapat pula ditarik ke ranah publik. Seorang pejabat negara yang punya  tanggung jawab atas rakyat umpama, tentu berbeda mode tawakalnya dengan tukang  becak yang sekadar bertanggung jawab atas anak istrinya. Adalah masalah jika sorang  presiden tiba-tiba lari dari istana, lalu masuk ke hutan tanpa bekal apapun dengan  alasan sedang memempuh tawakal mode khawas.

Dengan demikian pula, poin utama pembagian tawakal ke dalam tiga mode secara  hierarkis tadi bukan semata menunjukkan mode mana yang lebih utama, melainkan  lebih kepada memberi keluasan. Dengan alternatif yang ada, seseorang bisa memilih  mode mana yang kompatibel dengan peran dan tanggung jawabnya. Pada intinya,  seseorang mesti memilih mode tawakal yang paling sesuai dengan posisi atau  perannya.
Baca juga:  Governing The NU: Kepentingan dan Agenda
Tanggung jawab apapun bukanlah mani’ atau penghalang bagi seseorang untuk  bertawakal. Pun tawakal bukan alasan menanggalkan tanggung jawab. Sebab tawakal  bersifat distributif. Setiap orang memiliki kesempatan yang sama untuk menjadi pribadi  mutawakkil secara kafah dengan modenya masing-masing. Jadi, sebelum tawakal,  kalau Anda adalah orang tua, pikirkanlah anak istri. Kalau Anda kepala desa, pikirkanlah  masyarakat. Kalau Anda bos, pikirkan karyawan. Kalau Anda Kiai, pikirkanlah santri.

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • New Text Document
  • Inilah Lenovo Legion Y70 (2026), HP Gaming yang Siap Guncang Pasar dengan Teknologi AI
  • Inilah Rekomendasi HP Oppo Murah Spek Mewah Tahun 2026 yang Nggak Bakal Bikin Kantong Kalian Jebol!
  • Inilah 15 Situs Nonton Film Gratis Legal 2026, Bye-Bye Iklan Ganggu dan Drama Situs Ilegal!
  • Inilah Beasiswa Bekraf Digital Talent 2026: Solusi Buat Kalian yang Mau Jago AI dan Makin Produktif
  • Inilah Cara Memilih Power Bank yang Aman Dibawa ke Pesawat Agar Tidak Disita Petugas
  • Inilah Bocoran Harga dan Spesifikasi Redmi K90 Max, HP Gaming Dimensity 9500 Termurah yang Segera Dirilis!
  • Inilah RedMagic Gaming Tablet 5 Pro, Monster Gaming dengan Layar 185Hz dan Chipset Snapdragon 8 Elite yang Bikin Melongo!
  • Inilah Kenapa IGRS Trending di X, Bocorkan Spoiler Penting Game 007 First Light Hingga Ending!
  • Inilah 5 HP Murah Terbaru dengan Baterai Jumbo yang Siap Masuk Indonesia 2026, Ada yang Sampai 7.800 mAh!
  • Inilah Alasan Kenapa Samsung Galaxy S27 Bakal Pakai 50 Persen Chipset Exynos, Qualcomm Mulai Ditinggalkan?
  • Inilah Vivo Y31d Pro, Smartphone “Badak” dengan Baterai 7000mAh dan Ketahanan Standar Militer
  • Inilah 11 Game Penghasil Saldo DANA Tercepat 2026, Cara Asyik Cari Cuan Sambil Rebahan!
  • Inilah Motorola Edge 70 Pro, HP Midrange Gahar dengan Baterai 6500 mAh yang Siap Meluncur!
  • Inilah Kode Redeem FF Max 15 April 2026, Buru Skin Undersea Splatter dan Item Eksklusif Bawah Laut Sekarang!
  • Inilah Bocoran Vivo X500 Series dan Kamera Vlogging Saku yang Bakal Bikin DJI Ketar-ketir!
  • Inilah 6 Rekomendasi HP Gaming Paling Murah April 2026, Main Game Berat Nggak Pake Lag!
  • Inilah Caranya Manfaatin SPayLater di Aplikasi ShopeePay Biar Keuangan Tetap Aman Saat Tanggal Tua
  • Inilah Perbedaan Durasi Reels IG dan FB Terbaru 2026, Ternyata Bisa Sampai 20 Menit Lho!
  • Inilah Cara Mengurus Surat Keterangan Bebas Narkoba (SKBN), Syarat Lengkap, Biaya, dan Lokasi Pembuatannya
  • Inilah Cara Pakai Panel Zurra v2 FF Aim Lock Headshot, Simak Fitur dan Risikonya Sebelum Pakai!
  • Inilah Alasan Kenapa Sesi Akhir UTBK 2026 Nggak Lebih Sulit dan Penjelasan Lengkap Sistem Penilaiannya
  • Inilah Kenapa Tidak Bisa Login WA Web dan Solusi Paling Ampuh Biar Langsung Connect Lagi
  • Inilah Cara Mengatasi MyTelkomsel Oops Terjadi Kesalahan, Jangan Panik Dulu!
  • Inilah Cara Mengisi SKP Satpol PP dan Pranata Trantibum 2026 di e-Kinerja My ASN, Dijamin Anti Ribet!
  • Inilah Cara Akses IPTV Playlist M3U Indonesia Terbaru 2026, Nonton Ribuan Channel Tanpa Biaya!
  • Tutorial SEO Anchor Link: Cara Dapat Ranking di Google Lewat Strategi Link Building yang Aman
  • Inilah Huawei Pura 90 Pro, HP Flagship dengan Desain Kamera Segitiga Unik dan Performa Kirin yang Makin Gahar
  • Inilah 5 Rekomendasi Kipas Tangan Portable Cas Tahan Lama Biar Kalian Tetap Adem Saat Cuaca Panas Ekstrem
  • Inilah MacBook Neo, Laptop Termurah Apple yang Ternyata Punya Performa Gaming Gila!
  • Is it Time to Replace Nano? Discover Fresh, the Terminal Text Editor You Actually Want to Use
  • How to Design a Services Like Google Ads
  • How to Fix 0x800ccc0b Outlook Error: Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Fix NVIDIA App Error on Windows 11: Simple Guide
  • How to Fix Excel Formula Errors: Quick Fixes for #NAME
  • How to Run Minimax M2-7 Locally: A Step-by-Step Guide for Beginners
  • How to Build Self-Driving Codebases with Async Agents and NVIDIA Hardware
  • How to create a professional AI influencer using Apob AI
  • How to Use AI-Powered Tools to Level Up Your Stock Market Research Game with Claude Code
  • How to Create Professional AI Content Without Showing Your Face
  • Apa itu Spear-Phishing via npm? Ini Pengertian dan Cara Kerjanya yang Makin Licin
  • Apa Itu Predator Spyware? Ini Pengertian dan Kontroversi Penghapusan Sanksinya
  • Mengenal Apa itu TONESHELL: Backdoor Berbahaya dari Kelompok Mustang Panda
  • Siapa itu Kelompok Hacker Silver Fox?
  • Apa itu CVE-2025-52691 SmarterMail? Celah Keamanan Paling Berbahaya Tahun 2025

©2026 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme