Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

STAIMAFA Didirikan untuk Tafaqquh Fiddin dan Sholih Akrom

Posted on August 13, 2015

Di kota Pati tepatnya di desa Purworejo berdirilah Sekolah Tinggi Agama Islam Mathali’ul Falah (STAIMAFA). Lembaga tersebut diresmikan tahun 2008 dibawah kepemimpinan ketua H. Abdul Ghaffar Rozien, M. Ed. Nama Mathaliul Falah tak lepas dari madrasah atau Perguruan Islam Mathaliul Falah (PIM).

STAIMAFA merupakan Perguruan Tinggi Agama Islam Swasta yang dibangun di atas landasan tradisi dan diselenggarakan secara integral dengan pesantren. Pendirian STAIMAFA merupakan masa kemajuan bagi PIM. Hal ini tak lepas dari Yayasan Nurussalam Kajen sebagai kelanjutan dari unit pendidikan dasar dan menengah yang hampir satu abad dikelola oleh PIM. Dalam kurun hampir dua dasawarsa STAIMAFA melewati proses panjang dan pergulatan pemikiran sebelum resmi didirikan.

Hal ini dilatarbelakangi dari gagasan program “takhassus” pasca Aliyah sebagaimana diungkapkan KH Asnawi Rohmat salah seorang asatidz PIM. Gagasan ini semakin menguat setelah studi banding guru-guru Mathaliul Falah di Darun Najah Jakarta, Darur Rahmah Jakarta, dan Dar el-Qalam Tangerang. Atas masukan dan desakan dari alumni PIM, maka dibentuklah tim yang menggodok pendirian Sekolah Tinggi. Maka, rapat-rapat intensif di Jakarta, Yogyakarta, dan Kajen terus berlangsung. (Mempersiapkan Insan Sholih Akrom Potret Sejarah dan Biografi Pendiri PIM Kajen Margoyoso Pati 1912-2012 (1 Abad): 2012)

Berawal dari “kegelisahan” para pendiri PIM yang merasa bahwa untuk melahirkan sumber daya manusia yang memiliki kedalaman keilmuan agama dan moral sekaligus kompetitif dalam menjawab perkembangan zaman, tidak cukup hanya dengan memberikan keilmuan bekal kepada peserta didik sampai pada tingkat aliyah (SMA). Oleh karena itu, para pendiri berinisiatif menggagas sistem pendidikan lanjutan bagi para lulusan PIM dengan membuka program pasca aliyah. Akan tetapi, program tersebut ternyata dirasakan masih belum memberikan jawaban atas kegelisahan tersebut.  

Berdasarkan kajian yang mendalam dan masukan dari berbagai pihak, akhirnya disepakati pilihan bulat untuk mendirikan STAIMAFA yang diawali dengan menyelenggarakan pendidikan pada tiga jurusan dengan tiga program studi, yaitu Tarbiyah/Pendidikan Bahasa Arab (PBA), Syari’ah/Perbankan Syari’ah (PS) dan Dakwah/Pengembangan Masyarakat Islam (PMI). Ketiga jurusan dan program studi tersebut merupakan pendidikan jenjang strata satu (S1) program reguler.

Sejak berdirinya STAIMAFA mendapat sambutan hangat dari berbagai kalangan, khususnya para alumni dan siswa-siswi PIM. Dalam waktu yang singkat, STAIMAFA mengalami perkembangan dengan jumlah mahasiswa kurang lebih 600 sampai tahun 2012.

Dan alhamdulillah, bekat rahmat dan pertolongan Allah pada tahun ajaran 2012-2013 ini, STAIMAFA membuka lagi program studi baru yang cukup familier, yaitu Pendidikan Guru Raudlatul Athfal (PGRA) yang dirasakan urgensinya di era sekarang, mengingat Jawa Tengah menempati provinsi tertinggi dalam tingkat partisipasi anak-anak playgrup di seluruh Indonesia. Antusiasme para guru dan para pelajar yang belajar di program studi PGRA ini sangat besar. Hingga pembukaan pendaftaran mahasiswa baru tahun ajaran 2015-2016 STAIMAFA membuka jurusan Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah, Komunikasi & Penyiaran Islam dan Zakat & Wakaf. Harapannya dimasa yang akan datang STAIMAFA mampu menjadi Institut dari informasi yang dihimpun NU Online sekarang sedang proses mengajukan pemberkasan syarat menuju institut.

Secara akademik setelah menjadi alumni dan melihat alumni dari perguruan tinggi lain dengan program studi yang sama secara materi tidak terlalu tertinggal jauh. Hal ini dungkapkan Nur Khoiriyah (24) sebagai alumni angkatan kedua. “Melihat perkembangan lembaga, saya bangga melihat progres yang sedang ada, Insya Allah dalam proses menuju institut, ini menunjukkan bahwa kampus ini digarap dengan sungguh”, ungkap Nur yang sekarang melanjutkan studi pascasarjana di Universitas Gajah Mada.

Sebagai alumni prodi PMI Nur Khoiriyah menyatakan secara pribadi lebih enak dalam memahami kontekstualisasi ajaran Islam, mengontekstualisasikan ilmu-ilmu untuk memahami teks, seperti Tafsir, Hadis dan Fikih. Hal ini baru dirasakan betul ketika menempuh studi lanjut di Jogjakarta. Nur menjelaskan pentingnya pemahaman Islam yang lebih “luwes” untuk bisa berteman lintas organisasi masyarakat bahkan lintas agama, bukan dalam rangka mencampuradukkan tetapi memahami perbedaan.

Irza Syaddad (25) menceritakan ketika masih menjadi mahasiswa bahwa dulu pihak kampus sering kali mengadakan hibah penelitian kepada civitas akademi. Selain itu, nilai-nilai pesantren di lingkungan kampus masih terjaga dengan baik. Irza yang sekarang menempuh studi lanjut di Universitas Al-Imam Muhammad bin Saud, Arab Saudi mencontohkan menghormati guru (baca: dosen) masih berlaku dengan melanggengkan budaya cium tangan.

Hal ini tak lepas dari visi STAIMAFA “Menjadi Perguruan Tinggi Riset Berbasis Nilai-Nilai Pesantren”. STAIMAFA ingin menjadi perguruan tinggi yang menggabungkan kemampuan metodologi ilmu modern yang berbasis penelitian dengan kekayaan khazanah klasik yang ada di pesantren sesuai dengan kaidah “Almuhafadzatu ala al-qadim al-shalih wal akhdzu bil jadid al-ashlah”, konsistensi menjaga tradisi yang relevan dan aktif mengadopsi khazanah baru yang lebih progresif.

Ditambah visi STAIMAFA ini untuk meneruskan spirit “Tafaqquh Fiddin” dan “Sholih-Akrom” yang menjadi tujuan berdirinya PIM. Tafaqquh Fiddin ada dalam pelestarian nilai-nilai pesantren yang mengedepankan ketakwaan, ketuhanan, ketawadhuan, dan konsisten memegang khazanah Islam klasik yang biasa dipelajari di pesantren dan Sholih-Akrom ada dalam kemampuan risetnya, dan orientasi ketuhannya yang mengedepankan nilai-nilai kebenaran, keikhlashan dan kepedulian sosial. (M. Zulfa/Abdullah Alawi)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme