Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Gus Mus: Siapa Mundur? Aku Tak Pernah Maju

Posted on August 14, 2015

Jakarta, Setiap minggu, tepatnya di hari Jum’at, Pengasuh Pesantren Raudlatut Thalibin Rembang, Jawa Tengah, KH A Mustofa Bisri menyapa para pembacanya di Twitter. Lewat akun Twitter pribadinya @gusmusgusmu, mantan Pj Rais PBNU ini bahkan secara konsisten memberikan taushiyah lewat #TweetJum’at-nya.

Seperti biasa, sebelum menulis #TweetJum’at-nya, Kiai yang akrab disapa Gus Mus ini menulis tweetnya dengan mengucapkan salam dan memberi doa.

“Assalãmu’alaikum warahmatuLlãhi wabarakãtuH. Selamat pagi. Semoga Allah mengampuni dan merahmati bangsa Indonesia. Ãmïn,” tulis Gus Mus di akun Twitter pribadinya, Jum’at (14/8).

Tak lama setelah Gus Mus menulis Tweet tersebut, akun bernama Burhanuddin Saputu @b_saputu menimpali dengan bertanya kepada kiai budayawan ini. 

“Assalamu’alaikum…Kyai. Mau tanya, mengapa mundur dari Rais Am PBNU hasil Muktamar di Jombang?” tanya Burhanuddin.

Setelah sekitar dua jam, Gus Mus baru menjawab pertanyaan Burhanuddin tersebut. “Siapa mundur? Aku tak pernah maju,” tulis Gus Mus singkat.

Dalam #TweetJum’at-nya, Gus Mus sendiri bertaushiyah, “Jika kau bergembira perlihatkanlah kegembiraanmu, agar orang di sekitarmu ikut gembira. Tapi bila berduka, jangan perlihatkan kecuali kepada-Nya.”

Gus Mus adalah kiai yang dipilih oleh sembilan Tim Ahlul Halli wal Aqdi (Ahwa) di Muktamar Ke-33 NU di Jombang. Sebelum Tim Ahwa yang terdiri dari 9 kiai khos ini mengadakan sidang pemilihan Rais Aam PBNU, Gus Mus telah menyatakan ketidaksediaannya untuk dipilih menjadi Rais Aam. 

Namun, KH Maimoen Zubair atau Mbah Moen memandang bahwa penolakan tersebut adalah bentuk ketawadhu’an Gus Mus yang benar-benar tidak bernafsu menginginkan sebuah jabatan. Akhirnya, sidang Tim Ahwa yang diketuai oleh KH Ma’ruf ini menetapkan Gus Mus menjadi Rais Aam PBNU dan KH Ma’ruf Amin sebagai wakilnya.

Namun demikian, beberapa saat setelah sidang pleno pemilihan Ketua Umum PBNU selesai yang menetapkan KH Said Aqil Siroj terpilih kembali menjadi Ketum PBNU, Gus Mus tetap menyatakan tidak mengambil penetapan dirinya sebagai Rais Aam PBNU.

Hal itu disampaikannya melalui surat resmi yang dibacakan oleh Prof Akh Muzakki, Ketua Sidang Pleno Pemilihan Ketum PBNU saat itu. Dengan mundurnya Gus Mus, secara otomatis KH Ma’ruf Amin menggantikannya sebagai Rais Aam PBNU. 

“Jabatan Rais Aam biarlah diserahkan kepada salah satu dari Ahlul Halli wal Aqdi yang paling mendekati kriteria (Afqahuhum wa Akbaruhum…),” demikian ditulis Gus Mus menggambarkan ketidakpantasan dirinya menjabat Rais Aam lewat surat yang ditulis menggunakan huruf Arab Pegon. 

Afqohuhum wa Akbaruhum atau yang paling sepuh dan alim fikih di Ahwa adalah KH Maimoen Zubair. Namun, Mbah Moen pun menolak. (Fathoni)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme