Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Daging Mahal, Tempe dan Sayur Sudah Penuhi Sumber Gizi

Posted on August 14, 2015

Jakarta, NU Online
Tak ada daging bukan berarti harus khawatir kekurangan protein dan sumber gizi lainnya, karena di sekitar kita masih ada sumber makanan bergizi lainnya, yakni ikan, tempe dan sayuran. 

“Selain daging maka kita punya berbagai sumber makanan hewani dan nabati lainnya, termasuk ikan dan tempe, dan Kementerian Kesehatan amat menganjurkan kita banyak-banyak konsumsi ikan dan sumber protein nabati,” kata Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes) Kementerian Kesehatan, Prof dr Tjandra Yoga Aditama, SpP (K), MARS, DTM&H, DTCE, di Jakarta, Kamis. 

Tjandra mengatakan, protein pada ikan mempunyai komposisi dan kadar asam amino esensial cukup lengkap serta asam lemak omega-3 yang mempunyai keunggulan khusus dibandingkan dengan pangan hewani lainnya. 

Di samping itu, minyak hati ikan sudah lama dikenal sebagai makanan kaya sumber vitamin A yang mudah diserap tubuh. Kemudian, vitamin D serta memberikan sumbangan pada peningkatan konsumsi vitamin B1, B2, piridoksin (B6), B12 dan niasin. 

Selain itu, ikan juga kaya kandungan zat besi, iodium, seng, selenium dan kalsium yang dibutuhkan tubuh. 

Tjandra mengungkapkan, secara khusus peran ikan dalam penambahan gizi Ibu hamil amatlah penting, terutama omega-3 untuk perkembangan otak janin. 

Selain ikan, lanjut dia, masih ada tempe yang tersedia di sekitar kita. Tempe mengandung sejumlah penting protein nabati, asam amino, berbagai jenis Vitamin B,zat besi, tembaga dan Zinc. 

Ada pula bahan seperti isoflavin, riboflavin, lemak nabati, fosfor, karoten yang terkandung dalam tempe. 

“Tempe relatif mudah didapat di berbagai daerah negara kita, sehingga tentu dapat saja menjadi salah satu asupan gizi penting masyarakat kita,” tutur Tjandra. 

Data Survei Konsumsi Makanan Individu (SKMI) dari Balitbangkes tahun 2014 menunjukkan, konsumsi kacang dan polong serta produknya sebagai protein nabati di Indonesia adalah 56,7 gram per hari. 

“Angka ini jauh lebih tinggi dari negara tetangga, Thailand dan Filipina hanya mengkonsumsi 8-9 gram per hari,” kata dia.      

Selain ikan dan tempe, masih ada pula sumber makanan bergizi lainnya, yakni sayuran dan buah-buahan. Data dari Balitbangkes menunjukkan, konsumsi kelompok sayur dan olahan serta buah-buahan dan olahan penduduk kita masih rendah yaitu “hanya” 57,1 gram per orang per hari dan 33,5 gram per orang per hari. 
Sementara bila dilihat dari kelompok umum, konsumsi sayuran dan olahan penduduk umur 13-18 tahun dan 19-55 tahun berturut-turut adalah 45,8 gram dan 64,5 gram per orang per hari. 

Sedangkan konsumsi buah-buahan dan olahannya masing-masing baru 25,2 gram dan 36,8 gram per orang per hari. 

“Jumlah itu masih jauh dari jumlah konsumsi sayur dan buah yang dianjurkan oleh WHO, yaitu 400 gram per orang per hari. Dalam kelompok sayur, sayuran hijau dikonsumsi paling banyak (79,1%) dibandingkan sayur lainnya. Sebaliknya untuk kelompok buah-buahan dan olahan, buah pisang terbanyak dikonsumsi oleh penduduk,” ungkap Tjandra. 

“Marilah kita bersama meningkatkan makan buah dan sayur yang penuh dengan vitamin dan mineral untuk kesehatan,” pungkas dia. (Antara/Mukafi Niam)

Sumber: NU Online

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme