Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Merusak Alam, Mengkhianati Amanat Ketuhanan; Relasi Tuhan, Alam, dan Manusia

Posted on April 6, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Wildan Fatoni Yusuf

Dewasa ini segala macam cara telah dikerahkan untuk menanggulangi kerusakan lingkungan, mulai mencari solusi, serta mencari akar dari masalah tersebut. Tidak ketinggalan kalangan agamawan, juga turut berpartisipasi. Mereka menawarkan sebuah teori bahwa krisis lingkungan disebabkan oleh cara pandang manusia yang salah dalam memahami eksistensi bumi dan apa yang ada di dalamnya. Tentunya, hal ini berkaitan erat dengan penyakit spiritual yang menjangkit kebanyakan masyarakat zaman kini.

Dampaknya manusia modern cenderung mengeksploitasi bumi dengan tanpa terkendali. Sebenarnya apa tujuan penciptaan alam? juga bagaimana hakikat relasi manusia, alam dan tuhannya?
Allah dan Alam
Dalam pembahasan ilmu kalam (teologi) telah masyhur difaham bahwa segala sesuatu selain Allah adalah ‘alam, atau sering juga disebut makhluk (sesuatu yang diciptakan). Entah benda hidup maupun mati, entah berakal ataupun tidak. Semua adalah makhluk yang diciptakan tuhan.

Alam merupakan manifestasi-manifestasi (tajaliyat) Allah, ia merupakan karya agung yang belum pernah ada misal sebelumnya. Allah menciptakannya dengan tanpa meniru sesuatu apapun, hal ini tercermin dalam salah satu namanya, al badi’(maha kreatif).

Selain itu, alam juga sebagai bukti eksistensi Allah. Alam adalah karya seni agung yang indah, maka sudah pasti ada seniman hebat yang membuatnya. Eksistensi alam berarti menunjukan eksistensi Tuhan.
Baca juga:  Tradisi Natal dan Catatan Toleransi Umat Beragama (2): Dialog Bersama Pare Christian CommunitySubtansi Tujuan Makhluk diciptakan
Semua makhluk tidak bergerak sendiri sesuai kehendaknya, akan tetapi semua berjalan sesuai keteraturan serta saling berkaitan satu sama lain sesuai ketetapan tuhan. Dalam keterkaitan tersebut Allah telah menggariskan hakikat penciptaan mereka. Manusia dan jin diciptakan untuk beribadah kepadanya, sedangkan bumi dan segala isinya ia ciptakan bagi manusia sebagai media melaksanakan tugas peribadatan tersebut. Allah juga mengizinkan manusia untuk memanfaatkan alam.

Namun demikian, manusia modern cenderung memahami hakikat tersebut sebagai hak mutlak mereka. Efeknya pemahaman tersebut secara praktis menggiring manusia untuk mengeksploitasi alam secara besar-besaran dengan tanpa terkendali. Tentu semangat untung rugi dan alasan ekonomi menjadi salah satu motifnya. Padahal jika kita hubungkan dengan ayat yang lain, Allah telah menegaskan tugas manusia di bumi sebagai khalifah.

Para mufassir menjelaskan makna khalifah adalah pengemban amanat Allah untuk mengelola bumi serta melaksanakan hukum Allah disana. Allah melalui nabinya juga mewajibkan berbuat baik kepada apapun. Sebagai makhluk yang diciptakan untuk beribadah kepada Allah, menjadi kewajiban manusia untuk melaksanakan perintah tersebut. Termasuk berbuat baik kepada lingkungan sekitarnya.

Maka dari itu, jika ayat pelegalan pemanfaatan alam kita hubungkan dengan ayat khilafah diatas, akan muncul pemahaman bahwa ayat tersebut bukanlah sebuah legalitas bagi manusia untuk mengekploitasi dan memperkosa alam semaunya, justru akan sebuah tanggung jawab untuk senantiasa memelihara dan melestarikannya. Dan jika kita hubungkan tugas khilafah (melaksanakan hukum / perintah Allah) dengan hadits diatas, maka akan diketahui bahwa salah satu tugas khilafah adalah berbuat baik terhadap lingkungan.
Baca juga:  Cara Sahabat Umar bin Khattab Mengindari Wabah
Nah tentunya, tugas kekhalifahan tersebut harus diiringi dengan pengetahuan tentang aturan-aturan tuhan yang mengatur aktifitas manusia. Aturan-aturan tersebut secara mudah dikenal dengan fikih, karena khusus mengatur tentang hubungan manusia dengan lingkungan sekitarnya maka munculah istilah “Fikih Lingkungan”.

Manusia bersama alam sekitarnya merupakan makhluk Allah yang bergerak sesuai hakikat penciptaan serta keteraturan yang telah digariskan Allah. Allah melegalkan manusia untuk memanfaatkan alam sekitarnya. Bersamaan dengan hal itu, manusia juga di tuntut untuk bersikap bijak dalam pengelolaanya, dengan tetap berupaya merawat dan melestarikannya. Sebagai implementasi tugas manusia sebagai khalifah Allah di bumi. Oleh karena itu, Merusak alam sama dengan mengkhianati tugas kekhalifahan yang diamanatkan kepada manusia.

Maka, sudahkah kita berbuat baik kepada alam?

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme