Skip to content

emka.web.id

menulis pengetahuan – merekam peradaban

Menu
  • Home
  • Tutorial
  • Makalah
  • Ke-NU-an
  • Kabar
  • Search
Menu

Kisah Hikmah Klasik (4): Imam Malik dan Percetakan Hadis Palsu di Irak

Posted on April 7, 2022

Kliping Pemikiran Islam, Ditulis oleh Alfan Khumaidi

Ashrur riwayah (era periwayatan) adalah era pemilihan hadis begitu ketat. Selain demi jaminan otentik hadis dan dekatnya dengan masa kodifikasi alquran di era Abu Bakar dan Utsman, juga belakangan karena adanya penetrasi hadis-hadis palsu ke tubuh Islam.

Sebenarnya hadis palsu tak perlu dinamakan hadis, sebab ia memang bukan hal yang bisa disebut hadis dari sisi manapun. Tapi ulama tetap menamakan riwayat itu dengan hadis, disebut hadis palsu, karena para pencipta hadis palsu, apalagi yang meriwayatkannya, mempercayai dan mempopulerkan kalau itu sebuah hadis.

Untuk mendapatkan satu hadis dengan jaminan keaslian yang murni, perawi harus menyeka keringat, menembus gelap dan batas demi bertemu sumbernya langsung. Bisa berminggu-minggu, berbulan-bulan, bahkan tahunan. Dalam al-Adabul Mufrad pada Bab al-Mu’anaqah, seorang sahabat nan alim, Jabir bin Abdullah, untuk memastikan sebuah hadis harus menempuh perjalanan darat sebulan penuh ke Syam demi bertemu Abdullah bin Unais sang sumber hadis yang ia cari. Jabir bin Abdullah hanya contoh. Ada banyak sahabat dan ulama yang melakukan hal demikian demi memastikan keaslian sebuah hadis sebagaimana dihimpung oleh Imam al-Khathib al-Baghdadi dalam “ar-Rihlah Fi Thalabil Hadits”.

Tradisi rihlah keluar kota demi mencari hadis atau ilmu itu kemudian menjadi patron di antara ulama, sampai mereka mengatakan: “Man lam yarhal, la tsiqqata bi ilmhi/Siapa yang tak melakukan rihlah imiah, maka ilmunya tak dapat dipercaya,”. Begitu nukilah Syekh Abu Ghudah dalam “ash-Shafahat” nomor kisah 56.
Baca juga:  Hidup itu Anugerah, Maka Bersyukurlah
Jika itu yang terjadi di era sahabat, era setelahnya tentu lebih ketat. Abad ketiga, Amirul Mu’nunin Fil Hadits, Imam Bukhari, untuk mencari dan menyeleksi hadis-hadis yang sahih menurut prinsip kritik yang ia anut memerlukan waktu 16 belas tahun.

Seorang pelajar dari Irak menempuh perjalanan ke Madinah demi belajar pada Imamu Daril Hijrah Imam Malik. Di sana bermalam kurang lebih dua bulan penuh. Dua bulan itu, ia hanya mendapat beberapa hadis saja. Merasa tak sepadan dengan perjalanan dan waktunya, ia kemudian melakukan protes pada Imam Malik. “Kami di Irak, sejam saja bisa memdapat hadis lebih dari ini,” katanya dengan nada mengeluh dan membandingkan Madinah dan Irak.

Padahal untuk urusan hadis, kuantitas sahabat di Madinah jauh lebih banyak dari pada di Irak. Juga di Irak amat majemuk sehingga hadis yang tersebar di Irak kerap diwaspadai. Itulah kenapa Imam Abu Hanifah memilih mendahulukan kias daripada hadis ahad.

Merasa komparasi ini tak sebanding, Imam Malik menjawab “Ya Akhi, di Irak kalian punya Dar adh-Dharab (pabrik cetak uang milik negara). Dicetak malam, siang sudah tersebar,”

Era itu Dar adh-Dharab di ibu kota. Irak sana. “Sebelumnya Irak menggelontorkan banyak uang ke kita, sekarang tak hanya menyebar uang, mereka juga mengirim banyak hadis palsu,” sambungnya, sebagaimana dinukil dalam “Tartibul Madarik“.

Sebagai ibu kota, Irak memang sangat heterogen. Pemikiran apapun subur di sana. Motif produksi hadis palsu bisa variatif. Diproduksi oleh orang-orang yang memusuhi Islam lalu dislundupkan ke khalayak, atau diproduksi mandiri untuk menguatkan mazhabnya atau melemahkan mazhab lawan, dan banyak motif lain. Itulah kenapa sanad begtu penting hingga Imam Ibnul Mubarak berkata “Sanad itu bagian dari agama. Jika tanpa sanad, orang bebas mengatakan apapun yang ia mahu,”

Imam Muslim dalam mukadimah ash-Shahihnya menyitir hadis dari Ibnu Sirin. Ia berkata “Dulu orang-orang tak bertanya soal sanad, namun ketika meletus fitnah, barulah mereka berkata: ‘Sebutkan sanad kalian’. Jika sumbernya dari ahlusunah maka diambil, jika dari ahli bid’ah maka tertolaklah.”

 
Baca juga:  Ikrimah bin Abu Jahl: Kisah Jaminan Nabi Atas Musuhnya
 

 

 

Baca Juga

Artikel ini di kliping dari Alif.id sebagai kliping/arsip saja. Segala perubahan informasi, penyuntingan terbaru dan keterkaitan lain bisa dilihat di sumber.

Terbaru

  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025
  • Ini Jadwal Kereta Bandara Adi Soemarmo Agustus 2025
  • Apa itu Jabatan Fungsional Penggerak Swadaya Masyarakat Ahli Pertama?
  • Cagongjok: Budaya Memalukan Korea, Ketika Kafe Jadi Kantor dan Ruang Belajar
  • Pengertian Anomali Brainrot
  • Penemuan DNA Denisovan Manusia Purba Amerika
  • SpaceX Akan Luncurkan Pesawat Rahasia X-37B Space Force Amerika
  • Biawak: Antara Hama dan Penjaga Ekosistem
  • Ini Profil Komjend Dedi Prasetyo Wakapolri Baru
  • Fraksi PKB DPRD Pati Tetap Selidiki Dugaan Pelanggaran Kasus RSUD Pati
  • Fraksi PKB Kritik Penggunaan Anggaran Prabowo, Fokus pada Fasilitas Publik
  • Inilah Syarat Nilai Minimal Raport Pendaftar SNBP 2026
  • Kemendikdasmen Sangkal Isu PPG Guru Tertentu Tidak Ada Lagi
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 5 SD/MI Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Inilah Struktur Kurikulum Kelas 3 dan 4 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ilmuwan Colorado University Bikin Particle Collider Mini, Bisa Atasi Kanker
  • Inilah Susunan Upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus di Istana Negara
  • FAKTA: Soeharto Masih Komandan PETA Saat Proklamasi Kemerdekaan RI 17 Agustus 1945
  • Materi Tes CPNS 2025: Fungsi dan Wewenang DPR/DPD
  • Cara Menjadi Siswa Eligible Daftar SNBP 2026 Terbaru!
  • Pendaftaran PPG Guru Tertentu 2025 Diperpanjang, Ini Syarat dan Caranya!
  • Struktur Kurikulum Kelas 2 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum Kelas 1 SD/MI Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Ini Struktur Kurikulum PAUD & TK Sederajat Menurut Permendikdasmen No 13 Tahun 2025
  • Butuh Beasiswa? Ini Beasiswa Alternatif KIP Kuliah Tahun 2025 untuk Jenjang S1
  • Butuh Bantuan SPP? Ini 5 Beasiswa SMA/SMK 2025 Yang Bisa Kamu Coba
  • Apa itu Beasiswa Mutual+ 2025, Syarat, Ketentuan dan Cara Daftarnya
  • Apa itu Badan Otorita Pengelola Pantai Utara Jawa (BOP Pantura)?
  • Contoh Makalah K3: Apa itu Sertifikasi K3?
  • Cara Cek Bansos September 2025

©2025 emka.web.id | Design: Newspaperly WordPress Theme